'Lalaki Langit' Dikritik, Gerindra Ingatkan Bupati Purwakarta Jaga Sikap
Lurusin.com, Jakarta – Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyayangkan polemik yang muncul dari lagu 'Lalaki Langit' yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta. Meski
Lurusin.com, Jakarta – Juru bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menyayangkan polemik yang muncul dari lagu 'Lalaki Langit' yang diciptakan oleh Saepul Bahri Binzein, Bupati Purwakarta. Meski telah mendengar klarifikasi bahwa lagu tersebut dibuat sebelum yang bersangkutan menjabat sebagai kepala daerah, Gerindra menekankan pentingnya setiap pejabat publik menjaga sikap agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat.
"Ya kalau kita kan prinsipnya kita sudah mendengar langsung, ya, misalnya klarifikasi yang disampaikan Bupati Purwakarta terkait dengan lagu itu. Lagu itu dibuat jauh sebelum dia jadi bupati ya, berdasarkan klarifikasinya,"
kata Sugiat kepada wartawan di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Pelajaran Penting bagi Pejabat Publik
Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI itu menambahkan bahwa peristiwa yang kini menjadi sorotan publik ini harus menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak, terutama para pemimpin daerah. Menurutnya, dalam membuat sebuah karya seni ataupun pernyataan publik, pejabat tetap perlu mengedepankan norma, budaya, dan etika yang berlaku di tengah masyarakat.
“Membuat karya itu sah-sah saja, tapi sebagai figur publik kita harus sadar ada tanggung jawab moral yang melekat. Jangan sampai karya yang sebenarnya bersifat personal kemudian ditafsirkan berbeda dan memantik reaksi negatif dari masyarakat,” ujar Sugiat. Ia menegaskan bahwa klarifikasi yang disampaikan Bupati Purwakarta sudah sepatutnya diterima, namun kesadaran akan posisi sebagai pemimpin daerah tidak bisa diabaikan begitu saja.
Kontroversi dan Reaksi Publik
Berdasarkan penelusuran Lurusin.com, lagu 'Lalaki Langit' menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah kalangan menilai liriknya mengandung pesan yang dipandang tidak selaras dengan citra seorang bupati. Beberapa warganet mempertanyakan apakah isi lagu tersebut mencerminkan sikap dan kepribadian penciptanya sebagai pejabat publik. Adapun Saepul Bahri Binzein telah menyampaikan klarifikasi bahwa lagu itu adalah karya lama yang tidak ada kaitannya dengan posisinya saat ini di pemerintahan.
Di satu sisi, sejumlah pengamat menilai polemik ini menunjukkan betapa rentannya posisi pejabat publik di era digital. Setiap jejak digital, termasuk karya seni masa lalu, bisa kembali mencuat dan menimbulkan kontroversi. Karena itu, Gerindra melalui Sugiat mengingatkan agar seluruh kader dan pejabat publik dari partainya senantiasa menjaga perilaku, termasuk dalam berekspresi seni, agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi tambahan dari pihak Bupati Purwakarta menyusul imbauan dari Partai Gerindra tersebut. Media kami akan terus memantau perkembangan polemik ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada pembaca.
Comments (0)