Menteri Agus Beberkan Alasan Fokus Benahi Sektor Pemasyarakatan yang Rawan Pelanggaran
Cilacap - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto secara terbuka mengungkapkan tekadnya untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pemasyarakatan di Indonesia. Hal ini disam
Cilacap - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto secara terbuka mengungkapkan tekadnya untuk melakukan perbaikan menyeluruh pada sistem pemasyarakatan di Indonesia. Hal ini disampaikannya langsung saat melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di kawasan Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Agus menilai sektor yang kini menjadi tanggung jawabnya tersebut masih menyimpan banyak pekerjaan rumah, terutama terkait maraknya pelanggaran yang terjadi di dalam lapas.
Dalam keterangannya kepada awak media, Agus menceritakan detik-detik awal ia menerima amanah dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku langsung memfokuskan perhatian dan energinya pada direktorat jenderal pemasyarakatan dibandingkan dengan sektor imigrasi. Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Menurutnya, persoalan di balik jeruji besi jauh lebih kompleks dan membutuhkan penanganan segera.
Potensi Besar di Balik Tembok Lapas
Agus menegaskan bahwa keinginannya untuk membenahi pemasyarakatan tidak hanya didasari oleh banyaknya pelanggaran, tetapi juga karena melihat potensi besar yang dapat dikembangkan. Ia menyebut bahwa warga binaan seharusnya bisa menjadi individu yang lebih produktif, bukan justru terlibat dalam jaringan kejahatan baru dari dalam sel.
Laporan yang dihimpun Lurusin.com menyebutkan bahwa beberapa waktu terakhir, publik memang kerap dikejutkan dengan terungkapnya kasus-kasus pengendalian narkoba dan penipuan online yang dikendalikan langsung oleh narapidana dari dalam lapas. Hal ini menjadi ironi mengingat fungsi dasar pemasyarakatan adalah sebagai tempat pembinaan.
"Pada saat saya mendapatkan amanah dari Bapak Presiden untuk menjadi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, memang saya lebih banyak fokus di pemasyarakatan," kata Agus di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Senin (29/6/2026).
Agus menjelaskan bahwa fokus tersebut merupakan respons langsung terhadap kondisi di lapangan. Ia ingin memastikan bahwa lapas benar-benar menjadi tempat untuk memberikan efek jera dan pembinaan, bukan malah menjadi "kampus kejahatan" bagi para pelaku tindak pidana. Upaya pembenahan ini mencakup pengawasan internal yang lebih ketat hingga pemberantasan praktik suap di kalangan petugas lapas.
Kunjungan ke Nusakambangan sendiri merupakan bagian dari rangkaian inspeksi mendadak yang dilakukan oleh Menteri Agus untuk melihat langsung kondisi riil lapas super maksimum itu. Menurut data yang diperoleh media kami, Nusakambangan menampung ribuan narapidana kelas berat dengan tingkat kerawanan tinggi. Ke depannya, Kementerian Imipas berencana memperkuat integritas sumber daya manusia serta memanfaatkan teknologi pengawasan digital untuk meminimalisir celah pelanggaran di lingkungan pemasyarakatan.
Comments (0)