Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Prabowo Dorong Pembukaan Rekening Massal Demi Genjot Inklusi Keuangan

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap ketimpangan akses perbankan yang masih membelenggu sebagian besar masyarakat di daerah pelosok. Dalam rapat te

Prabowo Dorong Pembukaan Rekening Massal Demi Genjot Inklusi Keuangan

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap ketimpangan akses perbankan yang masih membelenggu sebagian besar masyarakat di daerah pelosok. Dalam rapat terbatas kabinet, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya percepatan literasi dan inklusi keuangan melalui skema strategis, salah satunya lewat program pembukaan rekening massal. Langkah ini dinilai krusial untuk mengintegrasikan kelompok masyarakat unbanked ke dalam ekosistem ekonomi formal nasional.

Akses terhadap layanan perbankan bukan sekadar soal memiliki buku tabungan, melainkan pintu gerbang utama penyaluran bantuan sosial, pembiayaan usaha mikro, hingga pencegahan jeratan rentenir digital. Namun, di balik ambisi pemerintah memperluas jangkauan perbankan, terdapat tantangan struktural yang memerlukan penanganan terpadu lintas kementerian dan otoritas keuangan.

Menjembatani Jurang Inklusi dan Literasi Keuangan

Data otoritas terkait menunjukkan bahwa kendati tingkat inklusi keuangan terus merangkak naik, tingkat literasi keuangan masyarakat masih tertinggal cukup jauh. Kesenjangan ini menjadi celah berbahaya yang kerap dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan finansial, mulai dari skema investasi bodong hingga praktik pinjaman online ilegal.

"Masyarakat tidak boleh hanya sekadar dibukakan rekening lalu ditinggalkan tanpa pemahaman. Memiliki rekening bank adalah langkah awal, tetapi memahami cara mengelola risiko dan memanfaatkan instrumen perbankan secara produktif adalah kunci kedaulatan ekonomi rakyat," ujar pejabat otoritas moneter dalam evaluasi program keuangan inklusif.

Melalui inisiatif pembukaan rekening massal, pemerintah menargetkan sejumlah segmen prioritas, antara lain:

  • Pelajar dan Mahasiswa: Pembiasaan menabung sejak dini melalui program rekening Simpanan Pelajar (SimPel) guna membangun fondasi perencanaan keuangan generasi muda.
  • Pelaku UMKM: Memudahkan akses pencatatan transaksi digital dan pembiayaan produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).
  • Penerima Bantuan Sosial: Menjamin penyaluran subsidi tepat sasaran langsung ke rekening penerima tanpa perantara demi meminimalisasi pemotongan liar.
  • Masyarakat di Wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar): Mengoptimalkan peran agen bank tanpa kantor (*branchless banking*) untuk menjangkau titik-titik yang belum tersentuh kantor cabang fisik.

Tantangan Rekening Pasif dan Kejahatan Finansial

Investigasi di lapangan memperlihatkan bahwa program pembukaan rekening massal di masa lalu kerap menyisakan masalah berupa tingginya angka rekening pasif (dormant accounts). Banyak warga membuka rekening semata-mata untuk mencairkan bantuan, setelah itu saldo dibiarkan kosong dan rekening ditinggalkan.

Selain ancaman rekening pasif, pengawasan ketat juga mutlak diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan rekening oleh sindikat kriminal. Fenomena jual-beli rekening bank untuk menampung dana judi online dan pencucian uang menjadi alarm keras bagi perbankan nasional untuk memperketat verifikasi data nasabah (Know Your Customer/KYC) tanpa mempersulit akses bagi warga miskin.

Ke depan, integrasi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan sistem perbankan terpadu diharapkan mampu menciptakan ekosistem keuangan yang transparan, aman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User