Keluarga Dokter Icha Siap Laporkan Tiga Anggota DPRD TTU Pasca Intimidasi
Jakarta - Pihak keluarga almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, mengambil langkah hukum tegas. Mereka berencana melaporkan tiga orang anggota Dewan Perwakilan
Jakarta - Pihak keluarga almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Dokter Icha, mengambil langkah hukum tegas. Mereka berencana melaporkan tiga orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Timor Tengah Utara (TTU) ke pihak kepolisian. Pelaporan ini merupakan buntut dari dugaan intimidasi yang secara langsung mendorong dokter muda tersebut mengakhiri hidupnya.
Konfirmasi mengenai langkah hukum ini disampaikan langsung oleh Fabianus Banase, paman sekaligus juru bicara keluarga. Kepada media kami pada Senin (29/6/2026), ia menegaskan bahwa laporan resmi akan segera dilayangkan begitu prosesi pemakaman sang keponakan selesai dilaksanakan. Keluarga saat ini masih berfokus memberikan penghormatan terakhir.
"Pasti kami laporkan ke Polda NTT, tapi setelah pemakaman besok, karena besok almarhumah akan dikuburkan di TPU Liliba," ujar Fabianus memberikan keterangan.
Kronologi dan Latar Belakang Kasus
Duka mendalam masih menyelimuti keluarga besar Dokter Icha. Rencana pelaporan ini bukan sekadar upaya mencari keadilan, melainkan juga bentuk tuntutan pertanggungjawaban moral dan hukum atas tekanan psikologis yang diduga dialami almarhumah. Pihak keluarga menuding keterlibatan tiga anggota legislatif lokal tersebut memiliki korelasi kuat dengan kondisi mental Icha sebelum tragedi bunuh diri terjadi.
Menurut penelusuran laporan media kami, kasus ini mencuat setelah publik dihebohkan dengan kabar kematian seorang dokter muda berbakat. Dugaan intimidasi yang menjerat nama anggota DPRD TTU ini diduga berkaitan dengan persoalan dinas atau penempatan tugas yang tidak sesuai prosedur. Tekanan tersebut dinilai telah menciptakan situasi psikologis yang tidak sehat bagi korban.
Fabianus menegaskan bahwa keluarganya tidak akan tinggal diam. Setelah seluruh rangkaian adat dan keagamaan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Liliba rampung, berkas pengaduan akan segera disusun dan dibawa ke Markas Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT). Langkah ini juga disertai harapan agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas dugaan perundungan dan penyalahgunaan wewenang yang menjerat wakil rakyat tersebut.
Publik dan komunitas tenaga kesehatan di NTT pun terus menyuarakan solidaritas serta desakan agar kasus ini diungkap seterang-seterangnya. Kematian Dokter Icha dianggap sebagai puncak gunung es dari praktik intimidasi yang kerap kali dihadapi tenaga medis dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Keluarga berharap, dengan dilaporkannya ketiga anggota DPRD tersebut, tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia akibat tekanan serupa di kemudian hari
Comments (0)