Kepala MOLIT Korea Beri Respons Tak Terduga di IKN
Kepala Divisi Dukungan Konstruksi Luar Negeri Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, melakukan kunju
Kepala Divisi Dukungan Konstruksi Luar Negeri Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi (MOLIT) Korea Selatan, Choi Jung-won, melakukan kunjungan langsung ke Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Senin (6/7/2026). Kedatangannya semula hanya diproyeksikan sebagai agenda penjajakan teknis, namun sejumlah pernyataannya justru mengundang kejutan dari kalangan pemerintah maupun pengamat.
Kunjungan Mendadak yang Diwarnai Antusiasme
Rombongan tiba di Bandara Nusantara sekitar pukul 10.00 WITA dan langsung menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Tanpa banyak protokol, Choi bersama tim kecilnya menyusuri Istana Negara, kompleks perkantoran kementerian, hingga sejumlah infrastruktur penunjang seperti sistem pengolahan air dan pusat data. Choi terlihat mengamati dengan saksama setiap sudut pembangunan, merekam sendiri menggunakan perangkat selulernya, dan berulang kali menghentikan langkah untuk bertanya rinci kepada pekerja konstruksi lokal.
Respon Tak Terduga: "Ini Melampaui Ekspektasi"
Puncaknya saat Choi menyampaikan keterangan pers setelah bertemu Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, ia mengungkapkan pandangan yang kontras dengan skeptisisme sejumlah analis asing. “
Kami sudah membaca banyak laporan, termasuk kritik soal kecepatan. Tapi yang kami lihat hari ini sungguh melampaui ekspektasi. Ini kota masa depan yang lahir dari keberanian — bukan sekadar rencana.
Pernyataan tersebut disambut riuh oleh forum bilateral di Balai Kota Nusantara. Padahal, sejumlah media internasional sebelumnya menyoroti penundaan dan pembengkakan biaya IKN. Choi justru menyoroti pendekatan konstruksi modular dan penggunaan material lokal yang diadopsi proyek ini, menyebutnya sebagai pelajaran berharga bagi negara maju.
Penawaran Kolaborasi Teknologi Smart City
Lebih lanjut, Choi secara mengejutkan membuka peluang kolaborasi langsung antara konsorsium konstruksi Korea dengan pengembang IKN. Ia menyebut tiga area utama yang diminati:
- Smart Water Management: Teknologi daur ulang air danau buatan yang digarap Samsung C&T.
- Green Mobility: Kendaraan listrik otonom Hyundai yang dapat diintegrasikan ke sistem transportasi publik Nusantara.
- Digital Twin: Model virtual kota untuk efisiensi pemeliharaan dan mitigasi bencana, berbasis platform yang pernah diterapkan di Songdo.
“
Kami tidak datang sebagai investor yang menunggu insentif. Kami datang untuk belajar dan menawarkan apa yang kami punya — setara dan saling menguntungkan,tegas Choi. Sikap ini berbanding terbalik dengan stereotip investor asing yang kerap memasang target profit tinggi sebelum berkomitmen.
Angin Segar bagi Kepercayaan Pasar
Ekonom senior dari Universitas Mulawarman, Dr. Rakhmat Riyadi, menilai respons Choi adalah sinyal kuat yang dapat mempengaruhi persepsi pasar global terhadap IKN. “
Korea Selatan adalah mitra dagang dan investasi strategis. Ketika pejabat setingkat mereka secara sukarela memuji, itu membantah narasi bahwa IKN dipaksakan. Efek psikologisnya signifikan untuk menarik modal asing yang masih menunggu.
Data dari Otorita mencatat, realisasi investasi swasta di IKN per Juni 2026 mencapai Rp 28,3 triliun — masih di bawah target tahunan Rp 45 triliun. Dengan adanya minat Korea, ditambah kepastian skema insentif fiskal, proyeksi diyakini akan membaik.
Kunjungi Titik Proyek Vital
Choi turut meninjau proyek Jembatan Pulau Balang duplikasi yang menghubungkan jalur darat dari Balikpapan menuju pusat IKN. Ia menyebut struktur bentang panjang itu setara dengan jembatan Incheon Grand Bridge, namun dikerjakan dalam waktu hampir separuh. Hal ini memperkuat kesan bahwa kemampuan teknik Indonesia tidak bisa diremehkan.
Reaksi Otorita dan Rencana Tindak Lanjut
Bambang Susantono menyambut baik seluruh tawaran dan akan segera membentuk task force khusus Indonesia–Korea Selatan untuk menindaklanjuti tiga pilar kerja sama yang diutarakan. Pertemuan teknis kedua dijadwalkan dalam 30 hari ke depan di Seoul. “
Ini bukan sekadar diplomasi. Kami menempatkan Korea sebagai mitra strategis fase kedua IKN, terutama untuk pengembangan riset dan teknologi perkotaan,ujar Bambang. [SOCIAL_TWEET]: Kepala MOLIT Korea Selatan Choi Jung-won berkunjung ke IKN dan beri pujian tak terduga: “Ini melampaui ekspektasi!” Ia tawarkan kolaborasi teknologi smart city tanpa syarat. #IKN #KoreaSelatan #Investasi[SOCIAL_TG]: 🇰🇷🤝🇮🇩 Kepala MOLIT Korea Selatan kagum dengan IKN dan buka peluang kerja sama besar. Proyek dibilang melampaui ekspektasi!
Comments (0)