Pemasok Litium Tiongkok Naikkan Harga, Tekan Produsen Baterai CATL
Jajaran pemasok bahan baku baterai litium terbesar di Tiongkok mengumumkan penyesuaian harga yang signifikan per kuartal ini, mengirim gelombang kejut ke i
Jajaran pemasok bahan baku baterai litium terbesar di Tiongkok mengumumkan penyesuaian harga yang signifikan per kuartal ini, mengirim gelombang kejut ke industri penyimpanan energi dan kendaraan listrik. Berdasarkan dokumen yang diperoleh CarNewsChina, sejumlah perusahaan pemasok lithium karbonat dan lithium hidroksida telah menyampaikan revisi kontrak kepada pabrikan sel baterai, termasuk CATL, dengan kenaikan rata-rata melampaui 15 persen dari harga semester sebelumnya. Kebijakan ini segera memicu evaluasi ulang strategi pengadaan di tingkat manufaktur, terutama bagi pemain dominan yang mengandalkan volume tinggi dan margin tipis.
Pemicu di Balik Lonjakan
Data dari Shanghai Metals Market menunjukkan harga litium karbonat berjangka di bursa Wuxi telah merangkak naik sejak awal Maret, dari kisaran ¥110.000 per ton menjadi ¥130.000 per ton pada penutupan pekan lalu. Kenaikan tertinggi terjadi pada kontrak pengiriman Mei, yang mencatat lompatan harian 4,7 persen dalam dua sesi berturut-turut. Analis pasar mengaitkan eskalasi ini dengan tiga variabel utama: pemulihan permintaan dari sektor penyimpanan energi stasioner, kuota ekspor yang diperketat oleh otoritas pertambangan Sichuan, serta penumpukan inventaris strategis yang dilakukan pabrikan katoda menjelang puncak produksi semester kedua.
Dampak pada Rantai Pasok Baterai
Pemasok litium kelas baterai—yang mayoritas berasal dari provinsi Jiangxi—telah mengirim pemberitahuan resmi kepada mitra hilirnya. Dalam surat tertanggal 2 April yang dikonfirmasi CarNewsChina, salah satu pemasok utama CATL menyatakan bahwa penyesuaian harga tidak dapat dinegosiasikan karena “kesenjangan antara kapasitas tambang dan volume pesanan telah mencapai titik kritis”. Produsen sel berkapasitas besar seperti CATL biasanya mengamankan bahan baku melalui kontrak jangka panjang dengan formula indeksasi, namun klausul eskalasi kini diaktifkan lebih awal dari perkiraan. Biaya material, yang menyumbang sekitar 40–50 persen dari total biaya produksi sel baterai lithium iron phosphate (LFP), diperkirakan akan menggerus margin laba bersih CATL hingga 1,2 poin persentase pada kuartal ketiga, menurut proyeksi internal yang dikutip sumber tanpa atribusi.
“Kami sudah memperhitungkan fluktuasi indeks litium dalam rentang 8–10 persen. Tapi lompatan di atas 15 persen dalam waktu kurang dari tiga bulan jelas di luar skenario konservatif yang kami modelkan,” ujar seorang analis rantai pasok baterai yang berbasis di Shenzhen, dalam wawancara tertutup.
Reaksi Pasar dan Prospek Koreksi
Di tengah tekanan biaya, saham CATL di bursa Shenzhen (SZ: 300750) masih bertahan dalam rentang sempit, meskipun volume transaksi meningkat 22 persen pada sesi setelah berita kenaikan harga mencuat. Pelaku pasar tampaknya mengantisipasi bahwa produsen baterai akan meneruskan sebagian beban ini ke pabrikan otomotif melalui negosiasi harga sel, tetapi dalam skala yang lebih terukur karena kontrak pasokan EV umumnya direvisi per tahun. Sementara itu, beberapa pabrikan katoda telah mulai mengalihkan pembelian ke lithium daur ulang, yang harganya lebih stabil di level ¥95.000 per ton, meskipun volumenya masih terbatas untuk menopang produksi skala penuh. Apabila tren kenaikan berlanjut hingga Juni, konsensus analis memperkirakan biaya paket baterai per kWh bisa naik 5–7 dolar AS, sebuah angka yang pada akhirnya akan menguji elastisitas harga kendaraan listrik di segmen massal.
Comments (0)