Sep 30, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Lapin Dipecat karena Gagal di Ukraina, Kini Jadi Wakil PM Tatarstan

MOSKOW — Jenderal yang pernah dicap gagal di medan perang Ukraina justru naik pangkat secara politik. Kolonel Jenderal Alexander Lapin, yang dipecat dari p

Lapin Dipecat karena Gagal di Ukraina, Kini Jadi Wakil PM Tatarstan

MOSKOW — Jenderal yang pernah dicap gagal di medan perang Ukraina justru naik pangkat secara politik. Kolonel Jenderal Alexander Lapin, yang dipecat dari posisinya sebagai komandan Distrik Militer Rusia setelah gelombang kritik keras dari kubu pro-perang Moskow, kini ditunjuk menjabat sebagai wakil perdana menteri Republik Tatarstan. Pergeseran posisi yang tampak kontradiktif ini membuka pertanyaan besar soal bagaimana Kremlin menangani perwira yang gagal, namun tetap dipertahankan dalam lingkaran kekuasaan.

Kisah jatuh-bangunnya Lapin bermula dari kekalahan pasukan Rusia di sejumlah front strategis. Sebagai komandan kelompok tentara "Center", ia sempat memimpin pasukan hingga pinggiran Kiev pada tahap awal invasi, sebelum dipaksa mundur dan kemudian dialihkan ke timur Ukraina. Di sana pasukannya merebut Lyman, Sievierodonetsk, dan Lysychansk — capaian yang membuat Vladimir Putin menganugerahkan gelar Pahlawan Rusia kepadanya. Namun gelar itu tidak lama melindunginya dari amarah kubu garis keras.

Kritik Kadyrov Membenamkan Karier Militer Lapin

Semua berubah pada Oktober 2022, ketika pasukan Rusia mundur dari Lyman. Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov melancarkan serangan publik yang tak terhingga terhadap Lapin, menudingnya tidak kompeten dan melindungi diri di balik perlindungan pimpinan Staf Umum.

"Dia tidak kompeten, dan dia ditutupi dari atas oleh kepemimpinan Staf Umum."

Kadyrov bahkan mengklaim Lapin tidak berada di Lysychansk ketika pasukannya merebut kota tersebut — bagian inti dari "pencapaian" yang justru membuatnya dijuluki Pahlawan Rusia. Belakangan, pendiri kelompok militer Wagner Yevgeny Prigozhin menyatakan dukungan terhadap kritik Kadyrov, memperkuat tekanan terhadap jenderal berpangkat tinggi itu.

Tak lama setelah serangan Kadyrov, Lapin dicopot dari komando. Media Rusia seperti RBC dan The Moscow Times melaporkan bahwa ia dihapus dari posisinya hanya dua hari setelah kritik tersebut terpublikasi, meski Kementerian Pertahanan Rusia tidak pernah mengonfirmasi secara resmi.

Rekam Jejak yang Penuh Bintang dan Bintik

Di balik kontroversi, catatan militer Lapin sebenarnya penuh warna. Ia memimpin operasi yang berhasil merebut sebagian besar wilayah Luhansk, namun kegagalannya menahan garis depan di Donetsk menjadi senjata para penentangnya. Beberapa fakta kunci dari rekam jejaknya:

  • Pencapaian wilayah — memimpin kelompok "Center" merebut Lyman, Sievierodonetsk, dan Lysychansk.
  • Kegagalan strategis — pasukannya mundur dari pinggiran Kiev pada fase awal invasi.
  • Kritik pasokan — dituduh gagal menyediakan komunikasi dan perbekalan yang memadai bagi pasukannya.
  • Koneksi keluarga — putranya, Letnan Kolonel Denis Lapin, bertempur di bawah komandanya di Ukraina.

Dari Pangkalan Militer ke Kantor Politik Tatarstan

Penunjukan Lapin sebagai wakil perdana menteri Tatarstan terbilang tidak lazim. Perwira yang tercoreng oleh kegagalan operasional biasanya dipensiunkan atau ditempatkan di posisi administratif tanpa bobot. Namun Moskow memilih jalur berbeda: menggulirkan Lapin ke birokrasi sipil di wilayah yang dipimpin Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov, sekutu setia Putin.

Bagi sebagian analis, langkah ini mencerminkan pola lamа Kremlin — gagal naik, bukan gagal turun. Perwira yang kehilangan kendali medan perang tidak serta-merta ditinggalkan, melainkan dipindahkan ke lingkaran kekuasaan politik agar loyalitas mereka tetap terjaga dan suara kritik internal tetap terkendali.

Langkah tersebut juga mengirim sambutan terselubung kepada publik domestik: mereka yang bertempur dan menerima kecaman tetap akan diurus rezim selama kesetiaan tidak dipertanyakan. Sementara itu, kubu pro-perang yang menuntut pertanggungjawaban atas kekalahan di Ukraina kini harus menelan kenyataan pahit — jenderal yang mereka kritik justru mendapat kursi baru yang nyaman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS ramadiansyah

Editor Investigasi. Pemenang penghargaan jurnalisme investigasi. Spesialisasi: korupsi, kolusi, dan maladministrasi.

Comments (0)

User