Sep 29, 2026
lurusin.

BERITA TERKINI · TANPA BERPUTAR

Sains

Kanada Dorong Otonomi Strategis di PBB, Sindir Negara Adidaya

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menempatkan isu "otonomi strategis" sebagai inti pidato negaranya di Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Dalam forum yang

Kanada Dorong Otonomi Strategis di PBB, Sindir Negara Adidaya

Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menempatkan isu "otonomi strategis" sebagai inti pidato negaranya di Sidang Majelis Umum PBB ke-81. Dalam forum yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Sabtu (26/9/2026), ia menyampaikan kritik terbuka terhadap kekuatan-kekuatan besar yang dinilainya mengganggu tatanan global. Pidato ini menandai pergeseran sikap Kanada yang selama ini dikenal sebagai sekutu setia blok Barat.

Anand berbicara di hadapan ratusan delegasi negara anggota PBB. Ia menyoroti bagaimana "great powers" atau negara-negara adidaya kian sering bertindak sepihak, melemahkan lembaga multilateral, dan mengabaikan hukum internasional. Menurutnya, kondisi tersebut memaksa negara-negara menengah seperti Kanada untuk mengambil jalur mandiri dalam menentukan kebijakan luar negeri.

Kritik Terbuka terhadap Negara Adidaya

Dalam pidatonya, Anand tidak menyebut nama negara tertentu. Namun, konteks geopolitik global saat ini mengarah pada persaingan Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia yang semakin tajam. Ketiganya berulang kali dituding menggunakan pengaruhnya untuk menekan negara lain di forum multilateral.

"Ketika kekuatan besar memilih kepentingan sempit di atas kepentingan bersama, negara-negara menengah harus memiliki keberanian untuk berdiri sendiri," tegas Anand di podium Majelis Umum PBB.

Pernyataan ini dinilai pengamat sebagai sinyal bahwa Ottawa tidak lagi ingin bergantung penuh pada aliansi tradisionalnya. Kanada selama ini merupakan anggota NATO dan Five Eyes, aliansi intelijen bersama AS, Inggris, Australia, dan Selandia Baru.

Timeline Pidato dan Reaksi

Berikut urutan kejadian seputar penyampaian pidato tersebut:

  1. Pukul 10.00 waktu setempat: Sidang Majelis Umum PBB ke-81 dibuka dengan agenda pidato para menteri luar negeri.
  2. Periode sesi: Anita Anand naik ke podium dan memaparkan visi otonomi strategis Kanada di hadapan delegasi.
  3. Poin utama: Ia mengkritik negara adidaya yang dinilai mengganggu tatanan global berbasis aturan.
  4. Seruan: Anand mendorong negara-negara menengah memperkuat kerja sama lintas kawasan tanpa tekanan blok tertentu.
  5. Reaksi: Sejumlah delegasi menyambut positif, sementara beberapa pengamat menilai pidato itu sebagai penyeimbangan posisi Kanada di tengah persaingan AS-Tiongkok.

Otonomi Strategis, Apa Artinya?

Istilah otonomi strategis awalnya populer di kalangan negara Uni Eropa. Konsep ini menekankan kemampuan suatu negara menentukan kebijakan sendiri tanpa bergantung pada kekuatan luar. Kanada, sebagai negara dengan ekonomi maju dan sumber daya alam melimpah, dinilai memiliki kapasitas untuk menerapkan pendekatan serupa.

  • Kemandirian kebijakan: Kanada ingin tidak selalu mengikuti garis kebijakan Washington.
  • Diversifikasi mitra: Ottawa memperluas hubungan dagang dan diplomatik ke Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
  • Peran multilateral: Kanada menegaskan komitmen pada PBB dan hukum internasional sebagai benteng melawan unilateralisme.

Langkah ini bukan tanpa risiko. Kanada memiliki ketergantungan ekonomi besar pada Amerika Serikat, terutama di sektor perdagangan dan pertahanan. Namun, Anand menegaskan bahwa kemandirian bukan berarti memutus aliansi, melainkan memperkuat posisi tawar Kanada di panggung global.

"Otonomi strategis bukan isolasi. Ini tentang kemampuan menentukan masa depan kita sendiri," ujar Anand.

Pidato ini menjadi salah satu momen paling menonjol dalam sesi Majelis Umum PBB tahun ini. Banyak negara berkembang juga menyampaikan keluhan serupa tentang dominasi kekuatan besar. Kanada berpotensi menjadi jembatan antara blok Barat dan negara-negara non-blok.

Pengamat hubungan internasional menilai, langkah Kanada ini bisa memicu respons dari sekutu tradisionallnya. Namun, jika konsisten, Kanada berpeluang memperkuat citranya sebagai kekuatan menengah yang independen di tengah ketegangan geopolitik global yang kian memanas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS oky-pratista

Reporter Hukum. Fokus pada mafia peradilan, judicial corruption, dan reformasi hukum.

Comments (0)

User