OnePlus Terpuruk: Analisis Penyebab dan Masa Depan Merek

Dari yang dulu dijuluki “Flagship Killer”, OnePlus kini hanyut dalam pusaran persaingan Android yang semakin ketat. Jika pada 2014 merek ini lahir dengan g

Jul 11, 2026 - 12:44
0 0
OnePlus Terpuruk: Analisis Penyebab dan Masa Depan Merek

Dari yang dulu dijuluki “Flagship Killer”, OnePlus kini hanyut dalam pusaran persaingan Android yang semakin ketat. Jika pada 2014 merek ini lahir dengan gebrakan ponsel kelas atas setengah harga pesaing, situasi hari ini berbanding terbalik: harga terus menanjak, diferensiasi menipis, dan identitas yang dulu begitu kuat perlahan memudar.

Awal Kejayaan: OnePlus One sampai OnePlus 3T

OnePlus memulai langkah gemilang pada 23 April 2014 lewat OnePlus One. Dibanderol hanya US$299, ponsel ini menawarkan chipset Snapdragon 801, RAM 3 GB, dan layar 5,5 inci yang setara dengan flagship setahun itu. Strategi penjualan eksklusif berbasis undangan justru menciptakan sensasi antrean virtual. Prinsip “Never Settle” menjadi mantra yang merangkul pengguna awal Android yang lapar akan performa tanpa kompromi finansial.

Fase emas berlanjut dengan OnePlus 3 pada 2016—salah satu perangkat pertama dengan RAM 6 GB—dan OnePlus 3T yang menyempurnakan paket dengan baterai lebih besar. Saat itu, OxygenOS dianggap sebagai kulit Android paling bersih di luar Pixel, memberikan pengalaman cepat tanpa bloatware. Kombinasi inilah yang membangun basis penggemar fanatik.

Titik Balik: Kolaborasi dan Kenaikan Harga

Masalah mulai mencuat ketika OnePlus mengerek banderol lewat OnePlus 7 Pro pada 2019. Layar AMOLED 90 Hz dan kamera pop-up menjadi daya tarik, namun harga mulai menyentuh US$669—nyaris dua kali lipat dari OnePlus 3. Meski masih lebih murah dari Galaxy S10, penggemar awal mulai bertanya: “Mana Flagship Killer-nya?”

Pada 2021, OnePlus resmi merapat ke Oppo di bawah BBK Electronics. Integrasi ini membawa kolaborasi sistem operasi: OxygenOS digabung dengan ColorOS Oppo. Alih-alih memperkuat, langkah tersebut malah menuai kritik keras dari basis pengguna. “OxygenOS dulunya adalah alasan utama membeli OnePlus. Kini ia menjadi alasan banyak orang pergi,” tulis seorang analis di forum XDA Developers. Bug pada pembaruan Android 12 di OnePlus 9 semakin memperkeruh keadaan.

Kronologi Kemunduran dalam Angka

TahunPeristiwaDampak Terhadap Pasar
2014Peluncuran OnePlus OnePangsa niche besar, penjualan 1,5 juta unit tahun pertama
2016OnePlus 3 / 3T dengan RAM 6 GBMasuk jajaran top 5 global segmen premium entry
2019OnePlus 7 Pro harga US$669Awal kekecewaan basis penggemar yang mencari harga terjangkau
2021Merger dengan Oppo dan perubahan OSPenurunan sentimen brand, pencarian alternatif ke Google Pixel
2023OnePlus 11 dan 12 tanpa diferensiasi kuatPangsa pasar global di bawah 2%, tertinggal dari Xiaomi dan Samsung

Menurut laporan Counterpoint Research, pengiriman OnePlus secara global merosot 30% pada kuartal pertama 2024 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Tiongkok dan India—pasar utama—digempur oleh Xiaomi, Samsung, serta Google Pixel yang kini agresif turun harga.

Analisis: Apa yang Salah?

Kesalahan fundamental OnePlus adalah meninggalkan positioning awal. Ketika harga naik, merek ini tidak menawarkan ekosistem seluas Apple, kamera semenarik Pixel, atau layanan purnajual setara Samsung. Alih-alih mempertahankan identitas sebagai pilihan cerdas dengan performa murni, OnePlus terjebak di segmen “hampir flagship” tanpa nilai unik yang jelas.

Kehadiran Carl Pei dengan merek Nothing juga menarik perhatian. Nothing memposisikan diri sebagai penerus semangat OnePlus awal—desain transparan, pengalaman Android bersih, dan harga terjangkau. “Nothing mengisi persis kekosongan yang ditinggalkan OnePlus,” ujar Ming-Chi Kuo, analis TF International Securities.

Masa Depan OnePlus

Belum semuanya gelap. OnePlus masih memiliki pabrikan kuat di belakangnya dan tetap berinovasi pada teknologi pengisian daya cepat (SuperVOOC 150W) serta layar dengan refresh rate tinggi. Strategi baru berupa tablet OnePlus Pad dan aksesori audio menunjukkan upaya perluasan ekosistem. Namun, pertanyaan besarnya: bisakah OnePlus kembali merangkul penggemar awal sambil mempertahankan basis baru yang lebih premium? Jawabannya akan menentukan apakah nama ini tetap relevan di paruh kedua dekade ini.

[SOCIAL_TWEET]: OnePlus kini bukan lagi “Flagship Killer”. Bagaimana merek yang dulu jadi favorit komunitas Android bisa kehilangan arah? Simak analisis lengkap perjalanan dan penyebab kemundurannya 👉 #OnePlus #Teknologi #Android[SOCIAL_TG]: 📉 OnePlus terpuruk. Dari ponsel idaman sampai mulai ditinggalkan. Kenapa? 🧵👇

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User