LCC Empat Pilar MPR RI Bali Diikuti Sembilan Sekolah, Ini Juaranya

Denpasar – Gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Bali resmi dibuka oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, pada Sabtu (4/7) di Bali Sunset Road Convent

Jul 07, 2026 - 23:00
0 0
LCC Empat Pilar MPR RI Bali Diikuti Sembilan Sekolah, Ini Juaranya

Denpasar – Gelaran Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Bali resmi dibuka oleh Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Abraham Liyanto, pada Sabtu (4/7) di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Denpasar. Kompetisi ini menjadi wahana strategis untuk menanamkan dan memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan melalui pendekatan yang lebih segar dan dekat dengan dunia pelajar. Sebanyak sembilan sekolah menengah atas dan sederajat di Bali turut ambil bagian dalam ajang yang menguji penguasaan materi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika tersebut.

Dalam sambutannya, Abraham Liyanto menegaskan bahwa pelaksanaan LCC Empat Pilar merupakan amanat langsung dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, serta Tata Tertib MPR RI. Regulasi itu menugaskan Badan Sosialisasi untuk memasyarakatkan Empat Pilar secara menyeluruh ke seluruh lapisan masyarakat, dengan penekanan khusus pada generasi muda. "Kompetisi ini bukan sekadar lomba, melainkan bagian dari ikhtiar membangun negara dan bangsa," ujarnya di hadapan para peserta, pendamping, dan undangan, seperti termuat dalam keterangan yang diterima media kami, Minggu (5/7/2026).

Kompetisi Lebih Efektif Dibanding Sosialisasi Konvensional

Lebih lanjut, Abraham menyitir hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan bahwa penyampaian materi kebangsaan melalui format lomba atau kompetisi lebih mudah diterima oleh kalangan muda dibandingkan metode sosialisasi konvensional. Temuan itu menjadi landasan kuat bagi MPR RI untuk terus menggelar LCC Empat Pilar di berbagai daerah. "Pendekatan melalui kompetisi dinilai efektif menjangkau pelajar. Data survei menunjukkan generasi muda lebih responsif terhadap materi yang dikemas secara interaktif dan menantang," tambahnya.

LCC Empat Pilar sendiri dirancang tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap konteks historis, yuridis, dan sosiologis dari keempat pilar kebangsaan. Setiap tim sekolah harus menjawab pertanyaan yang disusun oleh pakar sosialisasi dan akademisi dalam tiga babak utama: wajib, lemparan, dan rebutan. Materi meliputi sejarah perumusan Pancasila, proses amandemen UUD 1945, dinamika NKRI, hingga praktik nyata Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan melibatkan sembilan sekolah, LCC di Bali menjadi salah satu rangkaian kegiatan nasional yang telah digelar di lebih dari setengah provinsi. Badan Sosialisasi MPR RI menargetkan seluruh provinsi dapat menggelar kompetisi serupa pada tahun ini sebagai bentuk pemerataan literasi konstitusi di kalangan siswa.

Para juara yang berhasil lolos seleksi provinsi akan mewakili Bali ke tingkat nasional yang rencananya digelar pada akhir tahun. Meski pada pembukaan belum diumumkan secara rinci para pemenang, antusiasme tinggi terlihat dari solidnya persiapan tim dan dukungan para guru pendamping. Mayoritas sekolah mengirimkan delegasi terbaik yang telah lolos seleksi internal, menjadikan persaingan kian ketat dan berkualitas.

Kegiatan ini juga diapresiasi oleh pemerintah daerah setempat sebagai langkah sinergis memperkuat pendidikan karakter di sekolah. Dengan metode yang menggabungkan kompetisi dan penanaman ideologi, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga teguh memegang prinsip kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi informasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hafiz-rahman

Verifikator. Memverifikasi klaim viral via sumber terbuka.

Comments (0)

User