Kemenhut Pastikan Pengawasan Vegetasi Pasca Karhutla Rinjani

Badan Penanggulangan Bencana dan petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil menjinakkan api yang membakar area savana di kawasan Gunung Rinjani. Meski titik api telah padam, kekhawati...

Kemenhut Pastikan Pengawasan Vegetasi Pasca Karhutla Rinjani

Badan Penanggulangan Bencana dan petugas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berhasil menjinakkan api yang membakar area savana di kawasan Gunung Rinjani. Meski titik api telah padam, kekhawatiran atas kondisi ekosistem puncak tetap menjadi perhatian utama pihak berwenang.

Upaya Pemadaman di Ketinggian Ekstrem

Proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lereng serta puncak Rinjani menghadapi tantangan geografis yang signifikan. Akses menuju zona api yang berada di ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut mempersulit mobilisasi personel dan peralatan. Cuaca kering dan hembusan angin kencang dari arah selatan mempercepat penyebaran bara ke vegetasi padang rumput yang mudah terbakar.

Tim gabungan yang dikerahkan menggunakan teknik pemadaman manual dengan membangun sekat bakar serta memanfaatkan sumber air terdekat. Helikopter water bombing turut diterjunkan untuk menjangkau titik-titik api yang tidak bisa diakses oleh regu darat. Setelah beberapa hari pertempuran dengan api, seluruh titik panas akhirnya dinyatakan padam tanpa meninggalkan jejak bara aktif.

Rehabilitasi dan Pemantauan Ketat

Pasca pemadaman, fokus operasional bergeser dari penanganan darurat ke tahap pemulihan dan pengawasan. Kemenhut menegaskan komitmennya untuk terus mengawasi kondisi vegetasi savana yang menjadi bioma khas di kaldera Rinjani. Langkah ini diambil untuk mencegah kebakaran susulan yang kerap terjadi akibat cuaca ekstrem dan kondisi bahan bakar kering yang tersisa.

Petugas akan melakukan patroli rutin menggunakan teknologi penginderaan jauh dan pemantauan lapangan. Data citra satelit akan dianalisis secara berkala untuk mendeteksi perubahan suhu permukaan yang mengindikasikan kemunculan api baru. Selain itu, rehabilitasi lahan bakar akan dilakukan secara alami maupun buatan untuk mempercepat pemulihan fungsi ekosistem.

Dampak dan Mitigasi ke Depan

Kebakaran yang melanda ekosistem savana Rinjani tidak hanya mengakibatkan kerugian biodiversitas, tetapi juga berpotensi menurunkan daya dukung lingkungan. Tanah yang terbakar rentan mengalami erosi, terutama menjelang musim hujan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemasangan mulsa organik dan penanaman jenis tumbuhan pionir akan dilakukan di lahan kritis.

Pihak pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani juga memperketat protokol keamanan bagi pendaki dan pengunjung. Larangan menyalakan api di area terbuka dan kampanye kesadaran lingkungan akan diperkuat menjelang musim kemarau. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan risiko kebakaran serupa di masa mendatang dan melindungi kekayaan alam yang menjadi tulang punggung pariwisata Lombok.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sinta-pradana

Fact-Check Editor. Verifikator bersertifikasi IFCN. Memeriksa klaim viral dan disinformasi.

Comments (0)

User