Kebakaran TPA Cipayung Depok, Seribu Warga Mengungsi Akibat Asap Pekat

DEPOK — Kobaran api melahap kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Cipayung, Depok, pada Kamis malam (16/7). Peristiwa ini memaksa sekitar seribu warga di sekitar lokasi untuk meninggalkan rumah mereka dem...

Jul 17, 2026 - 16:30
0 0

DEPOK — Kobaran api melahap kawasan Tempat Pemrosesan Akhir Cipayung, Depok, pada Kamis malam (16/7). Peristiwa ini memaksa sekitar seribu warga di sekitar lokasi untuk meninggalkan rumah mereka demi menghirup udara yang lebih bersih. Upaya pemadaman berlangsung dramatis di tengah keterbatasan sumber air yang membuat petugas harus berjuang keras menaklukkan si jago merah.

Kronologi Kejadian

Api mulai terdeteksi sekitar pukul 20.30 WIB ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari tumpukan sampah di area landfill. Kondisi angin yang bertiup cukup kencang pada malam itu mempercepat penyebaran api ke seluruh penjuru TPA. Material sampah yang didominasi plastik, kertas, dan limbah rumah tangga menjadi bahan bakar sempurna yang membuat api sulit dikendalikan.

Warga yang bermukim dalam radius sekitar satu kilometer dari titik api merasakan dampak paling parah. Asap pekat yang mengandung gas beracun membuat pernafasan menjadi sesak, terutama bagi anak-anak dan lansia. Beberapa warga bahkan dilaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa batuk berkepanjangan, mata perih, dan sakit kepala akibat paparan asap dalam durasi cukup lama.

Proses Evakuasi Massal

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Depok, TNI, Polri, dan relawan bergerak cepat melakukan evakuasi. Penduduk dari beberapa RW yang paling terdampak digiring menuju titik kumpul di fasilitas umum yang lebih aman dari jangkauan asap. Proses evakuasi berlangsung tertib meskipun situasi cukup mencekam karena kegelapan malam dan tebalnya kabut asap.

Sebagian besar warga dievakuasi menggunakan armada kendaraan yang telah disiapkan sebelumnya. Anak-anak, ibu hamil, dan kelompok rentan mendapat prioritas utama dalam proses pemindahan ini. Posko darurat didirikan di beberapa lokasi untuk menampung pengungsi sambil menunggu situasi membaik.

Krisis Air Hambat Pemadaman

Tantangan terbesar yang dihadapi petugas pemadam kebakaran adalah keterbatasan pasokan air di sekitar lokasi kejadian. TPA Cipayung yang terletak di area dengan akses hidran terbatas memaksa tim pemadam harus mendatangkan air dari lokasi yang cukup jauh. Truk tangki air dikerahkan secara bergantian untuk menyuplai kebutuhan pemadaman yang tidak sedikit.

Proses pendinginan tumpukan sampah membutuhkan volume air yang sangat besar mengingat material yang terbakar bersifat organik dan menghasilkan panas berkepanjangan. Petugas harus bekerja selama berjam-jam dengan sistem rolling untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa yang berpotensi menyulut kembali kobaran api.

Dampak Lingkungan dan Kesehatan

Lingkungan sekitar TPA mengalami pencemaran udara yang signifikan akibat peristiwa ini. Kualitas udara di beberapa titik pengukuran menunjukkan peningkatan partikel berbahaya yang melebihi ambang batas normal. Warga diimbau untuk tetap menggunakan masker saat berada di luar ruangan dan menutup ventilasi rumah untuk mengurangi paparan asap.

Tim medis dari Dinas Kesehatan Depok disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang mengalami gangguan pernafasan. Layanan kesehatan gratis disediakan di posko pengungsian sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi dampak kesehatan yang mungkin muncul dalam beberapa hari ke depan.

Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Depok melalui Wali Kota dan jajarannya segera merespons kejadian ini dengan menetapkan status siaga darurat. Koordinasi lintas instansi dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan optimal, mulai dari aspek pemadaman, evakuasi, hingga pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Anggaran darurat dialokasikan untuk mendukung seluruh operasional penanggulangan bencana.

Investigasi awal dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada akumulasi gas metana dari tumpukan sampah yang telah lama tidak terkelola dengan baik. Fenomena ini bukan kali pertama terjadi di TPA-tipa serupa di Indonesia, sehingga menjadi perhatian serius terkait manajemen pengelolaan sampah nasional.

Situasi Terkini dan Imbauan

Pada Jumat dini hari, api berhasil dikendalikan meskipun proses pendinginan masih terus berlangsung. Warga yang telah dievakuasi belum diperkenankan kembali ke rumah mereka hingga kualitas udara dinyatakan aman oleh tim surveillance lingkungan. Imbauan kepada masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas masih berlaku hingga situasi sepenuhnya pulih.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya modernisasi sistem pengelolaan sampah di perkotaan. TPA konvensional dengan metode open dumping terbukti rentan terhadap berbagai risiko, termasuk kebakaran yang tidak hanya merugikan lingkungan tetapi juga keselamatan warga di sekitarnya. Solusi jangka panjang berupa pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User