Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Mantan Kepala Polisi Argentina Ngotot Bocah Loan Tewas Ditabrak Mobil

ROSARIO — Tabir misteri lenyapnya bocah berusia lima tahun, Loan Peña, di Corrientes, Argentina, kian memanas di meja hijau. Sidang lanjutan di Pengadilan

Mantan Kepala Polisi Argentina Ngotot Bocah Loan Tewas Ditabrak Mobil

ROSARIO — Tabir misteri lenyapnya bocah berusia lima tahun, Loan Peña, di Corrientes, Argentina, kian memanas di meja hijau. Sidang lanjutan di Pengadilan Federal Oral Corrientes pekan ini diwarnai aksi saling tuding sengit antara aparat kepolisian dan keluarga korban. Mantan Komisaris Polisi 9 de Julio, Walter Maciel, secara terbuka membongkar kembali teori kecelakaan maut yang sempat dibantah oleh saksi kunci lainnya.

Kasus yang telah menyita perhatian publik Argentina ini menyeret total 18 terdakwa, di mana jaksa penuntut Carlos Schaefer menduga adanya "pakta bungkam" yang sistematis untuk menutupi nasib tragis sang bocah. Jaksa bahkan telah memperberat status Maciel, dari yang semula sekadar dakwaan perintangan penyidikan (obstruction of justice) menjadi pelaku utama dalam penghilangan paksa dan penyembunyian korban.

Kronologi Runtuhnya Alibi dalam Persidangan Sepekan Terakhir

  1. Selasa: Pengakuan Dusta Sang Bibi — Laudelina Peña, bibi kandung Loan, bersaksi selama lebih dari dua jam dan mengakui bahwa keterangannya terdahulu mengenai insiden tabrak lari di El Algarrobal adalah kebohongan yang diskenariokan atas arahan pengacaranya.
  2. Rabu: Giliran Antonio Benítez Diperiksa — Paman korban turut memberikan kesaksian mengenai detik-detik sebelum Loan dilaporkan hilang tanpa jejak dari lokasi perkebunan.
  3. Kamis: Serangan Balik Eks-Komisaris Polisi — Walter Maciel mengambil giliran bicara dan secara agresif mematahkan pengakuan Laudelina dengan mengklaim memiliki bukti kuat adanya tindak tabrak lari serta konspirasi pembuangan jasad.

Tudingan Keras Terhadap Mantan Personel Marinir

Dalam persidangan yang berlangsung tegang, Maciel memilih strategi defensif dengan menolak segala keterlibatan pribadinya, sembari melemparkan tuduhan pembunuhan kepada pasangan suami-istri Carlos Pérez (mantan personel marinir) dan María Caillava. Ia menuduh keduanya menabrak Loan dengan mobil pikap, kemudian menyembunyikan jasad korban dengan bantuan Laudelina Peña.

"Saya tidak memiliki keraguan sedikit pun atas apa yang terjadi dan saya merujuk pada bukti-bukti tak terbantahkan: ini adalah insiden tabrak lari, pengangkutan jenazah, dan penyembunyian korban Loan Peña," tegas Walter Maciel di hadapan majelis hakim.

Membongkar Tabir Pakta Bungkam

Klaim Maciel menuai perdebatan sengit di ruang sidang karena narasi kecelakaan tersebut sebelumnya telah dicabut oleh Laudelina. Kuasa hukum para pihak kini mendesak dilakukannya konfrontasi langsung (careo) untuk menguji konsistensi alibi antara Maciel dan Laudelina.

Fakta persidangan ini memperlihatkan sejumlah kejanggalan struktural dalam penanganan awal perkara:

  • Manipulasi TKP Awal: Dugaan kuat bahwa kepolisian setempat sengaja mengaburkan jejak demi mengamankan pelaku tertentu sejak hari pertama pencarian.
  • Keterlibatan Pejabat Lokal: Kedekatan relasi antara María Caillava selaku mantan pejabat kotamadya dengan aparat penegak hukum di 9 de Julio.
  • Inkonsistensi Bukti Fisik: Perbedaan mencolok antara temuan forensik kendaraan dengan kesaksian para tersangka yang terus berubah.

Proses peradilan terhadap 18 tersangka masih terus bergulir. Publik kini menunggu apakah majelis hakim akan mengabulkan permohonan konfrontasi saksi demi mengungkap motif sebenarnya di balik hilangnya Loan Peña.

Eks Komisaris Polisi Walter Maciel dan bibi korban, Laudelina Peña, saling serang alibi di persidangan Pengadilan Federal Corrientes: - Maciel menuding pasangan Carlos Pérez & María Caillava menabrak Loan dan menyembunyikan jasadnya. - Laudelina sebelumnya mencabut klaim tabrak lari dan mengaku disuruh berbohong oleh pengacara. - Jaksa menduga ada 'pakta bungkam' yang melibatkan 18 terdakwa. Baca investigasi selengkapnya di situs Lurusin.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User