Aug 27, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Optimisme Zulhas: Sudaryono Mampu Benahi BGN dalam 2 Bulan

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru langsung disambut dengan keyakinan tinggi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan. Ia optimistis lembaga ya...

Optimisme Zulhas: Sudaryono Mampu Benahi BGN dalam 2 Bulan

Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru langsung disambut dengan keyakinan tinggi dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan. Ia optimistis lembaga yang sempat diguncang kemunduran pimpinannya itu akan segera berbenah di bawah kendali Sudaryono dalam waktu singkat.

Kepemimpinan Baru di Tengah Transisi

Estafet kepemimpinan di BGN bergulir lebih cepat dari yang diperkirakan. Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala badan, resmi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan. Keputusan itu diambil setelah melalui pertimbangan matang, mengingat beban tugas yang tidak ringan di lembaga yang sedang dalam tahap konsolidasi program nasional. Pengunduran diri ini sempat memunculkan spekulasi tentang adanya gejolak internal, namun Zulkifli Hasan menegaskan bahwa transisi berlangsung murni karena faktor personal Nanik yang memerlukan pemulihan intensif.

Sudaryono, figur yang ditunjuk sebagai pengganti, bukanlah nama asing di lingkup pemerintahan. Ia dikenal sebagai teknokrat yang memiliki rekam jejak panjang di birokrasi, khususnya dalam perencanaan dan pengelolaan program prioritas. Latar belakangnya yang kuat di bidang koordinasi lintas kementerian diyakini menjadi modal utama untuk segera menata kembali ritme kerja BGN.

Keyakinan Zulhas dalam Waktu Singkat

Zulkifli Hasan secara terbuka menyampaikan optimismenya. Ia tidak sekadar memberi dukungan normatif, melainkan meyakini bahwa perbaikan fundamental di BGN dapat tercapai dalam kurun satu hingga dua bulan ke depan. Menurutnya, Sudaryono membawa kapasitas manajerial yang teruji dan pemahaman mendalam terhadap peta persoalan yang ada.

Klaim ini cukup ambisius. BGN sendiri sedang menghadapi sejumlah tantangan serius, mulai dari penyelarasan data penerima manfaat, distribusi bantuan pangan bergizi, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah. Namun, Zulhas menilai justru di titik inilah keunggulan Sudaryono akan terlihat. Ia percaya langkah pertama Sudaryono adalah melakukan audit internal singkat dan memetakan ulang prioritas tanpa mengorbankan target yang sudah berjalan.

Profil Singkat Sudaryono

Sudaryono memiliki karir panjang sebagai aparatur sipil negara yang berorientasi pada hasil. Sebelum dipercaya memimpin BGN, ia pernah menduduki posisi strategis di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tempat ia banyak terlibat dalam perumusan kebijakan ketahanan pangan dan gizi. Kedekatannya dengan isu tersebut membuat Zulhas yakin bahwa masa adaptasi akan berlangsung sangat singkat.

"Beliau adalah pekerja lapangan, bukan hanya perencana di atas kertas. Saya yakin beliau langsung bisa menekan tombol akselerasi begitu masuk," ujar Zulhas menggambarkan karakter calon pemimpin baru BGN itu.

Tantangan yang Menanti

BGN dibentuk sebagai respons terhadap persoalan gizi kronis yang masih menghantui sebagian besar wilayah Indonesia. Program unggulan seperti penyediaan makanan bergizi gratis bagi anak sekolah dan ibu hamil membutuhkan eksekusi yang presisi. Salah satu titik kritis adalah verifikasi data sasaran yang kerap tumpang tindih antarlembaga. Di sinilah Sudaryono diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan yang sempat membuat laju program tersendat.

Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Sosial, serta Badan Pangan Nasional menjadi prasyarat utama. Ketiadaan sinkronisasi berpotensi menimbulkan inefisiensi anggaran yang tidak kecil. Zulhas menekankan bahwa Sudaryono sudah memiliki relasi yang kuat dengan para pimpinan kementerian terkait, sehingga persoalan ego sektoral dapat diminimalkan.

Jaminan Stabilitas Program

Di tengah transisi kepemimpinan, publik sempat khawatir program pemenuhan gizi akan mengalami stagnasi. Zulhas menjamin bahwa tidak akan ada kekosongan kebijakan. Ia menyebut bahwa tim inti BGN tetap solid dan justru memperoleh energi baru dengan kehadiran Sudaryono. Target-target jangka pendek yang sempat tertunda akan segera dieksekusi dalam dua pekan pertama masa kerjanya.

"Kami sudah punya cetak biru yang jelas. Tinggal mengeksekusi dengan kepemimpinan yang tepat. Saya melihat Pak Sudaryono adalah kunci untuk membuka hambatan yang ada," tambahnya.

Harapan dari Kementerian Lain

Penunjukan ini juga disambut baik oleh sejumlah kementerian mitra. Mereka berharap BGN di bawah Sudaryono dapat lebih responsif dalam berbagi data dan menyelaraskan program. Kolaborasi seperti ini dinilai krusial agar penanganan gizi tidak berjalan parsial, melainkan menjadi gerakan nasional yang terintegrasi.

Dengan tenggat satu hingga dua bulan yang terbilang singkat, publik kini menanti aksi nyata dari Sudaryono. Zulhas menaruh kepercayaan penuh, dan kini bola berada di tangan sang pemimpin baru. Jika ia mampu menerjemahkan optimisme itu ke dalam langkah konkret, maka BGN bisa menjadi contoh sukses reformasi instansi di bawah tekanan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User