Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

PARIS — Terdakwa Pembunuhan Bintang Rugbi Aramburú Klaim Bela Diri

Pengadilan Paris kembali merekonstruksi detik-detik mencekam tewasnya mantan bintang rugbi tim nasional Argentina Los Pumas, Federico Martín Aramburú. Di h

PARIS — Terdakwa Pembunuhan Bintang Rugbi Aramburú Klaim Bela Diri

Pengadilan Paris kembali merekonstruksi detik-detik mencekam tewasnya mantan bintang rugbi tim nasional Argentina Los Pumas, Federico Martín Aramburú. Di hadapan majelis hakim, tim kuasa hukum terdakwa utama, Loïk Le Priol, melancarkan manuver hukum untuk menggugurkan dakwaan pembunuhan berencana dengan mengklaim tindakan penembakan tersebut merupakan bentuk pembelaan diri spontan.

Kasus yang menyedot perhatian publik internasional ini menyoroti kekerasan mematikan di pusat kota Paris pada 19 Maret 2022 dini hari. Loïk Le Priol, seorang mantan prajurit militer sekaligus aktivis sayap kanan ekstremis Prancis, menembakkan senjata apinya sebanyak enam kali hingga magasin kosong, dengan empat peluru bersarang fatal di tubuh Aramburú.

Kronologi Insiden Berdarah di Boulevard Saint-Germain

Berdasarkan rekaman investigasi dan keterangan saksi ahli yang diuraikan dalam persidangan, eskalasi kekerasan berlangsung dalam tempo sangat cepat pasca-perselisihan awal di sebuah teras bar kawasan elit Paris:

  1. Keributan Awal: Adu mulut berujung bentrokan fisik terjadi antara kelompok Le Priol dan Aramburú yang saat itu sedang bersama rekannya, Shaun Hegarty.
  2. Upaya Menghindar: Aramburú dan Hegarty memilih meninggalkan lokasi kejadian dan berjalan kaki menuju hotel tempat mereka menginap.
  3. Serangan Pertama: Rekan Le Priol, Romain Bouvier—yang kini turut diadili atas percobaan pembunuhan—melepaskan empat tembakan awal ke arah korban.
  4. Pengejaran Fatal: Berselang 45 detik kemudian, Le Priol berlari mengejar Aramburú hingga terjadi pergulatan fisik di trotoar jalan.
  5. Penembakan Jarak Dekat: Setelah keduanya bangkit dari tanah, Le Priol mencabut pistol kaliber miliknya dan memberondong atlet legendaris tersebut hingga tewas seketika.

Perdebatan Niat Jahat di Meja Hijau

Dalam persidangan, pengacara terdakwa, Pierre-Henri Baert, berupaya keras membongkar konstruksi pembunuhan berencana (assassinat). Baert mencecar penyidik kepolisian perihal motif pengejaran korban.

"Klien kami baru mencabut senjatanya setelah menerima serangkaian pukulan bertubi-tubi yang mematahkan hidungnya. Dia menembak murni karena terdesak untuk membela diri, bukan atas dasar rencana yang telah disusun sebelumnya," ujar Baert di ruang sidang.

Ketika Baert menanyakan alasan penyidik menggunakan frasa "mengejar untuk berkonfrontasi" alih-alih "mengejar untuk membunuh", penyidik kepolisian menegaskan batas objektivitas penyelidikan lapangan.

"Saya tidak memiliki elemen faktual untuk menyimpulkan bahwa dia berniat membunuh sejak awal lari. Saya tidak bisa membaca isi kepalanya, tetapi faktanya dia mengejar dan melepaskan tembakan fatal," ungkap penyidik di hadapan hakim.

Implikasi Hukum dan Rekam Jejak Sayap Kanan

Fokus pembuktian kini berpusat pada status premeditation atau perencanaan. Jika jaksa penuntut umum berhasil membuktikan adanya unsur kesengajaan terencana, Le Priol menghadapi ancaman hukuman penjara seumur hidup. Sebaliknya, apabila pengadilan menerima dalil pembelaan diri atau penganiayaan yang mengakibatkan kematian tanpa rencana, hukuman maksimal dapat terpangkas signifikan.

Persidangan ini juga menguliti latar belakang ekstremisme kekerasan di Prancis. Baik Le Priol maupun Bouvier tercatat memiliki riwayat panjang dalam gerakan sayap kanan radikal Groupe Union Défense (GUD), sebuah organisasi mahasiswa ultranasionalis yang kerap terlibat dalam aksi kekerasan jalanan terorganisir.

Pengadilan Paris merekonstruksi malam pembunuhan mantan bintang rugbi Los Pumas, Federico Martín Aramburú. Poin utama persidangan: - Terdakwa Loïk Le Priol akui menembak mati korban dengan 6 peluru. - Kuasa hukum klaim penembakan terjadi spontan untuk bela diri usai terdakwa dipukul hingga patah hidung. - Jaksa mendalami unsur pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup. Baca investigasi selengkapnya di Lurusin.com: [URL]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User