JAKARTA — Momentum keberlanjutan lingkungan kembali menguat di sektor usaha Tanah Air. Produsen air minum dalam kemasan AQUA bersama maskapai Citilink memperkuat kolaborasi program Semangat Gerak dengan mengajak masyarakat terus menjelajahi lebih banyak destinasi, namun tetap membawa kepedulian terhadap lingkungan. Hampir bersamaan, Perumda Tirta Bhagasasi yang mengelola layanan air minum di Bekasi kembali mendorong percepatan penambahan sambungan langganan (SL) baru dengan target 40.000 sambungan pelanggan baru sekaligus menekan angka kehilangan air atau non-revenue water (NRW).
Dua langkah tersebut menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi strategi operasional yang terukur. Kolaborasi AQUA dan Citilink menyasar perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah plastik, sementara Tirta Bhagasasi fokus pada efisiensi infrastruktur layanan dasar masyarakat. Keduanya berjalan di sektor yang berbeda, tetapi sama-sama berujung pada satu arah: pertumbuhan yang tidak mengorbankan lingkungan dan kepentingan publik.
Semangat Gerak: Menggabungkan Perjalanan dan Kepedulian Lingkungan
Program Semangat Gerak merupakan wujud komitmen AQUA dan Citilink dalam mendorong ekonomi sirkular, yakni sistem di mana sampah plastik tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan kembali menjadi bahan baku yang bernilai ekonomi. Melalui kolaborasi ini, masyarakat diajak menjadikan kepedulian lingkungan sebagai bagian tak terpisahkan dari gaya hidup saat bepergian.
"Kami ingin membuktikan bahwa menikmati perjalanan dan menjaga lingkungan bisa berjalan beriringan. Setiap botol plastik yang dikumpulkan dan didaur ulang adalah kontribusi nyata bagi bumi," demikian pesan yang ingin disampaikan para pihak dalam kolaborasi ini.
Secara umum, mekanisme kolaborasi tersebut berjalan melalui beberapa tahapan:
- Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah plastik sejak dari sumbernya;
- Pengumpulan botol plastik bekas dari berbagai titik aktivitas dan perjalanan;
- Pengangkutan sampah plastik ke fasilitas pengolahan milik mitra daur ulang;
- Pengolahan kembali menjadi bahan baku baru yang memiliki nilai ekonomi dan siap dipakai.
Model ini sejalan dengan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) yang terus digaungkan pemerintah. Dengan melibatkan sektor transportasi seperti Citilink, jangkauan edukasi menjadi lebih luas karena menyentuh penumpang dari berbagai daerah tujuan. Kolaborasi lintas industri seperti ini justru yang paling efektif, karena mengubah sampah menjadi tanggung jawab bersama, bukan beban satu pihak saja, ujar pengamat kebijakan lingkungan.
Tirta Bhagasasi Kejar 40.000 Sambungan Baru dan Tekan NRW
Di Bekasi, Perumda Tirta Bhagasasi kembali mendorong percepatan penambahan sambungan langganan (SL) baru. Target 40.000 sambungan pelanggan baru menjadi bagian dari upaya memperluas akses air bersih bagi warga sekaligus meningkatkan pendapatan perusahaan daerah. Pertumbuhan jumlah pelanggan ini dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring pertumbuhan pemukiman dan industri.
Selain mengejar sambungan baru, perusahaan juga menekankan pengendalian non-revenue water (NRW), yakni air yang telah diproduksi tetapi tidak menghasilkan pendapatan akibat kebocoran fisik pipa, meter air yang rusak, maupun kehilangan administrasi. Menekan NRW adalah cara paling efisien untuk menambah pasokan air tanpa harus membangun instalasi produksi baru, tutur analis sektor utilitas dalam penilaiannya terhadap strategi tersebut.
Langkah-langkah yang ditempuh Tirta Bhagasasi mencakup perbaikan jaringan pipa yang bocor, penggantian meter air yang rusak, serta penegakan tertib administrasi pelanggan. Pengurangan NRW diyakini mampu menambah volume air yang dapat dijual secara signifikan, sehingga margin pendapatan perusahaan ikut membaik tanpa investasi besar di sisi produksi.
Perbandingan Dua Inisiatif Keberlanjutan
| Aspek | AQUA – Citilink | Tirta Bhagasasi |
|---|---|---|
| Fokus | Pengelolaan sampah plastik | Akses dan efisiensi air bersih |
| Target | Perubahan perilaku masyarakat | 40.000 sambungan pelanggan baru |
| Prinsip | Ekonomi sirkular | Pengendalian NRW |
| Dampak | Lingkungan berkelanjutan | Layanan publik lebih luas |
Analisis: Arah Baru Bisnis Berkelanjutan
Kedua langkah tersebut mencerminkan tren yang sama: perusahaan kini mengukur keberhasilan bukan hanya dari laba, tetapi juga dari dampak sosial dan lingkungan. Bagi AQUA dan Citilink, ekonomi sirkular menjadi pembeda merek sekaligus jawaban atas kritik publik terhadap limbah kemasan plastik. Bagi Tirta Bhagasasi, target sambungan baru dan penurunan NRW adalah indikator kinerja yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat dalam bentuk pasokan air yang lebih lancar dan terjangkau.
Pengamat menilai keberhasilan program semacam ini sangat bergantung pada konsistensi dan keterlibatan publik. Tanpa partisipasi masyarakat, program daur ulang hanya akan menjadi seremoni tahunan; tanpa penegakan tertib administrasi, angka NRW tidak akan pernah turun secara berarti, ujar salah satu pengamat kebijakan publik yang memantau perkembangan sektor air minum.
Ke depan, kolaborasi lintas sektor seperti yang dilakukan AQUA dan Citilink diharapkan bisa ditiru oleh industri lain agar rantai daur ulang plastik di Indonesia semakin kuat. Sementara itu, BUMD air seperti Tirta Bhagasasi perlu menjaga kualitas layanan secara konsisten agar target 40.000 sambungan baru bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan akses air bersih yang benar-benar dinikmati warga Bekasi setiap hari.
[SOCIAL_TWEET]: AQUA-Citilink perkuat ekonomi sirkular lewat Semangat Gerak, sementara Tirta Bhagasasi kejar 40.000 sambungan air baru di Bekasi dan tekan NRW. Dua langkah nyata keberlanjutan: lingkungan & layanan dasar. ♻️💧 #EkonomiSirkular #AirBersih[SOCIAL_TG]: 🗞️ [LURUSIN.COM] AQUA-Citilink perkuat kolaborasi Semangat Gerak demi ekonomi sirkular; Tirta Bhagasasi targetkan 40.000 sambungan pelanggan baru dan tekan NRW di Bekasi. Simak analisis lengkap dan perbandingan dua inisiatif keberlanjutan di artikel kami. #BeritaTerkini #Lurusin
Comments (0)