Sep 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Cek Fakta

Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan 150 UMKM Binaan

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina SMEXPO 2026 secara serentak di sejumlah kota besar di Indonesia. Ajang pameran usaha mikro, kecil, dan m

Pertamina SMEXPO 2026 Digelar, Libatkan 150 UMKM Binaan

PT Pertamina (Persero) kembali menggelar Pertamina SMEXPO 2026 secara serentak di sejumlah kota besar di Indonesia. Ajang pameran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan energi pelat merah tersebut untuk memperluas akses pasar dan promosi bagi pelaku usaha binaan. Tidak tanggung-tanggung, lebih dari 150 UMKM binaan dari berbagai sektor dilibatkan dalam gelaran tahun ini, mulai dari kuliner, kriya, fesyen, hingga produk digital dan teknologi tepat guna.

Pertamina SMEXPO sendiri bukan ajang baru. Sejak beberapa tahun terakhir, program ini menjadi salah satu instrumen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) Pertamina yang menyasar pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun, skala pelibatan UMKM pada 2026 tercatat lebih besar dibanding periode sebelumnya. Peningkatan ini menandai arah baru kebijakan hilirisasi UMKM yang digarap serius oleh perusahaan, tidak lagi sekadar seremonial.

Kronologi dan Sebaran Kegiatan

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lurusin.com, rangkaian SMEXPO 2026 digelar bertahap di beberapa wilayah. Berikut urutan penyelenggaraannya:

  1. Pembukaan serentak dilakukan di kota utama, diikuti kota-kota regional pada pekan berikutnya.
  2. Pameran produk menghadirkan tenant UMKM binaan dari wilayah operasi Pertamina, termasuk daerah terpencil yang selama ini sulit mengakses pasar nasional.
  3. Business matching mempertemukan UMKM dengan pembeli korporat, ritel modern, dan marketplace digital.
  4. Pelatihan dan workshop mencakup literasi digital, sertifikasi produk, hingga strategi ekspor.
  5. Penutupan dan evaluasi dengan pengumuman transaksi serta kesepakatan kerja sama yang terbentuk.

Sejumlah peserta mengaku ajang ini menjadi pintu masuk untuk menjangkau pembeli yang sebelumnya tidak terjangkau. “Kami tidak hanya dapat panggung pameran, tapi juga pelatihan dan akses pembiayaan,” ujar salah satu pelaku UMKM kuliner asal Jawa Barat, seperti dikutip dari keterangan resmi penyelenggara.

Perbandingan Skala Pelibatan UMKM

Untuk melihat arah kebijakan Pertamina terhadap UMKM, penting membandingkan skala pelibatan lintas tahun. Data berikut menggambarkan pergeseran jumlah peserta dan sektor yang dilibatkan.

Tahun Jumlah UMKM Sektor Dominan Kota Penyelenggara
2023 ± 80 Kuliner & Kriya 3 kota
2024 ± 100 Kuliner, Fesyen 4 kota
2025 ± 120 Makanan Olahan, Digital 5 kota
2026 150+ Multisektor 6 kota

Dari tabel di atas terlihat tren peningkatan jumlah UMKM yang dilibatkan setiap tahun. Pada 2026, terjadi lonjakan sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor yang disasar pun makin beragam, tidak lagi terbatas pada kuliner dan kriya, tetapi mulai merambah produk berbasis teknologi.

Analisis: Antara Pemberdayaan dan Ketergantungan

Pengamat ekonomi kerakyatan menilai langkah Pertamina memperluas pelibatan UMKM adalah sinyal positif. Namun, ia mengingatkan agar program semacam ini tidak berhenti pada pameran musiman.

“SMEXPO bagus sebagai etalase. Tapi yang lebih penting adalah keberlanjutan akses pasar setelah acara selesai. UMKM jangan hanya jadi pelengkap laporan TJSL korporasi,” ujar seorang akademisi ekonomi dari sebuah universitas negeri di Jakarta.

Kritik serupa kerap muncul dalam diskusi kebijakan UMKM nasional. Selama ini, banyak program pemberdayaan perusahaan besar yang berakhir selepas acara, tanpa pendampingan jangka panjang. Pertamina berpotensi membalik pola itu jika mampu mengonversi peserta SMEXPO menjadi mitra rantai pasok tetap, termasuk melalui program pengadaan barang dan jasa internal perusahaan.

Selain itu, kehadiran lebih dari 150 UMKM dalam satu ajang memunculkan pertanyaan soal distribusi manfaat. Apakah UMKM dari daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) mendapat porsi setara dengan pelaku usaha di kota besar? Transparansi data peserta dan nilai transaksi menjadi kunci untuk menilai keberhasilan program ini secara objektif.

Dampak dan Proyeksi ke Depan

Jika melihat pola pertumbuhan peserta, Pertamina SMEXPO 2026 berpotensi mencatat nilai transaksi lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Business matching yang mempertemukan UMKM dengan pembeli korporat menjadi penentu utama. Kesepakatan pasokan jangka panjang, bukan sekadar penjualan harian, akan menjadi indikator riil keberhasilan.

Pemerintah sendiri menargetkan kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto terus meningkat. Sinergi antara BUMN dan UMKM menjadi salah satu pilar untuk mencapai target tersebut. Karena itu, langkah Pertamina perlu dibaca dalam kerangka kebijakan nasional, bukan sekadar kegiatan seremonial perusahaan.

Yang perlu dicermati ke depan adalah apakah SMEXPO mampu menghasilkan alumni UMKM yang naik kelas secara mandiri. Tanpa itu, pameran besar dengan ratusan peserta hanya akan menjadi rutinitas tahunan tanpa dampak struktural. Publik berhak menuntut data dan evaluasi terbuka atas program yang menggunakan anggaran perusahaan negara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User