Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Argentina — Roberto Baratta Serang Konglomerat Techint dalam Sidang Suap

Ruang sidang pengadilan Argentina kembali memanas ketika mantan pejabat tinggi era Kirchneris, Roberto Baratta, melangkah ke kursi terdakwa. Mantan tangan

Argentina — Roberto Baratta Serang Konglomerat Techint dalam Sidang Suap

Ruang sidang pengadilan Argentina kembali memanas ketika mantan pejabat tinggi era Kirchneris, Roberto Baratta, melangkah ke kursi terdakwa. Mantan tangan kanan Menteri Perencanaan Julio De Vido ini memilih untuk memperluas keterangan pembelaannya tanpa menerima sesi pertanyaan dari tim jaksa. Di tengah himpitan kesaksian para petinggi korporasi yang menyudutkannya dalam skandal megaproyek "Cuadernos de las coimas" (Buku Catatan Suap), Baratta tidak tinggal diam. Ia melancarkan serangan balik yang menelanjangi dugaan ketimpangan penegakan hukum di negeri Tango tersebut.

Ketimpangan Proses Hukum: Pengusaha Bebas, Pejabat Terjerat

Baratta secara terbuka menargetkan jajaran eksekutif dari Techint Group, salah satu konglomerasi manufaktur dan konstruksi terbesar di Argentina. Dalam proses persidangan, dua mantan direktur Techint, Luis Betnaza dan Héctor Zabaleta, sebelumnya telah memberikan pengakuan mengejutkan. Mereka membenarkan adanya penyerahan dana senilai sekitar USD 1 juta (sekitar Rp15,7 miliar) kepada Baratta. Namun, ironisnya, instrumen peradilan justru menghentikan penyidikan terhadap para pemberi suap tersebut.

"Zabaleta, Betnaza, dan Paolo Rocca semuanya telah dibebaskan dari tuduhan (sobreseídos). Satu-satunya pihak yang dijadikan terdakwa dan diseret ke pengadilan lisan untuk fakta-fakta ini hanyalah saya," tegas Baratta di hadapan majelis hakim.

Penundaan dan penghentian penuntutan terhadap konglomerat kelas atas seperti CEO Techint, Paolo Rocca, menunjukkan betapa rentannya keadilan hukum ketika berhadapan dengan kekuatan oligarki bisnis. Baratta menilai ada standar ganda yang terstruktur selama tahap penyidikan awal. Untuk memperjelas peta ketimpangan tersebut, berikut rincian perbandingan posisi hukum para pihak yang terlibat dalam segmen kasus Techint:

Pihak Terlibat Peran / Entitas Pengakuan / Temuan Fakta Status Hukum Saat Ini
Roberto Baratta Eks Pejabat Kementerian Perencanaan Dituduh menerima dana suap operasional Terdakwa Tunggal (Proses Sidang)
Luis Betnaza & Héctor Zabaleta Eks Eksekutif Techint Group Mengakui pembayaran suap ~USD 1 Juta Dibebaskan (Sobreseídos)
Paolo Rocca CEO / Pemilik Techint Group Penanggung jawab tertinggi korporasi Dibebaskan (Sobreseídos)

Operasi Intelijen dan Manipulasi Kasus 'Cuadernos'

Pengakuan para pengusaha Techint yang lolos dari jerat pidana memicu kecurigaan mendalam terkait independensi peradilan. Baratta menyebut seluruh rangkaian pengusutan kasus ini bukan murni penegakan hukum, melainkan sebuah "operasi intelijen" yang dirancang untuk meruntuhkan faksi politik tertentu sambil melindungi oligarki keuangan dari ancaman hukuman penjara.

"Ada perbedaan perlakuan yang sangat jelas dan asimetri prosedural antara Techint jika dibandingkan dengan pengusaha lainnya," tambah Baratta dalam pembelaannya. Menurut analisis tim hukumnya, membebankan seluruh tuduhan aliran dana haram hanya pada pihak penerima tanpa menyentuh pemberi suap adalah keanehan yudisial yang merusak tatanan keadilan.

Skandal *Cuadernos* sendiri berawal dari ditemukannya catatan harian milik seorang sopir dinas yang merekam secara detail rute penjemputan tas-tas berisi uang tunai dari para pengusaha kawakan untuk diserahkan kepada pejabat pemerintah era Presiden Cristina Fernández de Kirchner. Meski lebih dari 100 saksi telah diperiksa dalam rangkaian persidangan panjang ini, Baratta menegaskan bahwa narasi utama yang dibangun jaksa memiliki celah hukum yang menganga, terutama ketika para aktor korporasi dibiarkan melenggang bebas setelah memberikan testimoni yang menguntungkan posisi mereka sendiri.

Langkah Baratta memperpanjang eksepsinya tanpa membuka sesi tanya jawab menunjukkan strategi bertahan yang agresif. Pertanyaan besar kini menggantung di hadapan publik Argentina: Apakah pengadilan kasus *Cuadernos* benar-benar sebuah upaya pembersihan korupsi sistemik, atau sekadar teater politik yang mengorbankan pejabat tertentu sementara para konglomerat penyuap tetap tak tersentuh di balik benteng kekuasaan ekonomi mereka?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS khrisna-pertiwi

Reporter Kebijakan Publik. Menganalisis dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Comments (0)

User