Sep 17, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Lombok — KONI Pusat Dorong Diplomasi Olahraga Lewat Paralayang Sky Lancing

Angin berembus kencang di atas tebing Dusun Lancing, Lombok Tengah, membawa parasut warna-warni membumbung tinggi melintasi cakrawala. Pada ketinggian 180

Lombok — KONI Pusat Dorong Diplomasi Olahraga Lewat Paralayang Sky Lancing

Angin berembus kencang di atas tebing Dusun Lancing, Lombok Tengah, membawa parasut warna-warni membumbung tinggi melintasi cakrawala. Pada ketinggian 180 meter di atas permukaan laut (mdpl), hamparan perbukitan hijau yang membentang luas ke arah barat menyuguhkan panorama megah pantai selatan Lombok. Di titik inilah, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menggelar aksi simbolis yang melampaui batas-batas arena pertandingan konvensional: mengajak delegasi Dili, Timor Leste, merasakan sensasi terbang tandem paralayang di kawasan Sky Lancing.

Langkah yang diambil pada Rabu, 16 September 2026 tersebut bukan sekadar hiburan turistik biasa. Di balik kibasan kain parasut yang membendung angin, KONI Pusat sedang merajut narasi besar persiapan menyambut ajang akbar Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 yang akan digelar berdua oleh Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan ini menjadi cerminan nyata dari integrasi antara pembinaan prestasi dan pemanfaatan potensi sport tourism secara terukur.

Mengakrabkan Batas Negara Melalui Diplomasi Olahraga

KONI Pusat mulai menggeser paradigma lama yang melihat olahraga hanya sebagai instrumen pencapaian medali semata. Dalam konstelasi hubungan antabangsa di kawasan Asia Tenggara, olahraga kini ditempatkan sebagai jembatan diplomasi yang efisien dan humanis. Kunjungan delegasi Timor Leste ini diproyeksikan untuk membangun jalur komunikasi yang lebih erat antara kedua negara tetangga.

Kepala Bidang Media dan Humas KONI Pusat, Tirto Prima Putra, menegaskan bahwa orientasi pengembangan olahraga nasional saat ini telah mengadopsi pendekatan multisektoral. Olahraga diarahkan untuk membuka ruang-ruang kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat lokal.

“KONI Pusat melihat bahwa olahraga bukan sekadar kegiatan fisik yang berhubungan dengan prestasi. Kini kami mengembangkan Sport Diplomacy dengan Timor Leste, bahwa melalui olahraga kita dapat mempererat hubungan antar negara,” tegas Tirto Prima Putra di sela-sela peninjauan lokasi.

Kolaborasi Akademis dan Keberanian di Udara

Agenda diplomasi di atas angin ini tidak berdiri sendiri. Kunjungan lapangan tersebut turut melibatkan institusi pendidikan dari kedua negara, yakni Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) dari pihak Indonesia dan Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL) dari Timor Leste. Sinergi ini menandai dimulainya kolaborasi lintas batas yang menggabungkan aspek riset olahraga, pendidikan jasmani, dan pengembangan destinasi wisata berbasis komunitas.

Penelusuran di lapangan menunjukkan bahwa kawasan Sky Lancing memiliki kualifikasi geografis yang sangat ideal untuk olahraga ekstrem paralayang. Lokasi ini menjanjikan termal angin yang stabil serta lanskap alam yang menjanjikan nilai komersial tinggi. Namun, menerbangkan delegasi asing yang sebagian besar belum pernah mengudara tentu membutuhkan tingkat keamanan dan profesionalisme tinggi dari para instruktur.

Seorang atlet paralayang berprestasi asal Jawa Barat, Jabi, yang bertugas memandu penerbangan tandem tersebut, mengungkapkan dinamika emosional dan teknis saat membawa penumpang menaklukkan ketinggian Sky Lancing.

“Jujur sebenarnya rasa takut itu ada. Cuma terkontrol. Karena mungkin kita sudah terbiasa dengan prosedur keselamatan dan membaca karakter angin di sini. Saat berada di atas, kekhawatiran itu berubah menjadi kekaguman pada keindahan alam Lombok,” tutur Jabi saat menceritakan pengalamannya mengendalikan penerbangan.

Matriks Analisis Potensi Sky Lancing dan Diplomasi Olahraga

Pengembangan Sky Lancing sebagai pusat paralayang kawasan Nusa Tenggara memberikan beberapa gambaran strategis terkait kesiapan infrastruktur dan dampak ekonominya:

Parameter Strategis Kondisi dan Potensi Lapangan Target Dampak Jangka Panjang
Elevasi Take-Off 180 Meter di Atas Permukaan Laut (mdpl) Standar penerbangan tandem dan kompetisi nasional/internasional.
Fokus Kegiatan Uji terbang tandem & diplomasi bilateral Penguatan posisi NTB-NTT sebagai tuan rumah PON XXII/2028.
Kemitraan Lembaga KONI Pusat, UNDIKMA, UNTL (Timor Leste) Pertukaran ilmu pengetahuan olahraga dan riset sport tourism.
Dampak Ekonomi Pemberdayaan Dusun Lancing & Lombok Tengah Peningkatan pendapatan daerah berbasis industri olahraga rekreasi.

Persiapan Menuju PON XXII/2028: Menjangkau Ranah Internasional

Penguatan narasi sport tourism di Lombok Tengah ini secara tidak langsung menjadi etalase awal bagi Indonesia menjelang PON XXII/2028. Dengan menjadikan wilayah NTB dan NTT sebagai pusat perhatian, KONI Pusat ingin memastikan bahwa sarana pendukung dan destinasi wisata di sekitar lokasi pertandingan kelak siap menampung wisatawan domestik maupun manca negara.

Pengalaman yang ditawarkan di Sky Lancing membuktikan bahwa olahraga ekstrem mampu melunakkan batas-batas geopolitik. Ketika delegasi Timor Leste melayang bersama atlet Indonesia di atas langit Lombok, pesan yang tersampaikan sangat jelas: olahraga adalah bahasa universal yang menyatukan, membangkitkan ekonomi, dan melampaui sekat-sekat perbedaan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User