Negara Terima Jenazah Rachmat Gobel, Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata
Suasana haru menyelimuti kediaman duka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ketika jenazah Rachmat Gobel secara resmi diserahkan kepada negara untuk menjalani prosesi pemakaman militer. Upacara penyerah...
Suasana haru menyelimuti kediaman duka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ketika jenazah Rachmat Gobel secara resmi diserahkan kepada negara untuk menjalani prosesi pemakaman militer. Upacara penyerahan yang digelar dengan khidmat itu menjadi penanda dimulainya perjalanan terakhir sosok yang telah banyak berkontribusi bagi bangsa menuju Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Upacara tersebut dihadiri oleh kerabat dekat, sejumlah pejabat, dan perwakilan dari institusi yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup almarhum.
Rangkaian Prosesi Penuh Khidmat
Sejak pagi, rumah duka di Tebet telah dipadati para pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir. Peti jenazah yang dibalut Sang Merah Putih diusung oleh prajurit TNI dengan langkah yang terukur dan penuh kehormatan. Prosesi diawali dengan pembacaan riwayat singkat almarhum dan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan upacara militer yang dipimpin oleh seorang perwira menengah. Terdengar aba-aba tegas dan dentuman hormat senjata yang mengiringi pengangkatan peti jenazah menuju kendaraan taktis yang telah disiapkan. Pihak keluarga, yang diwakili oleh putra-putri almarhum, secara simbolis menyerahkan jenazah kepada perwakilan negara, menandai bahwa almarhum kini akan dimakamkan sebagai pahlawan bangsa di taman kehormatan para pejuang. Isak tangis keluarga dan para pelayat mengiringi momen ketika kendaraan pembawa jenazah perlahan meninggalkan rumah duka, memulai iring-iringan menuju TMP Kalibata.
Alasan Penganugerahan Pemakaman Militer
Pemberian kehormatan berupa pemakaman militer bagi Rachmat Gobel bukan sekadar seremonial belaka. Hal ini merujuk pada pengakuan negara atas jasa-jasa luar biasa yang telah ia torehkan selama hidupnya. Sebagai seorang industrialis visioner, ia dikenal sebagai bapak industri elektronik nasional yang meletakkan fondasi bagi kemandirian teknologi di Indonesia. Melalui perusahaan yang dirintisnya sejak puluhan tahun silam, ia membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di kancah global. Tidak hanya itu, dedikasinya di berbagai pos strategis—mulai dari kementerian hingga misi diplomasi ekonomi—menunjukkan komitmennya yang teguh dalam memajukan perekonomian rakyat. Atas dasar itulah, negara menilai bahwa almarhum layak mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya di taman makam yang menjadi tempat peristirahatan para putra-putri terbaik bangsa. Pemakaman militer ini juga menjadi simbol bahwa perjuangan di bidang industri dan ekonomi adalah bagian dari perjuangan menjaga kedaulatan negara.
Sosok di Balik Nama Gobel
Rachmat Gobel lahir di Gorontalo dan sejak muda telah menunjukkan semangat kewirausahaan yang tinggi. Ia meniti karir dengan membawa perusahaan keluarga menjadi konglomerasi yang mencakup bidang elektronik, perdagangan, dan logistik. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut tidak hanya memproduksi perangkat elektronik konsumen, tetapi juga merambah ke komponen strategis untuk industri pertahanan dan telekomunikasi. Namanya semakin dikenal luas ketika ia memelopori produksi transistor radio dan televisi nasional yang kemudian menjadi bagian dari kebanggaan kolektif masyarakat Indonesia pada dekade 1970-an dan 1980-an. Selain kiprahnya di dunia usaha, almarhum juga pernah dipercaya sebagai utusan khusus presiden untuk kerja sama ekonomi dengan Jepang serta menduduki jabatan menteri yang membidangi sektor perdagangan. Dalam setiap langkahnya, ia selalu menyuarakan pentingnya hilirisasi industri dan pemberdayaan sumber daya manusia lokal. Kepeduliannya terhadap pendidikan juga ditunjukkan dengan mendirikan berbagai lembaga pelatihan vokasi yang tersebar di beberapa daerah. Tidak heran jika kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, mulai dari pekerja pabrik hingga tokoh nasional yang pernah berkolaborasi dengannya.
Ungkapan Duka dan Penghormatan Terakhir
Kehadiran sejumlah tokoh dan pejabat tinggi dalam prosesi penyerahan jenazah di Tebet menjadi cerminan dari penghormatan yang tulus terhadap almarhum. Karangan bunga dari berbagai instansi pemerintah, mitra bisnis, dan lembaga swadaya masyarakat berjajar rapi sebagai ungkapan belasungkawa. Beberapa di antaranya berasal dari kementerian tempat almarhum pernah mengabdi, serta dari negara-negara sahabat yang memiliki hubungan erat dengan misi diplomasi ekonominya. Seorang perwira yang memimpin upacara menyatakan bahwa pemakaman militer ini merupakan bentuk penghargaan negara yang tidak diberikan kepada sembarang warga, melainkan hanya kepada mereka yang telah memberikan kontribusi luar biasa dan berdampak luas bagi ibu pertiwi. Sementara itu, pihak keluarga mengungkapkan rasa terima kasihnya atas segala perhatian dan dukungan yang mengalir, seraya berharap agar semangat dan perjuangan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Usai prosesi penyerahan di Tebet, iring-iringan jenazah kemudian bergerak menuju TMP Kalibata untuk mengikuti upacara pemakaman militer utama yang dijadwalkan berlangsung dengan penuh penghormatan kenegaraan. Di tempat peristirahatan terakhirnya itulah Rachmat Gobel akan bersemayam, berdampingan dengan para pahlawan yang telah mendahului, meninggalkan warisan yang abadi bagi bangsa Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)