Aug 28, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Peran Senior Research Fellow Inovasi ERIA dan Kontribusinya bagi ASEAN

JAKARTA — Ekonomi kawasan Asia Tenggara tengah berada di persimpangan antara kejar-kejaran pertumbuhan dan tuntutan keberlanjutan. Di tengah dinamika itu, Economic Research Institute for ASEAN and E...

Peran Senior Research Fellow Inovasi ERIA dan Kontribusinya bagi ASEAN

JAKARTA — Ekonomi kawasan Asia Tenggara tengah berada di persimpangan antara kejar-kejaran pertumbuhan dan tuntutan keberlanjutan. Di tengah dinamika itu, Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) menempatkan Venkatachalam Anbumozhi sebagai Senior Research Fellow for Innovation. Penempatan ini menegaskan arah lembaga riset kebijakan tersebut untuk menjadikan inovasi sebagai poros utama kajian ekonomi kawasan.

Jembatan antara Riset dan Kebijakan

ERIA adalah lembaga riset kebijakan yang dibentuk pada 2008 berdasarkan kesepakatan para pemimpin ASEAN dan negara-negara Asia Timur. Kantor pusatnya berada di Jakarta. Lembaga ini lahir dari kesadaran bahwa integrasi ekonomi kawasan membutuhkan analisis berbasis bukti, bukan sekadar kesepakatan politik. Sejak berdiri, ERIA menyediakan kajian bagi forum-forum tingkat tinggi ASEAN, termasuk KTT Asia Timur dan pertemuan para menteri ekonomi.

Posisi Senior Research Fellow for Innovation berada di garis depan mandat tersebut. Peran ini tidak berhenti pada produksi makalah akademik. Tugas utamanya adalah menerjemahkan temuan riset menjadi rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi negara anggota. Dengan kata lain, posisi ini menjadi jembatan antara dunia penelitian dan ruang pengambilan keputusan.

Profil dan Fokus Kajian

Anbumozhi bukan nama baru dalam diskursus kebijakan kawasan. Sebagai ekonom dengan perhatian pada ekonomi pembangunan dan lingkungan, ia selama ini aktif dalam kajian yang menghubungkan agenda perubahan iklim dengan strategi pertumbuhan. Persinggungan antara kebijakan energi, industrialisasi, dan tata kelola lingkungan menjadi benang merah dari banyak tulisannya.

Dalam konteks peran barunya, fokus tersebut diterjemahkan ke dalam sejumlah pertanyaan kebijakan: bagaimana negara berkembang mengejar industrialisasi tanpa mengorbankan lingkungan, bagaimana insentif fiskal dapat mendorong adopsi teknologi bersih, dan bagaimana kerja sama regional dapat mempercepat penyebaran inovasi dari pusat-pusat teknologi global ke pasar negara berkembang.

Inovasi sebagai Agenda Prioritas

Mengapa inovasi diangkat menjadi bidang khusus? Data menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN masih menghadapi kesenjangan produktivitas dibandingkan ekonomi maju. Pertumbuhan yang selama ini bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam dan tenaga kerja murah mulai kehilangan daya dorong. Di sinilah inovasi — baik inovasi teknologi, proses, maupun kebijakan — dipandang sebagai pengganti mesin pertumbuhan yang baru.

Selain itu, tekanan perubahan iklim menuntut negara-negara kawasan mengadopsi teknologi bersih dan model industri rendah karbon. Kajian yang diampu posisi ini menyentuh persoalan tersebut: bagaimana kebijakan publik dapat merangsang investasi hijau, efisiensi energi, dan transfer teknologi dari negara maju ke negara berkembang.

Tantangan Ekosistem Inovasi ASEAN

Ekosistem inovasi di ASEAN masih dihiasi berbagai hambatan. Belanja riset dan pengembangan di sebagian besar negara anggota masih jauh di bawah rata-rata global. Keterbatasan infrastruktur riset, minimnya keterkaitan antara perguruan tinggi dan industri, serta lemahnya perlindungan kekayaan intelektual menjadi persoalan klasik yang kerap muncul dalam kajian lembaga-lembaga internasional.

Kajian yang dihasilkan posisi ini diharapkan menyumbang peta jalan yang lebih realistis. Alih-alih menawarkan resep tunggal, rekomendasi yang baik adalah yang mempertimbangkan keragaman tingkat kesiapan teknologi antarnegara anggota. Di sinilah nilai posisi peneliti senior: mampu membaca keragaman tersebut tanpa kehilangan arah besar integrasi kawasan.

Relevansi bagi Indonesia

Bagi Indonesia, keberadaan posisi ini memiliki makna strategis ganda. Pertama, sebagai tuan rumah ERIA, Indonesia memiliki akses langsung terhadap hasil kajian lembaga tersebut. Kedua, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi salah satu laboratorium utama bagi rekomendasi kebijakan inovasi yang dihasilkan.

Sejumlah agenda nasional — seperti hilirisasi industri, pengembangan kendaraan listrik, dan transisi energi — sejalan dengan arah kajian yang diusung posisi Senior Research Fellow for Innovation. Rekomendasi yang lahir dari riset semacam ini dapat menjadi masukan berharga bagi perumusan kebijakan industri dalam negeri.

Catatan Penutup

Penempatan peneliti senior di bidang inovasi mencerminkan keseriusan kawasan dalam menghadapi persaingan global dan krisis iklim secara bersamaan. Dengan figur yang berpengalaman mengkaji persoalan ekonomi pembangunan dan lingkungan, diharapkan kajian yang dihasilkan tidak hanya tajam secara akademik, tetapi juga relevan secara praktis bagi para pengambil kebijakan di ASEAN dan Asia Timur.

Pada akhirnya, posisi seperti ini mengingatkan bahwa masa depan ekonomi kawasan tidak ditentukan oleh sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan mengelola pengetahuan dan inovasi. Riset kebijakan yang berkualitas menjadi prasyarat agar keputusan yang diambil tidak sekadar reaktif terhadap krisis, tetapi proaktif membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User