Sep 11, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

NEW YORK — Pekerja Pembersih Ground Zero 9/11 Kini Terancam Dideportasi ICE

Dua dekade setelah tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001, ribuan pekerja migran yang mempertaruhkan nyawa membersihkan

NEW YORK — Pekerja Pembersih Ground Zero 9/11 Kini Terancam Dideportasi ICE

Dua dekade setelah tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Center pada 11 September 2001, ribuan pekerja migran yang mempertaruhkan nyawa membersihkan reruntuhan beracun kini menghadapi kenyataan pahit. Alih-alih mendapatkan jaminan suaka atau perlindungan hukum permanen, para pekerja tak berdokumen ini hidup dalam persembunyian akibat bayang-bayang penangkapan dan deportasi oleh badan imigrasi federal Amerika Serikat (ICE).

Investigasi lapangan menunjukkan bahwa mayoritas pekerja sanitasi darurat saat itu direkrut secara informal tanpa perlengkapan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Mereka menghirup asbes, timbal, kaca partikel mikro, dan ribuan ton material karsinogenik di area yang dikenal sebagai Ground Zero.

Kronologi Pengorbanan: Dari Pahlawan Sunyi Menuju Target Deportasi

Perjalanan para pekerja imigran ini mencerminkan celah kelam dalam kebijakan penegakan hukum imigrasi Amerika Serikat:

  1. September 2001 – Penugasan Darurat: Pasca-serangan teror, ribuan imigran tanpa dokumen—sebagian besar berasal dari Amerika Latin seperti Kolombia dan Meksiko—dikerahkan untuk membersihkan puing dan debu toksik di Manhattan Selatan tanpa protokol keselamatan standar.
  2. 2002-2015 – Munculnya Krisis Kesehatan: Paparan racun bertahun-tahun mulai memicu penyakit kronis, termasuk kanker payudara, gangguan paru-paru obstruktif kronis (PPOK), sinusitis akut, serta trauma psikologis mendalam (PTSD).
  3. 2015-Sekarang – Pengetatan Kebijakan Imigrasi: Meskipun Kongres AS membentuk program kompensasi kesehatan, hak tinggal permanen tidak pernah diberikan. Peningkatan razia ICE membuat para penyintas lansia ini terpaksa hidup dalam ketakutan dan isolasi.
"Kami datang untuk membantu saat kota ini hancur dan diselimuti debu maut. Sekarang, setelah tubuh kami digerogoti penyakit dan kanker, kami diburu seolah-olah kami penjahat," ungkap salah satu pekerja sanitasi berinisial L, penyintas kanker yang menolak disebutkan nama lengkapnya demi keamanan imigrasi.

Ironi Regulasi dan Ancaman Nyata Deportasi

Berdasarkan data advokasi imigran di New York, diperkirakan ada ribuan pekerja tidak berdokumen yang terlibat dalam proses pemulihan pascatragedi 9/11. Program medis seperti World Trade Center Health Program memang menyediakan perawatan kesehatan bagi mereka yang terdaftar, namun status hukum imigrasi mereka tetap rentan tanpa ada jalur legalisasi khusus.

Kondisi ini diperparah oleh kebijakan penegakan imigrasi yang makin agresif. Banyak pekerja pembersih yang kini berusia lanjut takut mengakses fasilitas umum, termasuk rumah sakit rujukan, karena kekhawatiran data mereka terpantau oleh petugas imigrasi federal.

  • Dampak Fisik: Lebih dari 70% pekerja lapangan informal melaporkan masalah pernapasan berkepanjangan dan tingkat kanker yang tinggi.
  • Ketiadaan Status: Tanpa adanya undang-undang penyesuaian status khusus (seperti 9/11 Immigrant Worker Relief), mereka tetap berstatus imigran ilegal.
  • Tekanan Mental: Ketakutan dideportasi memperburuk trauma psikologis yang mereka bawa sejak operasi pembersihan puluhan tahun silam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hafiz-rahman

Data Journalist. Mengungkap fakta melalui data. Spesialisasi: analisis forensik digital.

Comments (0)

User