Pentas Drama Putri Mandalika Bahasa Inggris Pukau Gus Ipul di Open House

Gelaran Istimewa di Bumi Nusa Tenggara BaratSuasana berbeda menyelimuti halaman Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat pada gelaran open house yang diselenggarakan baru-baru ini. Bukan sekadar pameran ...

Jul 12, 2026 - 18:06
0 1
Pentas Drama Putri Mandalika Bahasa Inggris Pukau Gus Ipul di Open House

Gelaran Istimewa di Bumi Nusa Tenggara Barat

Suasana berbeda menyelimuti halaman Sekolah Rakyat di Nusa Tenggara Barat pada gelaran open house yang diselenggarakan baru-baru ini. Bukan sekadar pameran hasil karya atau bazar kuliner, institusi pendidikan ini memilih menyuguhkan sebuah pertunjukan teater yang cukup ambisius: pementasan legenda Putri Mandalika yang dilakonkan sepenuhnya dalam bahasa Inggris. Keputusan artistik ini sontak mencuri perhatian, terutama karena tamu istimewa yang hadir adalah Menteri Sosial, Gus Ipul, yang menyaksikan langsung penampilan para siswa dari awal hingga akhir.

Legenda Putri Mandalika dalam Balutan Bahasa Global

Legenda Putri Mandalika, cerita rakyat yang sangat melekat dengan tradisi Bau Nyale di Lombok, diadaptasi menjadi naskah teater berdurasi sekitar tiga puluh menit. Adaptasi ini mempertahankan esensi kisahnya: seorang putri yang rela mengorbankan diri demi menghindari pertumpahan darah di antara para pangeran yang memperebutkan dirinya, kemudian tubuhnya berubah menjadi cacing laut berwarna-warni yang disebut nyale.

Namun, yang membuat pementasan ini berbeda adalah medium yang digunakan. Dialog-dialog emosional, monolog reflektif, hingga narasi pembuka dan penutup dibawakan dalam bahasa Inggris yang fasih. Pemilihan ini tidak muncul begitu saja—para guru dan pembimbing ingin menunjukkan bahwa siswa-siswi dari sekolah yang menyasar masyarakat kurang mampu ini memiliki kemampuan linguistik yang tidak kalah bersaing dengan sekolah formal pada umumnya.

Para pemain yang terlibat berasal dari berbagai jenjang usia, mulai dari kelas empat hingga kelas enam sekolah dasar. Mereka berlatih selama hampir delapan minggu di bawah bimbingan guru seni dan guru bahasa Inggris. Proses latihan mencakup pengucapan, intonasi, ekspresi panggung, hingga pemahaman mendalam terhadap karakter yang mereka perankan. Hasilnya, sebuah pertunjukan yang tidak hanya menghibur tetapi juga membuktikan bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas dapat melahirkan talenta luar biasa dari lingkungan yang selama ini kerap dipandang sebelah mata.

Apresiasi Langsung dari Menteri Sosial

Kehadiran Gus Ipul di acara open house ini bukan sekadar seremonial. Ia tampak serius menyimak setiap adegan, sesekali tersenyum ketika dialog-dialog jenaka muncul, dan memberikan tepuk tangan meriah saat pertunjukan berakhir. Dalam sambutan singkat yang disampaikan setelah pementasan, Mensos menyampaikan kekagumannya terhadap keberanian para siswa tampil menggunakan bahasa asing di hadapan publik.

Beliau menekankan bahwa apa yang ditunjukkan oleh anak-anak Sekolah Rakyat NTB ini adalah bukti nyata bahwa potensi besar tersebar merata di seluruh pelosok negeri. Tugas pemerintah adalah memastikan potensi tersebut mendapatkan ruang dan dukungan untuk berkembang. Gus Ipul juga menyempatkan diri berfoto bersama para pemain dan tim produksi, mengabadikan momen yang kemungkinan besar akan menjadi kenangan tak terlupakan bagi anak-anak tersebut.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh para guru pendamping. Salah satu pembimbing mengungkapkan bahwa kepercayaan diri para siswa meningkat pesat sejak terlibat dalam produksi drama ini. Mereka yang awalnya malu-malu berbicara bahasa Inggris di kelas, kini justru antusias mempraktikkan kemampuan berbahasa mereka dalam kegiatan sehari-hari. Transformasi ini menjadi salah satu indikator keberhasilan metode pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan sekolah.

Open House sebagai Jendela Transparansi dan Inspirasi

Acara open house Sekolah Rakyat NTB dirancang bukan sekadar seremoni rutin, melainkan sebagai wahana transparansi dan ajang inspirasi. Masyarakat umum, orang tua murid, serta pemangku kepentingan diundang untuk melihat langsung proses dan hasil pembelajaran yang berlangsung. Selain pementasan drama, pengunjung juga dapat menjelajahi pameran karya tulis, hasil kerajinan tangan, serta demonstrasi keterampilan praktis yang dipelajari siswa di kelas reguler.

Dengan adanya penampilan berbahasa Inggris yang menjadi magnet utama, sekolah berharap dapat mengubah persepsi publik terhadap institusi pendidikan non-formal. Stigma bahwa sekolah rakyat hanya mengajarkan keterampilan dasar terpatahkan oleh bukti bahwa siswanya mampu mengeksekusi produksi teater dwibahasa yang kompleks. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang Sekolah Rakyat untuk menjadi model pendidikan inklusif yang menghasilkan lulusan kompetitif, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Pentas drama ini juga menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal seperti legenda Putri Mandalika tetap relevan untuk diangkat ke permukaan, bahkan dengan sentuhan bahasa internasional. Para siswa tidak hanya belajar tentang akar budaya mereka, tetapi juga mengemasnya dalam format yang bisa diapresiasi oleh khalayak yang lebih luas. Pendekatan semacam ini penting untuk menumbuhkan kebanggaan identitas sekaligus kesiapan berkomunikasi di panggung global sejak usia dini.

Tonggak Baru bagi Sekolah Rakyat

Kesuksesan open house yang dimeriahkan pertunjukan dwibahasa ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi pengembangan Sekolah Rakyat di NTB dan wilayah lainnya. Kehadiran tokoh nasional seperti Gus Ipul memberikan legitimasi dan motivasi tambahan bagi seluruh civitas akademika. Ke depan, rencana untuk memperluas produksi seni serupa—mungkin dengan mengadaptasi cerita rakyat dari daerah lain—sudah mulai dibicarakan oleh jajaran pengajar.

Para siswa yang terlibat dalam pementasan juga menyatakan kebanggaannya. Mereka tidak menyangka bahwa latihan keras selama hampir dua bulan dapat menghasilkan pengalaman yang begitu berharga. Lebih dari sekadar tepuk tangan, mereka mendapatkan kepercayaan bahwa masa depan yang cerah bukanlah monopoli anak-anak dari keluarga berada. Dengan kerja keras, bimbingan yang tepat, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman, mereka dapat mencapai hal-hal yang sebelumnya hanya dianggap mimpi.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User