L'Arc~en~Ciel Rilis Lagu Baru Sou Tennen Shoku di Tahun ke-35 Berkarya

Band rock legendaris Jepang, L'Arc~en~Ciel, resmi mengumumkan karya terbaru mereka bertajuk "Sou Tennen Shoku". Kabar ini menjadi penanda babak anyar bagi grup yang telah malang melintang di industri ...

L'Arc~en~Ciel Rilis Lagu Baru Sou Tennen Shoku di Tahun ke-35 Berkarya

Band rock legendaris Jepang, L'Arc~en~Ciel, resmi mengumumkan karya terbaru mereka bertajuk "Sou Tennen Shoku". Kabar ini menjadi penanda babak anyar bagi grup yang telah malang melintang di industri musik selama 35 tahun, sekaligus memicu antusiasme besar dari basis penggemar mereka yang tersebar di berbagai negara.

Belum banyak detail teknis yang diungkap mengenai format perilisan maupun tanggal pastinya. Namun, reputasi L'Arc~en~Ciel sebagai band yang sangat selektif merilis materi baru membuat pengumuman ini langsung menjadi sorotan. Sepanjang kariernya, kuartet asal Osaka tersebut tercatat telah menjual lebih dari 40 juta kopi rekaman, sebuah angka yang menempatkan mereka di jajaran musisi tersukses dalam sejarah musik Jepang.

Berawal dari Osaka pada 1991

L'Arc~en~Ciel didirikan pada tahun 1991 oleh sang basis, tetsuya, di Osaka. Nama band ini diambil dari bahasa Prancis yang berarti "pelangi", mencerminkan spektrum musik mereka yang beragam. Formasi klasik band ini terdiri dari hyde pada vokal, ken pada gitar, tetsuya pada bas, dan yukihiro pada drum yang bergabung memperkuat grup pada akhir 1990-an.

Album perdana mereka, "Dune" (1993), dirilis lewat jalur independen dan langsung mencuri perhatian kancah rock Jepang. Setelah menandatangani kontrak mayor, popularitas mereka melesat melalui album "True" (1996) yang menembus angka penjualan jutaan kopi dan melahirkan singel ikonik seperti "Flower".

Karier mereka sempat berada di ujung tanduk pada 1997 ketika krisis internal memaksa band vakum sementara. Namun, mereka bangkit lewat singel "Niji" yang menjadi simbol kelahiran kembali sekaligus salah satu lagu paling dikenal dalam diskografi mereka hingga hari ini.

Masa Kejayaan dan Rekor Penjualan

Puncak kejayaan komersial L'Arc~en~Ciel terjadi pada 1999, ketika mereka merilis dua album secara bersamaan: "Ark" dan "Ray". Strategi berani itu terbukti sukses besar — kedua album menduduki posisi puncak tangga lagu Oricon dan terjual jutaan kopi. Tur konsernya menarik ratusan ribu penonton, mengukuhkan status mereka sebagai band kelas stadion.

Memasuki era 2000-an, para personel sempat menempuh proyek solo masing-masing sebelum bersatu kembali dan merilis album "Smile" (2004). Sejak itu, band ini memilih ritme berkarya yang lebih longgar tanpa pernah kehilangan daya tarik di mata publik.

Menaklukkan Panggung Dunia

Nama L'Arc~en~Ciel juga harum di pentas internasional. Pada 2012, mereka mencetak sejarah sebagai artis Jepang pertama yang menggelar konser tunggal di Madison Square Garden, New York. Dua tahun berselang, mereka tampil di Stadion Nasional Tokyo di hadapan puluhan ribu penonton selama dua hari berturut-turut.

Lagu-lagu mereka juga akrab di telinga penggemar anime global. "Ready Steady Go" menjadi pembuka serial "Fullmetal Alchemist", sementara "Daybreak's Bell" mengiringi "Mobile Suit Gundam 00". Jangkauan lintas generasi inilah yang membuat musik mereka tetap abadi dan terus ditemukan oleh pendengar baru.

Makna di Balik "Sou Tennen Shoku"

Kehadiran "Sou Tennen Shoku" menjadi istimewa karena hadir tepat di usia karier band yang ke-35. Bagi penggemar, lagu ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan bukti bahwa empat musisi yang telah melewati berbagai badai industri itu masih memiliki energi kreatif yang sama seperti ketika mereka memulai semuanya di sebuah studio kecil di Osaka lebih dari tiga dekade silam.

Dengan katalog yang membentang puluhan tahun, deretan singel nomor satu, dan total penjualan melewati 40 juta kopi, L'Arc~en~Ciel menegaskan satu hal: pelangi yang mereka ciptakan pada 1991 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan memudar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
dina-aulia

Reporter Investigasi. Meliput isu lingkungan, tambang ilegal, dan deforestasi.

Comments (0)

User