Mundurnya Keir Starmer, PM Inggris Paling Tidak Populer

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang membawa Partai Buruh ke kemenangan bersejarah pada pemilu 2024, harus mengakhiri masa jabatannya dua tahun kemudian dengan cap sebagai pemimpin paling tidak

Jul 06, 2026 - 14:09
0 0
Mundurnya Keir Starmer, PM Inggris Paling Tidak Populer

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, yang membawa Partai Buruh ke kemenangan bersejarah pada pemilu 2024, harus mengakhiri masa jabatannya dua tahun kemudian dengan cap sebagai pemimpin paling tidak populer dalam sejarah modern Inggris. Keputusan mengejutkan ini disampaikan Starmer dalam pernyataan resminya pada Senin (22/6), di mana ia menyebut masa jabatannya sebagai "momen paling membanggakan dalam hidupku", namun mengakui harus mundur "dengan lapang dada" demi kepentingan partai dan negara.

Janji Kemenangan dan Realita Pahit

Laporan yang dirangkum oleh Lurusin.com menunjukkan perjalanan Starmer dari puncak popularitas menuju titik terendah hanya dalam hitungan bulan. Kemenangan telak Partai Buruh pada Juli 2024 semula dianggap sebagai awal baru, mengakhiri 14 tahun dominasi Partai Konservatif. Namun, hasil jajak pendapat terkini mengungkap tingkat kepuasan publik terhadap Starmer merosot ke angka yang bahkan lebih buruk dari para pendahulunya yang paling kontroversial, termasuk Liz Truss yang hanya bertahan 49 hari. Penurunan drastis ini dipicu oleh sejumlah faktor: krisis biaya hidup yang tak kunjung reda, target pertumbuhan ekonomi yang meleset, serta kebijakan imigrasi yang dianggap terlalu lunak oleh sebagian kalangan namun terlalu keras oleh yang lain. Kegagalan Starmer menjembatani sayap kiri dan tengah partainya memicu perpecahan internal yang semakin memperlemah posisinya di parlemen. Meski demikian, di kancah internasional, kepemimpinannya tetap dihormati, terutama atas kontribusinya dalam konsolidasi dukungan Barat bagi Ukraina dan perannya dalam mediasi konflik di Timur Tengah. Ironisnya, reputasi global itu justru berbanding terbalik dengan krisis domestik yang menggerogoti legitimasinya di mata rakyat Inggris sendiri. Pengumuman pengunduran diri pada Senin (22/6) itu dilakukan setelah serangkaian pertemuan tertutup dengan petinggi Partai Buruh, yang menurut sumber internal, tidak lagi mampu mempertahankan dukungan mayoritas di parlemen. Dengan lengsernya Starmer, Partai Buruh kini memasuki fase konsolidasi darurat untuk memilih pengganti sebelum parlemen dibubarkan untuk pemilu dini, sebuah konsekuensi politik yang tampaknya tak terelakkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Peneliti Data. Peneliti dan analis data untuk verifikasi.

Comments (0)

User