Tim penuntut dari Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) Filipina mengungkap temuan krusial dalam sidang pemakzulan Wakil Presiden Sara Z. Duterte. Berdasarkan rangkaian bukti dokumen dan kesaksian yang dihadirkan di hadapan majelis, jaksa penuntut mengidentifikasi adanya pola berulang yang sistematis dalam pencairan serta pengelolaan dana rahasia (confidential funds) bernilai ratusan juta peso.
Investigasi parlemen menunjukkan bahwa skema pengelolaan anggaran tanpa pengawasan ketat tersebut bukan sekadar kelalaian administratif sporadis, melainkan metode yang telah dipraktikkan secara konsisten di berbagai jabatan publik yang pernah diembannya.
Kronologi dan Jejak Anggaran: Dari Davao hingga Tingkat Nasional
Laporan audit investigatif menyoroti jejak pemanfaatan dana taktis rahasia ini ke dalam tiga fase kepemimpinan strategis:
- Periode Balai Kota Davao: Saat menjabat sebagai Wali Kota Davao City, Sara Duterte tercatat mengelola alokasi dana rahasia dalam jumlah yang luar biasa besar untuk ukuran pemerintah daerah, dengan pertanggungjawaban yang sangat minim akses publik.
- Transisi Menuju Kantor Wakil Presiden (OVP): Memasuki panggung nasional pada tahun 2022, permohonan dana rahasia senilai 125 juta peso disetujui dan dihabiskan hanya dalam kurun waktu 11 hari tanpa rencana kerja awal anggaran resmi.
- Masa Jabatan di Departemen Pendidikan (DepEd): Selama memimpin sektor pendidikan, pos anggaran rahasia kembali dialokasikan dengan dalih keamanan sekolah dan kontra-pemberontakan, memicu kecurigaan karena tidak sesuai dengan tugas pokok perlindungan siswa.
“Ada garis merah yang tidak terputus. Modus operandi ini bermula dari Davao, dibawa ke Kantor Wakil Presiden, lalu diterapkan kembali di Departemen Pendidikan. Polanya identik: meminta dana besar, menghabiskannya dalam tempo kilat, dan menolak audit publik,” tegas salah satu jaksa penuntut dalam persidangan.
Modus Pengaburan Anggaran dan Penolakan Transparansi
Penyelidikan mendalam menemukan bahwa dana rahasia tersebut dicairkan menggunakan tanda terima sementara dan dokumen yang sulit diverifikasi keasliannya. Komisi Audit Filipina (COA) sebelumnya sempat mengeluarkan Notice of Disallowance atas sebagian besar pengeluaran tersebut karena ketiadaan bukti pendukung yang sah.
Poin-poin krusial yang memberatkan posisi pembelaan meliputi:
- Pengeluaran Terlalu Cepat: Penyerapan anggaran bernilai jutaan peso dilakukan dalam hitungan hari tanpa mekanisme lelang atau verifikasi pihak ketiga.
- Tumpang Tindih Operasional: Penggunaan anggaran intelijen oleh kementerian sipil seperti DepEd yang dinilai melampaui yurisdiksi pertahanan nasional.
- Ketertutupan Informasi: Penolakan konsisten dari kubu Sara Duterte untuk membuka rincian penggunaan anggaran kepada Komisi Pengawas Anggaran Parlemen.
Pertaruhan Politik dan Ancaman Pencopotan Jabatan
Sidang pemakzulan ini menjadi ujian terberat bagi dinasti politik Duterte sekaligus mempertegas keretakan aliansi dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Jika terbukti melakukan pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan pelanggaran konstitusi berat, Sara Duterte berisiko kehilangan jabatannya secara permanen serta dilarang menduduki posisi publik seumur hidup.
Comments (0)