Klaim Link Pendaftaran BLT via HP, Begini Hasil Penelusurannya

Beredar sebuah pesan berantai di aplikasi perpesanan yang mengklaim adanya tautan pendaftaran pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui telepon seluler. Pesan tersebut menyebar luas dan membuat b...

Jul 12, 2026 - 07:20
0 0
Klaim Link Pendaftaran BLT via HP, Begini Hasil Penelusurannya

Beredar sebuah pesan berantai di aplikasi perpesanan yang mengklaim adanya tautan pendaftaran pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui telepon seluler. Pesan tersebut menyebar luas dan membuat banyak warga penasaran, terutama mereka yang sedang membutuhkan bantuan sosial. Namun, klaim semacam ini perlu diwaspadai karena kerap menjadi modus penipuan digital.

Kronologi Klaim

Klaim yang beredar berupa teks singkat berisi ajakan untuk mengakses sebuah tautan, dengan narasi bahwa pemerintah membuka pendaftaran BLT secara online dan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan ponsel. Tautan tersebut disebutkan sebagai jalur resmi untuk mendaftar dan menerima dana bantuan. Kami menerima laporan dari sejumlah warga yang menerima pesan tersebut dan meminta klarifikasi.

Dalam pesan itu, disebutkan bahwa pendaftaran BLT dibuka untuk umum tanpa syarat rumit. Pengirim pesan mengklaim bahwa dana BLT akan langsung dicairkan ke rekening setelah pendaftaran melalui tautan yang disediakan. Narasinya dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat seperti informasi dari instansi resmi, namun tidak menyebutkan sumber jelas.

Penelusuran Fakta

Tim penelusuran fakta kami segera melakukan verifikasi terhadap klaim tersebut. Langkah pertama adalah memeriksa tautan yang disebarkan. Setelah ditelusuri, tautan tersebut bukan merupakan situs resmi pemerintah. Alamat situsnya tidak menggunakan domain go.id yang menjadi ciri khas lembaga pemerintahan di Indonesia. Sebaliknya, tautan itu mengarah ke sebuah halaman dengan domain tidak dikenal yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, nomor induk kependudukan (NIK), hingga informasi rekening bank.

Kami kemudian melakukan pengecekan ke situs resmi Kementerian Sosial (Kemensos) dan portal berita pemerintah. Tidak ada pengumuman apa pun tentang pendaftaran BLT melalui tautan dari pesan berantai tersebut. Seluruh informasi resmi mengenai program bantuan sosial selalu diumumkan melalui kanal-kanal resmi, baik itu situs web Kemensos, media sosial terverifikasi, maupun melalui pemerintah daerah setempat.

Lebih lanjut, kami memeriksa metode pendaftaran BLT yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial, data penerima BLT bersumber dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kemensos. Proses pendaftaran dilakukan melalui musyawarah desa/kelurahan, atau melalui usulan dinas sosial setempat, bukan melalui pendaftaran online lewat tautan tidak jelas.

Klarifikasi Pihak Berwenang

Untuk memastikan kebenaran informasi, kami menghubungi Kementerian Sosial melalui saluran pengaduan resmi. Pihak Kemensos menegaskan bahwa tidak ada program pendaftaran BLT melalui tautan di pesan berantai. "Setiap informasi yang mengatasnamakan Kemensos namun tidak berasal dari kanal resmi kami, patut dicurigai sebagai penipuan," ujar juru bicara Kemensos saat dikonfirmasi. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengeklik tautan mencurigakan dan tidak memberikan data pribadi.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga telah berulang kali merilis peringatan mengenai maraknya modus phishing yang mengatasnamakan bantuan sosial. Dalam laman resminya, Kominfo menyebutkan bahwa tautan penipuan sering kali digunakan untuk mengumpulkan data pribadi yang kemudian disalahgunakan untuk kejahatan perbankan atau pencurian identitas.

Fakta di Lapangan

Berdasarkan verifikasi, faktanya adalah: tautan pendaftaran BLT melalui ponsel yang beredar adalah hoaks. Tidak ada dasar kebijakan ataupun instruksi resmi dari pemerintah terkait tawaran tersebut. Mekanisme penyaluran BLT masih mengacu pada data penerima yang sudah terverifikasi oleh pemerintah daerah dan Kemensos. Pencairan dana dilakukan melalui bank-bank penyalur yang ditunjuk, bukan dengan cara pendaftaran online mandiri melalui tautan.

Kami juga menemukan bahwa modus serupa telah berulang kali terjadi, terutama saat pemerintah mengumumkan program bantuan sosial baru. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan momen tersebut untuk menjerat korban. Beberapa tautan bahkan mengarahkan ke situs yang menyerupai halaman resmi bank, padahal merupakan situs palsu yang dibuat untuk mencuri username, password, dan PIN perbankan.

Kesimpulan

Setelah melakukan serangkaian penelusuran dan konfirmasi, kami menyimpulkan bahwa klaim tentang adanya tautan pendaftaran pencairan BLT lewat handphone adalah tidak benar. Klaim tersebut termasuk dalam kategori hoaks dengan modus penipuan daring. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, tidak mudah membagikan pesan mencurigakan, dan hanya merujuk pada informasi resmi dari situs berdomain go.id atau pengumuman langsung dari perangkat desa/kelurahan.

Untuk menghindari menjadi korban penipuan, jangan pernah memberikan data pribadi pada tautan yang tidak jelas asal-usulnya. Jika ragu, tanyakan kepada pihak berwenang atau saluran pengaduan resmi pemerintah. Keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User