Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

NEW YORK — Janda Korban 9/11 Tuntut Trump Usut Keterlibatan Arab Saudi

NEW YORK, Lurusin.com — Peringatan 25 tahun tragedi 11 September (9/11) di New York City diwarnai kecaman keras dari keluarga korban terhadap pemerintah Am

NEW YORK — Janda Korban 9/11 Tuntut Trump Usut Keterlibatan Arab Saudi

NEW YORK, Lurusin.com — Peringatan 25 tahun tragedi 11 September (9/11) di New York City diwarnai kecaman keras dari keluarga korban terhadap pemerintah Amerika Serikat dan Arab Saudi. Dalam prosesi pembacaan nama-nama korban yang berlangsung khidmat, Terry Strada, seorang janda korban sekaligus aktivis 9/11 Families United, secara terbuka mengkritik kepemimpinan AS yang dinilai lebih memilih melindungi kepentingan geopolitik Riyadh daripada memberikan keadilan bagi para korban.

Kritik tajam tersebut disampaikan secara langsung di hadapan para pejabat tinggi negara, termasuk Wakil Presiden JD Vance, menyoroti dugaan keterlibatan pejabat Arab Saudi dalam pembajakan pesawat yang menewaskan hampir 3.000 orang pada 2001 silam.

Suara Nyaring di Tengah Duka Peringatan 25 Tahun

Di atas podium Ground Zero, Terry Strada menyuarakan kekecewaan mendalam yang telah terpendam selama dua dekade lebih. Ia menegaskan bahwa janji transparansi dari berbagai rezim pemerintahan Amerika Serikat selalu kandas demi menjaga hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Kerajaan Arab Saudi.

"Selama 25 tahun, dari satu administrasi ke administrasi lainnya, termasuk para pemimpin yang berdiri di depan kita hari ini, lebih memilih untuk melindungi warga Saudi daripada berdiri bersama keluarga korban 9/11," tegas Strada dengan nada emosional saat membacakan nama almarhum suaminya.

Strada menyebut sikap pemerintah AS sebagai bentuk pengkhianatan yang berulang. Ia secara spesifik menuntut Presiden Donald Trump untuk mengambil langkah berani yang belum pernah dilakukan oleh para pendahulunya.

"Ini adalah pengkhianatan demi pengkhianatan. Presiden Trump masih bisa mengubah hal tersebut. Katakan kepada Saudi untuk berhenti berbohong. Katakan kepada mereka, jika ingin menjadi sahabat AS, mereka tidak boleh terus menyangkal semua rasa sakit dan kehancuran ini," lanjut Strada sembari meminta Wakil Presiden Vance membawa pesan tersebut langsung ke Gedung Putih.

Rantai Pengkhianatan Diplomatik dan Hubungan AS-Saudi

Investigasi atas tragedi 9/11 longgar berbenturan dengan fakta bahwa 15 dari 19 pembajak pesawat merupakan warga negara Arab Saudi. Meski pemerintah Saudi membantah keras keterlibatan institusional, serangkaian dokumen intelijen dan gugatan hukum yang diajukan keluarga korban secara konsisten mengindikasikan adanya dukungan finansial dan logistik dari pejabat tingkat menengah Saudi kepada para pembajak.

Namun, dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah kerap kali mengesampingkan tuntutan keadilan tersebut. Berikut adalah poin-poin krusial yang melatarbelakangi ketegangan antara keluarga korban dan pemerintah AS:

  • Kedekatan Eksekutif: Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), dan Presiden Donald Trump menjaga hubungan diplomatik dan personal yang sangat erat.
  • Permintaan Bantuan Militer: Di tengah eskalasi konflik regional, Riyadh secara aktif mendesak Washington untuk memberikan dukungan militer langsung, langkah yang memicu kemarahan keluarga korban.
  • Penutupan Berkas Investigasi: Dokumen-dokumen kunci FBI yang memuat rincian jaringan pendukung pembajak dilaporkan masih ditutupi atau diedit secara masif (redacted) demi alasan keamanan nasional.

Desakan Deklasifikasi Dokumen Rahasia FBI

Kritik dalam upacara peringatan tersebut tidak hanya datang dari Strada. Pembaca nama korban lainnya turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta Presiden Trump mengakhiri kerahasiaan informasi yang menyelimuti kasus ini.

Mereka mendesak eksekutif AS untuk mempublikasikan seluruh dokumen investigasi tanpa sensor (unredacted files) yang diduga menghubungkan pejabat Kerajaan Saudi dengan plot serangan. Para keluarga korban menilai bahwa hubungan persahabatan yang sejati antara kedua negara tidak dapat dibangun di atas penutupan fakta sejarah.

Hingga saat ini, tuntutan agar Gedung Putih bersikap tegas terhadap Saudi menjadi ujian moral dan politik besar bagi pemerintahan AS. Apakah Washington akan mendahulukan rasa keadilan warganya sendiri atau tetap mempertahankan aliansi strategis dan ekonomi di kawasan Teluk, menjadi pertanyaan besar yang belum terimbangi di usia seperempat abad tragedi 9/11.

Peringatan 25 tahun 9/11 di New York diwarnai protes keras keluarga korban terhadap pemerintah AS dan Arab Saudi. Terry Strada, perwakilan keluarga korban, menuntut Presiden Donald Trump untuk berhenti melindungi Riyadh dan segera membuka dokumen rahasia FBI terkait dugaan jaringan pendukung pembajak. Baca selengkapnya di situs Lurusin.com!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User