Oct 08, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Pentagon Akui Stok Amunisi Militer AS Menipis Pascaperang Melawan Iran

WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) akhirnya secara resmi mengakui bahwa operasi militer skala besar terhadap Iran telah memicu k

Pentagon Akui Stok Amunisi Militer AS Menipis Pascaperang Melawan Iran

WASHINGTON — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) akhirnya secara resmi mengakui bahwa operasi militer skala besar terhadap Iran telah memicu krisis inventaris senjata strategis. Laporan investigasi internal dari Kantor Inspektur Jenderal Pentagon mengungkap adanya hambatan parah (bottlenecks) pada basis industri pertahanan nasional dalam memproduksi kembali amunisi yang terkuras habis selama perang berlangsung.

Dokumen komprehensif pertama yang dirilis pada Senin tersebut memaparkan rincian biaya fantastis, tingkat kerusakan alutsista, hingga penurunan drastis cadangan persenjataan militer AS. Temuan ini sekaligus mengonfirmasi kekhawatiran berbagai analis intelijen dan pertahanan global yang selama berbulan-bulan menyoroti kerapuhan rantai pasok amunisi Washington.

Temuan Investigasi: Defisit Amunisi dan Rincian Biaya Perang

Berdasarkan data audit resmi Pentagon yang mencakup periode 28 Februari hingga 30 Juni, perang tersebut menelan biaya operasional langsung sedikitnya $33,4 miliar (sekitar Rp544 triliun). Lebih dari 50.000 personel militer AS dikerahkan untuk menjalankan ribuan misi tempur udara dan laut.

"Kampanye militer terhadap Iran mengakibatkan defisit inventaris strategis serta menyingkap sumbatan struktural pada basis industri manufaktur amunisi AS," tulis ringkasan laporan Inspektur Jenderal Pentagon tersebut.

Laporan tersebut memerinci alokasi anggaran operasional langsung selama empat bulan pertempuran sebagai berikut:

  • $22,3 miliar habis murni untuk konsumsi amunisi taktis dan strategis (rudal presisi, bom udara, dan sistem pertahanan udara).
  • $3,7 miliar tercatat sebagai nilai kerugian dan kerusakan alutsista tempur.
  • $7,4 miliar dialokasikan untuk logistik tempur, bahan bakar, dan pengeluaran operasional pendukung lainnya.

Kronologi Eskalasi Anggaran dan Perbedaan Data Resmi

Audit investigatif ini juga menyoroti perbedaan tajam antara angka resmi yang dirilis Pentagon ke publik dengan kalkulasi jangka panjang yang sebenarnya. Berikut adalah lini masa pengungkapan biaya perang tersebut:

  1. 28 Februari – 30 Juni: Periode utama kampanye serangan udara dan pertahanan terpadu AS-Israel terhadap target-target militer Iran yang menghabiskan rata-rata miliaran dolar amunisi per bulan.
  2. Akhir Juli: Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan di hadapan Kongres bahwa perang tersebut telah menyedot anggaran pertahanan sekitar $37,5 miliar.
  3. Agustus: Kebocoran proyeksi internal yang dipublikasikan media internasional mengindikasikan estimasi total biaya akhir dapat melambung hingga $80 miliar hingga $100 miliar (mencapai Rp1.600 triliun).

Kesenjangan data anggaran terjadi karena audit awal Inspektur Jenderal belum memasukkan pos biaya restorasi fasilitas militer yang rusak, biaya pengadaan pesawat pengganti, serta kontrak jangka panjang untuk memulihkan kembali persediaan rudal pencegat yang kini berada pada level kritis.

Ancaman terhadap Kesiapan Pertahanan Global AS

Krisis pasokan ini menempatkan Washington dalam posisi rentan di teater geopolitik lain, terutama di kawasan Indo-Pasifik dan Eropa Timur. Para produsen senjata utama AS menghadapi kendala kelangkaan bahan baku, keterbatasan kapasitas pabrik, dan rantai pasok komponen mikroelektronika yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali normal.

Investigasi Pentagon ini menjadi peringatan keras bagi para pengambil kebijakan di Washington bahwa dominasi militer konvensional AS kini terkendala oleh kapasitas produksi industri senjata domestik yang lambat mengimbangi laju perang modern berintensitas tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User