Sep 09, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Polres Tulang Bawang Siagakan Patroli Pascapemadaman 38 Titik Api

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah pesisir Kabupaten Tulang Bawang memasuki fase kritis. Aparat kepolisian bersama tim gabungan berhas

Polres Tulang Bawang Siagakan Patroli Pascapemadaman 38 Titik Api

Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah pesisir Kabupaten Tulang Bawang memasuki fase kritis. Aparat kepolisian bersama tim gabungan berhasil melumpuhkan 38 titik api yang sempat membakar kawasan semak belukar kering dan lahan gambut di wilayah Kecamatan Gedung Meneng serta Dente Teladas. Meskipun seluruh titik api dinyatakan padam secara visual, potensi bencana susulan masih membayangi kawasan tersebut akibat sifat alami lahan gambut yang mampu menyimpan bara api di bawah permukaan tanah.

Karakteristik ekosistem gambut di Tulang Bawang menjadikan wilayah ini sangat rentan selama musim kemarau panjang. Ketika lapisan atas mengering, material organik di bawahnya menjadi bahan bakar yang sangat efektif. Kebakaran tidak lagi bergerak secara horizontal di atas permukaan, melainkan menjalar secara vertikal ke dalam lapisan tanah yang lebih dalam. Hal ini memicu kekhawatiran terjadinya re-flaring atau kemunculan kembali kobaran api secara mendadak saat angin kencang berembus.

Kronologi Penanganan Karhutla di Dente Teladas

Penanganan gelombang Karhutla di wilayah hukum Polsek Dente Teladas melibatkan strategi respon cepat dari berbagai unsur. Berdasarkan inventarisasi data lapangan, berikut adalah urutan penanganan bencana kebakaran yang melanda wilayah tersebut:

  1. Deteksi Dini Titik Panas: Satelit pemantau mengonfirmasi adanya akumulasi 38 titik api yang tersebar di area rawan Kecamatan Gedung Meneng dan Dente Teladas.
  2. Mobilisasi Tim Gabungan: Personel Polsek Dente Teladas, Polres Tulang Bawang, TNI, BPBD, dan relawan masyarakat diterjunkan langsung membawa peralatan pemadam portable ke lokasi yang sulit diakses.
  3. Eksekusi Pemadaman Total: Petugas melakukan pembasahan intensif (cooling system) untuk memastikan lidah api permukaan dapat dipadamkan secara menyeluruh.
  4. Penyisiran Pascapemadaman: Tim melanjutkan pemantauan ketat guna mendeteksi asap tipis yang mengindikasikan bara aktif di dalam tanah.

Ancaman Tersembunyi: Gambut vs Lahan Mineral

Analisis di lapangan menunjukkan bahwa risiko terbesar Karhutla kali ini bersumber dari karakteristik vegetasi semak belukar kering yang menutupi lapisan gambut. Berikut perbandingan tingkat kerawanan antara lahan gambut dan lahan mineral saat terpapar musim kemarau ekstrem:

Kategori Evaluasi Lahan Gambut Lahan Mineral
Penetrasi Api Mencapai kedalaman di bawah permukaan tanah Terbatas pada vegetasi permukaan
Kecepatan Pemadaman Lambat, membutuhkan penyiraman air volume tinggi Relatif cepat dengan pemadaman standar
Potensi Api Susulan Sangat Tinggi (menyimpan bara dalam tanah) Rendah setelah material permukaan habis

Kapolsek Dente Teladas, Ipda Nurkolik, menegaskan bahwa penanganan lahan gambut tidak boleh dihentikan hanya karena api di permukaan sudah tidak terlihat secara kasat mata.

"Benar, dari hasil pemeriksaan di lapangan, api sudah dalam kondisi padam. Namun, kami tetap melakukan pemantauan karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api muncul kembali," ungkap Ipda Nurkolik saat memberikan keterangan resminya.

Langkah Preventif dan Penegakan Hukum

Sebagai langkah pengamanan jangka panjang, pihak kepolisian kini memfokuskan sumber daya pada kegiatan patroli preventif dan sosialisasi edukatif kepada masyarakat sekitar. Langkah ini diambil mengingat mayoritas pemicu Karhutla di wilayah gambut sering kali berkorelasi dengan aktivitas pembukaan lahan secara tidak bertanggung jawab.

Jajaran Polres Tulang Bawang memperingatkan masyarakat dan pengelola perkebunan agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun selama musim kemarau. Pengawasan ketat akan terus ditingkatkan di titik-titik krusial Gedung Meneng dan Dente Teladas guna mencegah terulangnya insiden yang dapat merusak ekosistem serta memicu bencana kabut asap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User