Kondisi antrean di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar dan kawasan sekitarnya terpantau mulai melandai dan kembali kondusif. Langkah intervensi logistik dan percepatan distribusi yang digencarkan PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi dinilai berhasil mengurai tekanan konsumsi bahan bakar yang sempat mengalami lonjakan.
Berdasarkan penelusuran lapangan tim redaksi, ritme pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis gasoline maupun gasoil kini mengalir lebih stabil dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menuju simpul-simpul pengisian retail di wilayah perkotaan hingga daerah penyangga.
Kronologi dan Penelusuran Distribusi Pasokan Energi
Investigasi alur distribusi energi di Sulawesi Selatan menunjukkan dinamika operasional yang terukur sepanjang pekan ini. Berikut tahapan pemulihan suplai hingga titik konsumsi masyarakat:
- Pemetaan Kebutuhan Riil: Tim manajemen Pertamina mendeteksi adanya peningkatan pola konsumsi di titik-titik SPBU strategis, yang memicu percepatan alokasi tangki pengantar dari Integrated Terminal Makassar.
- Optimalisasi Armada Mobil Tangki: Pola penambahan ritase dan pengoperasian armada tangki secara bergilir (24 jam) diterapkan untuk menjamin ketahanan stok (stock coverage) di setiap tangki pendam SPBU tetap berada pada level aman.
- Koordinasi Pengawasan Lintas Sektor: Pengawasan intensif dilakukan bersama aparat penegak hukum dan pemerintah daerah guna memitigasi potensi spekulasi atau pembelian tidak wajar yang berpotensi menimbulkan panic buying.
"Kondisi SPBU di Makassar dan wilayah sekitar saat ini menunjukkan perkembangan yang jauh lebih kondusif. Kami terus memantau pergerakan stok secara realtime dan memastikan pasokan ke masyarakat tetap terjaga tanpa kendala," ungkap Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo.
Langkah Taktis Penanganan Lonjakan Permintaan
Untuk mengantisipasi potensi kekosongan temporer akibat jeda pengiriman, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan skema sistem kontrol inventaris digital. Melalui sistem kendali terpusat, status volume BBM di tangki SPBU termonitor secara presisi sehingga perintah pengisian otomatis aktif sebelum volume bahan bakar menyentuh batas cadangan minimum (safety stock).
Beberapa langkah mitigasi teknis yang diperkuat meliputi:
- Prioritas Pengiriman Jalur Vital: Menjadwalkan pengiriman pada jam-jam dengan kepadatan lalu lintas rendah guna memangkas durasi perjalanan mobil tangki.
- Penjagaan Buffer Stock SPBU: Menginstruksikan pengelola SPBU untuk memaksimalkan kapasitas tampung tangki pendam pada periode pergantian shift.
- Pemeriksaan Kualitas dan Kuantitas: Menguji takaran dispenser serta kemurnian BBM secara berkala untuk menjaga transparansi kepada konsumen.
Imbauan Publik dan Pengawasan Pembelian BBM
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam membeli bahan bakar serta tidak melakukan penimbunan atau pembelian berlebih yang dapat merugikan pengguna lain. Distribusi BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar tetap diarahkan tepat sasaran sesuai ketentuan regulasi yang berlaku.
Pihak regulator dan aparat setempat menegaskan bahwa tindakan pembelian ilegal menggunakan jeriken tanpa rekomendasi resmi maupun modifikasi tangki kendaraan bermotor akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku demi menjamin keadilan akses energi bagi seluruh warga Sulawesi Selatan.
Comments (0)