Pengunjung Serbu Diskon 70 Persen di Hari Terakhir PRJ
Kemeriahan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2024 mencapai puncaknya pada hari terakhir, Minggu (14/7). Ribuan pengunjung memadati arena JIExpo Kemayoran sejak pagi
Kemeriahan Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2024 mencapai puncaknya pada hari terakhir, Minggu (14/7). Ribuan pengunjung memadati arena JIExpo Kemayoran sejak pagi demi memburu aneka produk dengan potongan harga hingga 70 persen. Bagi banyak keluarga, ‘closingan’ PRJ telah menjadi ritual tahunan yang ditunggu untuk mendapatkan barang impian dengan harga miring, sekaligus menikmati suasana pasar malam terbesar di Asia Tenggara.
Sejak pukul 10.00 WIB, antrean kendaraan mengular di pintu masuk. Para pengunjung terlihat antusias menyusuri lorong-lorong stan, menenteng tas belanja penuh dengan pakaian, peralatan rumah tangga, makanan ringan, hingga gadget. Diskon 70 persen menjadi magnet utama, terutama di sektor fesyen dan produk kecantikan yang memang selalu menjadi primadona di jam-jam akhir perhelatan.
Antusiasme yang Melampaui Ekspektasi
Salah satu pengunjung, Rina (34), warga Bekasi, mengaku sengaja datang di hari terakhir karena pengalaman tahun sebelumnya. Ia membawa serta suami dan dua anaknya. “Tahun lalu saya dapat blender setengah harga, sekarang dapat sepatu anak diskon 70 persen. Rasanya puas banget bisa hemat sambil rekreasi keluarga,” tuturnya sambil menunjukkan kantung belanja bertuliskan merek ternama.
Tidak hanya Rina, banyak pengunjung yang memiliki strategi khusus. Sebagian memilih datang lebih awal agar bisa memilih barang sebelum kehabisan stok, sementara yang lain justru menunggu menjelang malam karena yakin pedagang akan memberikan ‘diskon gelap’ tambahan untuk menghabiskan barang dagangan. Mitos diskon tambahan di jam-jam terakhir tampaknya benar adanya. Beberapa stan pakaian bahkan memasang spanduk bertuliskan ‘Beli 2 Gratis 1’ dan ‘Harga Spesial Closing: Ambil 3 Bayar Rp100 Ribu’.
Strategi Pedagang: Jual Rugi demi Kosongkan Gudang
Di sisi lain, para pedagang mengakui bahwa mereka rela memangkas margin keuntungan demi mengosongkan stok yang tersisa. “Mending dijual rugi sedikit daripada harus bayar ongkos angkut balik ke gudang,” ujar Hendra, pemilik stan sepatu yang sudah berjualan di PRJ selama lima tahun. Ia mencontohkan sepatu olahraga yang semula dibanderol Rp350 ribu, kini dilego seharga Rp105 ribu. “Begitu spanduk diskon 70 persen dipasang, barang langsung ludes dalam dua jam,” tambahnya dengan nada lega.
Sementara itu, pedagang makanan ringan juga tak mau kalah. Berbagai produk seperti keripik, kacang, dan kue kering dijual dalam paket hemat dengan harga mulai Rp10 ribuan. Beberapa di antaranya bahkan memberikan tester tanpa batas untuk menarik minat pengunjung. “Hari terakhir ini memang perang harga, siapa yang paling berani diskon, dia yang dapat pembeli,” kata Yanti, penjual kacang asal Garut yang mengaku omzetnya justru naik 40 persen di hari penutupan dibanding hari biasa.
Dari Elektronik hingga Properti: Semua Terimbas Euforia Diskon
Tak hanya produk konsumsi, sektor elektronik dan otomotif juga ikut meramaikan pesta diskon. Beberapa merek televisi menawarkan potongan harga hingga Rp2 juta untuk pembelian tunai, sementara stan motor menampilkan program ‘DP 0 persen dan gratis servis dua tahun’. Bahkan pengembang properti yang membuka stan di PRJ melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah transaksi.
Menariknya, fenomena belanja ‘lapar mata’ di hari terakhir ini turut mendorong transaksi non-tunai. Dompet digital dan QRIS menjadi alat pembayaran dominan. Data dari penyelenggara menunjukkan lebih dari 65 persen transaksi di hari terakhir dilakukan secara cashless. Hal ini memudahkan pengunjung yang tidak ingin repot membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Suasana semakin meriah dengan iringan musik dari panggung utama yang menghadirkan band lokal. Pengunjung tampak bergantian antara berbelanja dan menikmati hiburan. Bagi sebagian generasi muda, PRJ bukan hanya tempat belanja, tetapi juga ajang nongkrong dan berswafoto. Spot-spot dekorasi bertema Jakarta tempo doeloe masih menjadi favorit untuk diunggah ke media sosial.
Menjelang pukul 22.00 WIB, panitia mulai mengumumkan waktu penutupan. Namun, pengunjung masih enggan beranjak. Mereka berharap bisa mendapatkan ‘last minute deal’ dari pedagang yang sudah bersiap berkemas. Seorang pengunjung bernama Adit (27) berhasil membeli drone untuk hobi fotografi udaranya dengan diskon 50 persen setelah tawar-menawar alot. “Pokoknya harus nego sampai titik darah penghabisan,” katanya sambil tertawa.
Dampak Ekonomi dan Harapan untuk Tahun Depan
Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Dr. Putri Lestari, euforia diskon di hari terakhir PRJ mencerminkan perilaku konsumen Indonesia yang cenderung menunda pembelian hingga ada insentif harga signifikan. “Ini adalah respon rasional terhadap ketidakpastian ekonomi. Kelas menengah sangat sensitif terhadap diskon karena bisa menjaga daya beli,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa PRJ tetap menjadi motor penggerak ekonomi Jakarta dengan total transaksi yang diperkirakan menembus Rp7 triliun sepanjang penyelenggaraan tahun ini.
Sekalipun hari telah berganti, kemeriahan PRJ 2024 yang ditutup dengan pesta diskon spektakuler akan menjadi kenangan manis bagi pengunjung. Banyak yang berharap, tahun depan ajang ini bisa kembali hadir dengan inovasi dan penawaran yang lebih menarik. Sementara itu, bagi yang masih kehabisan kesempatan hari ini, pesan dari para pemburu diskon sudah jelas: datang lebih awal, jangan ragu menawar, dan siapkan tenaga ekstra untuk berkeliling.
[SOCIAL_TWEET]: Kejaran diskon 70% di hari terakhir Pekan Raya Jakarta bikin pengunjung rela antre sejak pagi. Dari sepatu hingga drone ludes dalam hitungan jam. #PRJ2024 #DiskonGila #JakartaFair[SOCIAL_TG]: 🛍️ Hari terakhir PRJ: Diskon 70% di mana-mana! Pengunjung serbu sepatu Rp100ribuan, pakaian beli 2 gratis 1, sampai elektronik harga miring. Closing sale gila-gilaan! 🎉
Comments (0)