Mengenal Ade Holis, Kepala Riset NEXT Indonesia Center

Dunia riset dan kebijakan publik di Indonesia kembali menyoroti sosok yang konsisten mendorong kajian berbasis data, khususnya di bidang ekonomi digital dan transformasi sosial. Sosok itu adalah Ade H...

Jul 12, 2026 - 09:05
0 0
Mengenal Ade Holis, Kepala Riset NEXT Indonesia Center

Dunia riset dan kebijakan publik di Indonesia kembali menyoroti sosok yang konsisten mendorong kajian berbasis data, khususnya di bidang ekonomi digital dan transformasi sosial. Sosok itu adalah Ade Holis, yang saat ini menjabat sebagai Head of Research NEXT Indonesia Center. Lembaga think tank independen ini memang belum setenar pusat studi lain, namun di bawah kepemimpinan risetnya, NEXT Indonesia Center perlahan membangun reputasi sebagai penghasil analisis tajam yang kerap menjadi rujukan para pemangku kepentingan.

Jejak Akademik dan Kepakaran

Sebelum memimpin riset di NEXT Indonesia Center, Ade Holis menempuh pendidikan tinggi di bidang ekonomi pembangunan dan kebijakan publik dari universitas ternama di dalam negeri. Kepakarannya terletak pada analisis kuantitatif dan pemodelan dampak kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan inklusi keuangan, pengembangan UMKM, serta transformasi digital di sektor publik. Sejumlah kolega menyebutnya sebagai peneliti yang sangat teliti dan selalu mendasarkan argumen pada bukti empiris, bukan sekadar opini atau tren sesaat.

Dalam beberapa forum akademik internasional, Ade Holis kerap diundang sebagai panelis untuk membahas strategi negara berkembang dalam menjembatani kesenjangan digital. Ia juga aktif menulis di jurnal-jurnal bereputasi dan menjadi narasumber di sejumlah media arus utama ketika topik terkait ekonomi digital mencuat. Rekam jejaknya yang konsisten di ranah riset membuatnya dipercaya menahkodai divisi penelitian di NEXT Indonesia Center sejak dua tahun lalu.

NEXT Indonesia Center: Lembaga dengan Misi Berbasis Bukti

NEXT Indonesia Center sendiri merupakan lembaga riset independen yang berfokus pada tiga pilar utama: ekonomi digital, keberlanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang inklusif. Di bawah koordinasi Ade Holis, pusat studi ini telah menerbitkan sejumlah laporan strategis yang mendapat perhatian luas, termasuk kertas kerja tentang efektivitas program bantuan sosial berbasis data, serta studi tentang potensi ekonomi kreatif di wilayah non-metropolitan.

Salah satu ciri khas studi yang dipimpin Ade Holis adalah pendekatan multidisipliner. Tim risetnya tidak hanya terdiri dari ekonom, tetapi juga melibatkan pakar teknologi informasi, sosiolog, dan ahli hukum. Hal ini menghasilkan analisis yang lebih utuh, tidak hanya melihat angka, tetapi juga konteks sosial dan implikasi regulasi. Ade Holis sering menekankan bahwa riset yang baik harus mampu diterjemahkan ke dalam rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan tidak terjebak pada jargon akademik semata.

Pandangan Terhadap Lanskap Ekonomi Digital Indonesia

Dalam berbagai kesempatan, Ade Holis menyampaikan pandangan bahwa pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang pesat harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital dan perlindungan data pribadi yang kuat. Riset internal NEXT Indonesia Center yang dirilis tahun lalu menunjukkan bahwa kesenjangan akses terhadap infrastruktur digital di wilayah timur Indonesia masih sangat lebar, dan jika tidak ditangani dengan serius, akan menciptakan ketimpangan baru yang lebih dalam.

"Data yang kami kumpulkan di lapangan menunjukkan bahwa keberadaan jaringan internet cepat saja tidak cukup. Harus ada pendampingan intensif agar masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen dalam ekosistem digital," ungkap Ade Holis dalam suatu diskusi terbatas.

Menariknya, Ade Holis tidak hanya berhenti pada diagnosa masalah. Ia juga mendorong agar hasil riset ini disertai dengan pilot project atau uji coba di komunitas terpilih. Langkah ini, menurutnya, penting untuk mengukur efektivitas rekomendasi sebelum disodorkan ke pemerintah. Inilah yang membedakan NEXT Indonesia Center dengan lembaga riset yang hanya memproduksi laporan di atas meja.

Kontribusi Nyata dan Jejak Kolaborasi

Selama memimpin riset, Ade Holis berhasil menjalin kerja sama dengan beberapa kementerian, pemerintah daerah, hingga lembaga donor internasional. Studi tentang optimalisasi marketplace bagi petani lokal di Jawa Barat, misalnya, berhasil mempertemukan platform digital dengan kelompok tani dan menyusun modul pelatihan yang kini direplikasi di tiga provinsi lain. Proyek ini menjadi contoh nyata bagaimana riset yang digawangi Ade Holis tidak berhenti di tahap publikasi, melainkan berlanjut ke implementasi.

Tidak hanya itu, di masa pandemi beberapa tahun silam, tim riset NEXT Indonesia Center di bawah arahannya melakukan survei cepat tentang ketahanan pangan keluarga pekerja informal. Temuan mereka kemudian dimanfaatkan oleh organisasi nirlaba untuk menargetkan bantuan secara lebih tepat sasaran. Ade Holis menilai bahwa kelincahan merespons isu aktual dengan metodologi yang tepat adalah kunci keberlanjutan sebuah lembaga riset.

Tantangan dan Arah Masa Depan

Mengenai masa depan, Ade Holis melihat bahwa riset di Indonesia masih menghadapi tantangan klasik: pendanaan yang terbatas dan rendahnya minat swasta untuk mendanai riset jangka panjang. Namun, ia tetap optimistis. Di bawah kepemimpinannya, NEXT Indonesia Center tengah merancang platform data terbuka yang dapat diakses publik, sehingga transparansi dan replikasi studi bisa lebih mudah dilakukan oleh peneliti lain.

Ia juga tengah menginisiasi program magang riset intensif bagi mahasiswa tingkat akhir dari berbagai universitas. Tujuannya untuk mencetak generasi peneliti muda yang tidak hanya mahir dalam pengolahan data, tetapi juga memahami etika dan konteks kebijakan. "Kita perlu membangun ekosistem riset yang sehat. Itu dimulai dari kaderisasi," tegas Ade Holis.

Dengan gaya kepemimpinan yang kolaboratif dan selalu berorientasi pada bukti, Ade Holis dipercaya akan terus membawa divisi riset NEXT Indonesia Center memainkan peran penting dalam percaturan wacana kebijakan di Indonesia. Banyak pihak kini menantikan publikasi berikutnya yang dijadwalkan rilis pada kuartal mendatang, yang dikabarkan akan mengupas dampak kecerdasan buatan terhadap pasar tenaga kerja sektor formal di Indonesia. Jika rekam jejaknya dijadikan patokan, laporan tersebut hampir pasti akan kembali memicu diskusi serius di kalangan pengambil kebijakan.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User