Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Langkah tersebut ditempuh menyusul peningkatan titik api dan meluasnya sebaran asap dalam sepekan terakhir, yang mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah kabupaten dan kota. Kalimantan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan hamparan lahan gambut terluas di Indonesia, sehingga setiap musim kemarau selalu menjadi wilayah rawan kebakaran.
Berdasarkan pantauan satelit, jumlah titik panas di Kalimantan mengalami lonjakan dalam tujuh hari terakhir. Area terdampak tersebar di sejumlah kabupaten, terutama di kawasan yang memiliki hamparan gambut. Asap hasil pembakaran ikut terbawa angin hingga ke wilayah permukiman, memicu keluhan gangguan pernapasan di kalangan sebagian warga dan menurunkan jarak pandang di beberapa ruas jalan.
Kronologi Meluasnya Karhutla di Kalimantan
- BNPB mencatat lonjakan titik api di sejumlah wilayah Kalimantan pada pekan lalu.
- Sebaran asap mulai terdeteksi di kabupaten dan kota, termasuk kawasan permukiman.
- Beberapa titik kebakaran berada di lahan gambut yang api-nya sulit dipadamkan dari permukaan.
- BNPB mengirimkan personel gabungan, helikopter water bombing, serta tim patroli darat ke lokasi terdampak.
- Operasi modifikasi cuaca disiapkan untuk memicu hujan buatan guna mempercepat pendinginan lahan.
Analisis: Api di Lahan Gambut Bisa Membara di Bawah Tanah
Kebakaran di lahan gambut menjadi perhatian utama petugas karena sifatnya yang khas. Api di kedalaman gambut dapat membara di bawah permukaan tanah selama berminggu-minggu tanpa terlihat dari atas. Kondisi ini membuat pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan penyiraman dari permukaan, melainkan membutuhkan pembasahan menyeluruh hingga ke lapisan dalam agar api benar-benar padam.
"Karhutla di lahan gambut tidak bisa dianggap selesai hanya karena api di permukaan sudah padam. Api yang membara di bawah tanah dapat muncul kembali sewaktu-waktu," ujar pengamat kebakaran hutan dan lahan kepada media.
Perbedaan karakteristik antara kebakaran di lahan gambut dan lahan mineral menentukan strategi pemadaman yang digunakan tim gabungan di lapangan.
| Aspek | Lahan Gambut | Lahan Mineral |
|---|---|---|
| Penyebaran api | Membara di bawah permukaan | Menyala di permukaan |
| Tingkat kesulitan pemadaman | Tinggi, butuh pembasahan dalam | Sedang, lebih cepat ditangani |
| Durasi asap | Lama dan pekat | Relatif singkat |
| Risiko api muncul kembali | Tinggi | Rendah |
Upaya Penanganan dan Pencegahan
BNPB menerjunkan personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan kebencanaan. Helikopter water bombing diterbangkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses melalui jalur darat, sementara operasi modifikasi cuaca dilakukan untuk memicu hujan buatan di wilayah yang terpapar asap. Patroli terpadu juga terus digencarkan untuk mendeteksi titik api baru sejak dini.
Selain pemadaman, upaya pencegahan menjadi kunci utama. Masyarakat diimbau untuk tidak membakar lahan saat membuka ladang atau untuk kepentingan lainnya, karena risiko kebakaran yang meluas dan kabut asap lintas wilayah sangat besar. Berikut sejumlah langkah pencegahan yang disarankan:
- Melapor kepada petugas atau aparat setempat jika menemukan titik api.
- Menghindari membakar sampah atau lahan saat musim kemarau.
- Menggunakan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan saat kabut asap pekat.
- Menjaga saluran air dan membasahi area gambut di sekitar permukiman.
Dampak Kabut Asap terhadap Masyarakat
Kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah membuat aktivitas warga terganggu. Sebagian sekolah terpaksa menyesuaikan jam belajar, sementara warga disarankan memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. BNPB mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila melihat kepulan asap atau titik api di sekitar lingkungan tempat tinggalnya.
Menurut catatan BNPB, puncak kebakaran lahan di Kalimantan kerap terjadi pada periode kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena iklim global. Lapisan gambut yang kering berubah menjadi bahan bakar alami, sehingga api yang muncul dari aktivitas pembukaan lahan dapat menyebar dengan sangat cepat. Faktor angin turut memperluas sebaran asap ke wilayah yang berjarak ratusan kilometer.
Penanganan karhutla di Kalimantan diperkirakan masih berlangsung beberapa pekan ke depan. BNPB memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus diperkuat agar kebakaran dapat dikendalikan sebelum puncak musim kemarau tiba, sekaligus meminimalkan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan di wilayah terdampak.
[SOCIAL_TWEET]: Karhutla meluas di Kalimantan! BNPB perkuat penanganan, tapi api di lahan gambut bisa membara di bawah tanah berminggu-minggu. Waspada kabut asap! #Karhutla #Kalimantan #BNPB[SOCIAL_TG]: 🔥 Karhutla meluas di Kalimantan: titik api meningkat sepekan terakhir, kabut asap mulai mengganggu warga. BNPB perkuat penanganan dengan water bombing dan hujan buatan. #Lurusin
Comments (0)