Sep 01, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

factcheck

Menbud Janji Pasang Instalasi Pemadam Api di Desa Adat Sade Lombok

Minister Kebudayaan merespons kerentanan infrastruktur bangunan adat di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan menjanjikan pemasangan instalasi pemadam api secara permanen. Janji i...

Menbud Janji Pasang Instalasi Pemadam Api di Desa Adat Sade Lombok

Minister Kebudayaan merespons kerentanan infrastruktur bangunan adat di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dengan menjanjikan pemasangan instalasi pemadam api secara permanen. Janji ini disampaikan menyusul meningkatnya kesadaran terhadap risiko kebakaran yang mengancam keberlangsungan kompleks rumah adat tradisional suku Sasak tersebut.

Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata budaya paling ikonik di Pulau Lombok. Kompleks perumahan adat ini dibangun dengan material tradisional berupa anyaman bamboo dan kayu yang memiliki nilai budaya tinggi. Namun, material tersebut sekaligus menjadi titik lemah utama dari ancaman kebakaran, terutama pada musim kemarau panjang yang dipicu fenomena El Nino.

Material Bangunan Tradisional Jadi Tantangan Utama

Fadli, yang juga dikenal sebagai pemangku kepentingan pelestarian budaya di wilayah tersebut, menegaskan bahwa tantangan utama dalam menjaga keselamatan Desa Adat Sade terletak pada karakteristik bangunan yang digunakan. Material alami berupa anyaman bambu, kayu kering, dan komponen struktur tradisional lainnya sangat mudah terbakar apabila terkena sumber api.

Berbeda dengan bangunan modern yang umumnya menggunakan material non-combustible, kompleks perumahan adat di Sade masih mempertahankan metode konstruksi tradisional suku Sasak yang telah diwariskan secara turun-temurun selama ratusan tahun. Kondisi ini固然 menjadi daya tarik wisata tersendiri, namun di sisi lain menimbulkan risiko keamanan yang tidak bisa diabaikan.

Musim kemarau panjang akibat El Nino beberapa waktu terakhir semakin memperburuk situasi. Kelembaban udara yang rendah dan Vegetasi kering di sekitar kompleks adat menciptakan kondisi ideal bagi potensi kebakaran. Insiden kecil sekalipun dapat berujung pada kerusakan permanen terhadap warisan budaya yang tidak bisa direplikasi.

Janji Instalasi Pemadam Api Permanen

Menjawab kerentanan tersebut, Kementerian Kebudayaan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat merencanakan pemasangan sistem instalasi pemadam api di seluruh area kompleks Desa Adat Sade. Sistem ini dirancang agar tidak mengganggu estetika dan keaslian tampilan bangunan adat, namun tetap mampu memberikan respons cepat apabila terdeteksi adanya percikan api.

Pemasangan instalasi pemadam api diharapkan dapat menjadi solusi sistematis untuk melindungi salah satu warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage) Indonesia. Sistem proteksi kebakaran ini akan dilengkapi dengan detektor asap dan titik-titik air yang tersebar di strategic locations di seluruh area kompleks.

Selain aspek proteksi, rencana ini juga mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Pengelola dan warga adat di Sade akan mendapatkan pelatihan terkait prosedur keselamatan kebakaran serta cara mengoperasikan sistem pemadam yang dipasang. Dengan demikian, perlindungan terhadap kompleks adat tidak hanya bergantung pada peralatan semata, tetapi juga pada kesiapan sumber daya manusia lokal.

Upaya Pelestarian Warisan Budaya di Tengah Perubahan Iklim

Kasus Desa Adat Sade mencerminkan tantangan lebih luas yang dihadapi situs warisan budaya di seluruh Indonesia. Perubahan iklim yang membawa fenomena cuaca ekstrem seperti El Nino menciptakan tekanan tambahan bagi pemeliharaan bangunan-bangunan bersejarah dan tradisional yang umumnya memiliki kerentanan terhadap kondisi lingkungan yang berubah.

Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terus mendorong upaya-upaya pelestarian yang memadukan pendekatan tradisional dengan teknologi modern. Pemasangan instalasi pemadam api di Sade menjadi salah satu contoh konkret bagaimana adaptasi teknologi dapat dilakukan tanpa mengorbankan nilai-nilai autentik yang terkandung dalam warisan budaya.

Desa Adat Sade sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu kawasan pelestarian budaya yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Keberadaannya tidak hanya memiliki nilai historis bagi suku Sasak, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap ekonomi lokal melalui sektor parekraf. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kompleks ini menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.

Dengan adanya komitmen dari Kementerian Kebudayaan dan dukungan berbagai pihak, diharapkan Desa Adat Sade dapat terus lestari sebagai pusat kebudayaan suku Sasak sekaligus destinasi wisata budaya yang aman bagi pengunjung. Pemasangan instalasi pemadam api diproyeksikan selesai dalam waktu dekat dan segera dioperasionalkan sebelum musim kemarau berikutnya tiba.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User