MONTREAL — Brandon McNulty mencatatkan namanya dalam sejarah olahraga Amerika Serikat. Pemandu balap berusia 28 tahun itu menaklukkan lintasan panas di Montreal untuk merebut gelar juara dunia men's elite road race pada hari terakhir UCI Road World Championships 2026, Minggu (waktu setempat). Ia menjadi orang Amerika pertama yang mengangkat medali emas rainbow jersey di kategori elit sejak Lance Armstrong melakukannya di Oslo, Norwegia, pada 1993.
Kemenangan ini sekaligus memutus puasa gelar dunia balap jalan putra Amerika Serikat selama 33 tahun — rentang waktu yang panjang, penuh kontroversi, dan diwarnai skandal doping yang mencoreng nama Armstrong serta membuat prestasi 1993 itu dipertanyakan banyak pihak. Bagi McNulty, ini bukan sekadar trofi: ini adalah momen pembuktian bahwa Amerika Serikat kembali punya pembalap yang mampu bersaing di level tertinggi balap sepeda dunia.
Perlombaan Panas di Lintasan Montreal
Balapan berlangsung sengit sejak kilometer awal. Lintasan sepanjang lebih dari 250 kilometer dengan tanjakan berulang di kawasan Old Montreal menjadi medan uji ketahanan yang brutal. Puluhan pembalap dari Belgia, Slovenia, Denmark, dan Belanda bergantian melakukan serangan, namun McNulty mampu membaca ritme balapan dengan cermat.
Pada putaran final, McNulty keluar dari kelompok utama bersama dua pembalap favorit. Dalam sprint menuju garis akhir, ia memilih momen yang tepat untuk melesat — sebuah keputusan yang kemudian ia sebut sebagai "insting seumur hidup."
"Saya tumbuh besar menonton balapan ini. Saya tahu apa arti gelar ini untuk negara saya. Momen ini bukan hanya untuk saya, tapi untuk semua orang yang percaya bahwa balap sepeda Amerika bisa kembali ke puncak." — Brandon McNulty, usai lomba.
Latar Belakang dan Perjalanan Karier
McNulty bukan nama baru di peloton internasional. Ia telah lama dikenal sebagai spesialis time trial dan pembalap etape di World Tour. Namun gelar dunia di kategori road race adalah pencapaian yang berbeda kelas — hanya diberikan kepada pembalap yang mampu bertahan di lintasan terpanjang dan terberat dalam satu hari penuh.
Beberapa poin kunci dari kemenangan historis ini:
- Pertama sejak 1993 — Amerika Serikat kembali merebut gelar elit road race putra setelah lebih dari tiga dekade.
- Bayang-bayang Armstrong — Nama Armstrong masih menjadi kontroversi global akibat skandal doping, membuat kemenangan McNulty dianggap sebagai pemulihan simbolik.
- Dominasi Eropa dipatahkan — Selama puluhan tahun, gelar ini nyaris selalu jatuh ke tangan pembalap Belgia, Italia, Spanyol, atau Slovenia.
- Generasi baru AS — McNulty menjadi bagian dari angkatan pembalap muda Amerika yang tengah bangkit di panggung World Tour.
Reaksi Dunia Balap Sepeda
Federasi balap sepeda Amerika Serikat menyebut kemenangan ini sebagai "titik balik" bagi popularitas balap sepeda di negara itu. Media internasional menyoroti bagaimana McNulty berhasil membawa bendera AS ke podium tertinggi tanpa bayang-bayang skandal yang selama ini menghantui nama Armstrong.
Dari kubu Eropa, sejumlah pelatih mengakui bahwa taktik McNulty di kilometer terakhir sangat matang. Ia tidak hanya mengandalkan kekuatan kaki, tetapi juga kecerdasan membaca situasi — sesuatu yang jarang dimiliki pembalap di usia 28 tahun.
Dengan gelar ini, McNulty otomatis mengamankan tempat di berbagai balapan bergengsi musim depan dan menjadi kandidat kuat untuk Olimpiade berikutnya. Namun di atas semua itu, ia telah menutup bab lama sejarah balap sepeda Amerika — dan membuka bab baru yang jauh lebih bersih.
Comments (0)