Polisi Berhasil Identifikasi Pelaku Teror Bom di SD Jagakarsa

Jakarta – Aparat kepolisian berhasil memperoleh identitas pelaku yang diduga kuat berada di balik ancaman bom di Sekolah Dasar Negeri Srengseng Sawah 15, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ancama...

Jul 13, 2026 - 16:32
0 1
Polisi Berhasil Identifikasi Pelaku Teror Bom di SD Jagakarsa

Jakarta – Aparat kepolisian berhasil memperoleh identitas pelaku yang diduga kuat berada di balik ancaman bom di Sekolah Dasar Negeri Srengseng Sawah 15, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ancaman itu muncul tepat ketika sekolah sedang menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Penemuan identitas ini menjadi titik terang setelah tim Gegana dan Detasemen Khusus 88 Antiteror melakukan penyisiran intensif di seluruh area sekolah.

Kronologi Ancaman di Tengah MPLS

Informasi mengenai potensi bahan peledak di lingkungan sekolah pertama kali diterima pada sesi awal MPLS. Program tahunan yang mempertemukan siswa anyar dengan lingkungan belajarnya itu seketika berubah menjadi situasi darurat. Pihak sekolah langsung mengevakuasi peserta didik dan tenaga pengajar ke titik kumpul yang telah ditentukan sambil menunggu kedatangan petugas. Meski detil teknis penyampaian ancaman belum diumbar, langkah cepat tersebut diyakini mencegah kepanikan meluas.

Ketika regu keamanan tiba, area sekolah tampak lengang. Hanya sejumlah guru dan petugas keamanan internal yang berjaga di perimeter luar. Suasana mencekam sempat menyelimuti warga sekitar yang menyaksikan iring-iringan kendaraan taktis memasuki kompleks SD. Hingga saat proses evakuasi berlangsung, tidak ada laporan mengenai korban cedera.

Penyisiran Gegana dan Densus 88

Tim penjinak bom dari Gegana Brimob serta personel Densus 88 langsung menjalankan prosedur standar penanganan ancaman teror. Mereka menyisir setiap sudut sekolah: ruang kelas, ruang guru, gudang, toilet, hingga halaman dan area parkir. Anjing pelacak turut dikerahkan untuk mendeteksi jejak bahan peledak. Operasi yang memakan waktu lebih dari dua jam itu berakhir setelah petugas memastikan tidak ada benda mencurigakan yang tertinggal.

Selagi penyisiran berjalan, penyidik berpakaian preman mulai mewawancarai saksi. Kepala sekolah, guru yang pertama menerima laporan, serta beberapa orang tua yang kebetulan berada di lokasi dimintai keterangan. Rekaman kamera pengawas milik sekolah dan tetangga sekitar segera diamankan sebagai barang bukti awal. Serpihan informasi inilah yang kemudian mengarahkan polisi pada satu figur kunci.

Identitas Pelaku di Tangan Polisi

Setelah serangkaian analisis dan pengumpulan data, polisi mengumumkan bahwa identitas peneror sudah dikantongi. Meski belum dirilis ke publik, sumber internal menyebut pelaku merupakan individu yang rekam jejaknya tidak asing bagi aparat. Dugaan sementara mengarah pada motif tunggal yang dicampuri unsur dendam personal, namun keterkaitan dengan jaringan tertentu belum sepenuhnya dikesampingkan. Tim investigasi menelusuri komunikasi digital dan riwayat pergerakan terduga guna memperkuat alat bukti sebelum menjemput paksa.

Juru bicara kepolisian daerah dalam keterangan tertulisnya menekankan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja simultan antara fungsi intelijen dan reserse. "Kami sudah mengantongi satu nama. Sekarang sedang kami dalami perannya, apakah ia bertindak sendiri atau bagian dari rangkaian yang lebih besar," ungkapnya. Polisi juga meminta masyarakat tidak berspekulasi sembari menjamin situasi keamanan sekolah telah sepenuhnya pulih.

Langkah Pemulihan dan Pencegahan

Pihak sekolah bersama dinas pendidikan setempat berencana menggelar sesi dukungan psikososial bagi siswa yang sempat mengalami guncangan. Aktivitas belajar mengajar dijadwalkan kembali normal keesokan harinya, dengan pengamanan internal diperketat. Pos pemeriksaan di gerbang, pembatasan akses tamu, serta penambahan personel keamanan menjadi kebijakan sementara yang diterapkan.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan bahwa ancaman teror dapat menyasar fasilitas publik kapan saja. Polisi mengimbau warga untuk segera melapor melalui saluran resmi jika menemukan indikasi serupa. Dengan identitas pelaku yang sudah berada di tangan, penegak hukum optimistis proses penangkapan akan terlaksana dalam waktu dekat, sehingga rasa aman di lingkungan sekolah dapat sepenuhnya dipulihkan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User