MEDAN — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan kuliah umum di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) dalam rangkaian acara Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026. Dalam forum tersebut, orang nomor satu di Korps Bhayangkara itu menekankan pentingnya literasi digital dan sikap bijak dalam bermedia sosial, sebuah pesan yang dinilai krusial di tengah derasnya arus informasi di kalangan generasi muda.
Kuliah umum yang digelar di kampus UMSU, Medan, itu menjadi momentum bagi Kapolri untuk berdialog langsung dengan calon pemimpin bangsa. Ia menyoroti bahwa mahasiswa baru merupakan kelompok yang paling rentan terpapar hoaks, ujaran kebencian, hingga konten provokatif yang berseliweran di ruang digital. Menurutnya, kebebasan berekspresi di media sosial harus tetap dibingkai dengan tanggung jawab hukum dan etika.
Kronologi dan Poin Penting Kuliah Umum
- Pembukaan: Kapolri tiba di kampus UMSU dan disambut jajaran rektorat serta sivitas akademika. Acara dibuka dengan laporan jumlah peserta yang mencapai ribuan mahasiswa baru dari berbagai fakultas.
- Penyampaian materi: Listyo Sigit memaparkan materi seputar peran generasi muda dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk di ranah digital.
- Pesan utama: Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi dan selalu melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.
- Sesi dialog: Sejumlah mahasiswa diberikan kesempatan bertanya langsung kepada Kapolri, mulai dari isu keamanan siber hingga peluang karier di kepolisian.
- Penutup: Kapolri mengajak seluruh mahasiswa menjadi agen perubahan yang menyebarkan konten positif dan menolak hoaks.
Dalam paparannya, Kapolri menyebut bahwa pengguna internet di Indonesia telah menembus angka lebih dari 220 juta jiwa, dengan dominasi kelompok usia produktif. Data tersebut, menurutnya, menjadi alarm bagi semua pihak bahwa literasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ia menegaskan bahwa Polri akan terus hadir mengawal ruang digital melalui patroli siber dan penindakan terhadap pelaku kejahatan siber.
Analisis: Urgensi Literasi Digital di Kampus
Langkah Kapolri menyapa langsung mahasiswa baru bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan berbagai lembaga riset, penyebaran hoaks dan konten negatif kerap menyasar mahasiswa sebagai aktor sekaligus korban. "Pendekatan preventif lewat edukasi di kampus jauh lebih efektif dibanding penindakan represif. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak menjadi korban maupun penyebar disinformasi," ujar seorang pengamat komunikasi digital.
Pesan bijak bermedsos yang disampaikan Kapolri juga sejalan dengan upaya Polri membangun citra humanis di kalangan generasi muda. Melalui kuliah umum ini, Polri berharap dapat mendekatkan diri dengan mahasiswa sekaligus menanamkan kesadaran hukum sejak dini. Kolaborasi antara kampus dan kepolisian dinilai menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan produktif.
Perbandingan Fokus Pesan Kapolri di Berbagai Forum
| Forum | Fokus Pesan | Target Audiens |
|---|---|---|
| PKKMB UMSU 2026 | Bijak bermedia sosial, literasi digital | Mahasiswa baru |
| Kampus lain | Anti-hoaks, kesadaran hukum | Mahasiswa |
| Forum publik | Keamanan nasional, toleransi | Masyarakat umum |
Dengan terselenggaranya kuliah umum ini, UMSU berharap mahasiswa barunya tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan tanggung jawab sosial di ruang digital. Pesan Kapolri menjadi pengingat bahwa satu klik bisa berdampak besar, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
"Jadilah mahasiswa yang cerdas bermedia sosial. Jangan sampai jempol kita menghancurkan masa depan kita sendiri," pesan Kapolri dalam kuliah umum tersebut.
Comments (0)