Ketika QRIS dan KUR BRI Topang Usaha Ayam Penyet Eks Tukang Ojek

Lapak kuliner di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, siang itu dipadati pengunjung yang mencari santapan. Asap mengepul dari deretan gerai, membawa aroma sambal, ayam bakar, dan gorengan yang men

Jul 08, 2026 - 00:29
0 0
Ketika QRIS dan KUR BRI Topang Usaha Ayam Penyet Eks Tukang Ojek

Lapak kuliner di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, siang itu dipadati pengunjung yang mencari santapan. Asap mengepul dari deretan gerai, membawa aroma sambal, ayam bakar, dan gorengan yang mengundang selera. Di tengah hiruk-pikuk sendok dan piring yang beradu, Asim (50), pemilik usaha Ayam Penyet “Asim Berkah”, bergerak lincah di balik meja saji. Kedua tangannya tak henti membolak-balikkan ayam di atas bara api, sementara matanya sesekali melirik layar ponsel yang menampilkan notifikasi QRIS. Kini, mantan pengemudi ojek itu tak lagi risau soal kembalian uang cash—transaksi digital telah menjadi sahabat barunya.

Jalan Panjang dari Jalanan ke Dapur

Sebelum menekuni usaha kuliner, Asim menghabiskan bertahun-tahun menjadi tukang ojek pangkalan di sekitar Tanah Abang. Penghasilannya tidak menentu, sangat bergantung pada jumlah penumpang dan cuaca. “Dulu narik ojek, kadang sepi, kadang rame. Tapi sejak pandemi, penumpang makin susah. Saya harus putar otak,” kenang Asim saat ditemui Lurusin.com di lapaknya, Rabu (22/5).

Tekad untuk beralih profesi muncul setelah ia melihat pamannya sukses berjualan ayam penyet di kampung halaman. Dengan modal tabungan seadanya, Asim memberanikan diri membuka lapak kecil di Bendungan Hilir pada 2022. Awalnya hanya menyediakan ayam goreng penyet dengan sambal terasi rumahan, kini menunya bertambah: ayam bakar, tahu, tempe, dan aneka lalapan segar.

Digitalisasi Angkat Omzet Hingga 40%

Loncatan besar terjadi ketika Asim mulai menggunakan QRIS dari BRI. Sebelumnya, ia hanya mengandalkan pembayaran tunai—yang kerap menyulitkan pembeli yang tidak membawa uang pas, atau menghambat antrean karena hitung-menghitung kembalian. “Sekarang, pembeli tinggal scan, bunyi, beres. Enggak perlu lama, antrean juga lebih cepat,” ujarnya.

Menurut pengakuan Asim, kehadiran QRIS BRI mampu mendongkrak omzet hariannya hingga 40%. Pembeli, terutama kalangan pekerja kantoran dan anak muda, lebih memilih transaksi nontunai karena praktis. “Banyak yang bilang, ‘Bang, ada QRIS enggak?’ Kalau enggak ada, mereka bisa pindah lapak,” tambahnya sambil tersenyum.

KUR BRI Jadi Pondasi Modal

Selain QRIS, Asim juga terbantu oleh Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI. Pinjaman dengan bunga rendah itu ia gunakan untuk membeli peralatan masak yang lebih memadai, menambah stok bahan baku, serta merenovasi lapak agar lebih nyaman bagi pembeli. “KUR BRI ini yang bikin saya bisa ekspansi. Dulu cuma punya dua meja, sekarang sudah enam. Alhamdulillah, omzet naik, bisa bayar cicilan lancar,” ungkapnya.

Asim mengaku sempat khawatir dengan proses pengajuan yang berbelit, namun ternyata pihak bank, melalui mantri BRI setempat, membantunya dengan cepat. “Dijemput bola, malah. Saya tinggal siapin dokumen, survei sebentar, terus cair. Enggak sampai seminggu,” katanya.

“Dulu saya cuma tukang ojek, sekarang punya usaha sendiri. Alhamdulillah, sekarang bisa kirim anak sekolah, bahkan sudah punya satu karyawan. Semua berawal dari berani mencoba dan percaya sama layanan digital.” – Asim, pemilik Ayam Penyet “Asim Berkah”.

Kini, di tengah gempuran lapak-lapak baru yang terus bermunculan, Asim tetap optimistis. Ia berencana menambah variasi menu dan membuka cabang kecil di dekat perkantoran. Baginya, teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan mitra yang mempertemukan usaha kecil dengan pasar yang lebih luas. Cerita Asim adalah potret nyata bagaimana digitalisasi perbankan, lewat QRIS dan KUR, mampu mengubah jalan hidup seorang mantan tukang ojek menjadi pengusaha kuliner yang bertahan dan berkembang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
oky-pratista

Editor Edukasi Media. Editor konten literasi media bagi pembaca.

Comments (0)

User