Sep 13, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

SOLO — Muskot Percasi Memanas Akibat Polemik Legitimasi Klub Baru

Ketegangan tak terelakkan melingkupi ruang pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Solo tahun 2026. Forum tertingg

SOLO — Muskot Percasi Memanas Akibat Polemik Legitimasi Klub Baru

Ketegangan tak terelakkan melingkupi ruang pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Solo tahun 2026. Forum tertinggi tingkat kota yang seharusnya menjadi ajang perumusan strategi pembinaan atlet muda tersebut justru berubah menjadi arena perdebatan sengit. Hawa dingin pendingin udara tak mampu meredam atmosfer panas yang dipicu oleh isu sensitif: dugaan manipulasi keikutsertaan klub-klub baru yang diragukan keabsahannya demi kepentingan perebutan kursi ketua umum.

Sejumlah pengurus klub senior dan pemegang hak suara sah secara terbuka menyampaikan keberatan mereka di tengah jalannya sidang pleno. Mereka menilai ada prosedur pembentukan dan verifikasi klub baru yang ditabrak demi mendongkrak perolehan suara pihak tertentu. Kejadian ini memperlihatkan betapa rentannya organisasi cabang olahraga terhadap perebutan kekuasaan pragmatis yang mengabaikan regulasi dasar organisasi.

Legitimasi Klub Baru yang Dipertanyakan

Permasalahan bermula ketika panitia pengarah (steering committee) membacakan daftar peserta yang memiliki hak suara dalam Muskot Percasi Solo 2026. Munculnya nama-nama entitas klub baru secara mendadak memantik interupsi bertubi-tubi dari peserta rapat. Perwakilan klub senior mengklaim bahwa setidaknya ada 5 klub baru yang secara administratif belum memenuhi syarat keanggotaan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Percasi.

"Kami menemukan indikasi kuat adanya klub 'siluman' yang baru diterbitkan surat keputusannya mendadak menjelang Muskot. Klub-klub ini tidak memiliki rekam jejak pembinaan, tidak memiliki atlet aktif, dan belum pernah menyelenggarakan kejuaraan internal. Bagaimana mungkin mereka langsung diberikan hak suara sah?" ujar salah seorang perwakilan klub yang mengajukan protes keras.

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa verifikasi keanggotaan idealnya membutuhkan waktu pemantauan aktivitas minimal satu tahun sebelum sebuah klub diberikan status anggota penuh dengan hak pilih. Namun, kejanggalan prosedur ini justru terkesan dibiarkan oleh pimpinan sidang, memicu prasangka bahwa ada upaya perebutan kursi kepemimpinan melalui jalur yang tidak jujur.

Sikap Pimpinan Rapat dan "Dinamika Organisasi"

Menanggapi gelombang protes dan interupsi yang tak kunjung surut, pimpinan rapat Muskot Percasi Solo berusaha menenangkan suasana dengan bergeming pada keputusan awal. Pihak pimpinan menegaskan bahwa seluruh proses penetapan peserta telah melalui mekanisme organisasi yang berlaku dan tidak melanggar aturan secara mendasar.

"Segala perdebatan dan perbedaan pendapat yang terjadi di dalam ruangan ini adalah hal yang lumrah. Ini adalah bagian dari dinamika organisasi yang demokratis. Semua berkas keanggotaan klub telah kami terima dan diverifikasi sesuai tingkatan kewenangan yang ada," tegas pimpinan sidang saat mencoba melanjutkan agenda pembacaan laporan pertanggungjawaban.

Namun, jawaban normatif tersebut dinilai tidak menjawab substansi masalah. Bagi para penolak, istilah "dinamika" hanya digunakan sebagai tameng untuk menutupi kelemahan tata kelola administrasi. Sikap ini berisiko menciptakan krisis kepercayaan yang mendalam di tubuh organisasi catur Kota Solo dalam jangka panjang.

Anatomi Konflik dan Peta Kekuatan Votes

Untuk memahami peta perselisihan dalam Muskot Percasi Solo 2026, berikut adalah gambaran perbandingan kriteria antara klub lama terverifikasi dan klub baru yang dipertanyakan oleh peserta musyawarah:

Indikator Evaluasi Klub Senior / Terverifikasi Klub Baru (Dipertanyakan)
Masa Aktif Pembinaan Lebih dari 2 Tahun Kurang dari 3 Bulan
Kepemilikan Atlet Aktif Terdata di Sistem Percasi Belum Terdaftar Resmi
Legalitas & AD/ART Lengkap & Teruji SK Mendadak Sebelum Muskot
Hak Suara dalam Muskot Sah dan Diakui Forum Menjadi Objek Sengketa

Pengamat olahraga daerah menilai bahwa polemik ini dapat berdampak buruk pada perkembangan prestasi atlet catur Solo jika tidak segera diselesaikan secara transparan. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo diharapkan turun tangan untuk melakukan investigasi independen terhadap proses Muskot ini. Jika manipulasi keanggotaan terbukti terjadi, maka hasil dari Muskot Percasi Solo 2026 berpotensi cacat hukum dan rawan digugat ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User