KAI Daop 3 Cirebon Ajak Anak-Anak Jadi 'Masinis Sehari' di Rail Academy
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menghadirkan inisiatif unik untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap transportasi rel. Melalui program bertajuk Rail Academy, perus...
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon menghadirkan inisiatif unik untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap transportasi rel. Melalui program bertajuk Rail Academy, perusahaan membuka pintu bagi anak-anak agar dapat merasakan langsung keseharian para pekerja stasiun, bukan sekadar sebagai penumpang. Inisiatif ini menjadi jembatan antara dunia perkeretaapian yang kerap tampak teknis dan jauh dengan imajinasi anak tentang perjalanan lintas kota.
Menyelami Peran Petugas Stasiun Sejak Dini
Program ini dirancang sebagai simulasi satu hari di mana peserta dapat berganti peran menjadi bagian dari operasional stasiun. Mulai dari mengenakan seragam mini hingga memegang tongkat sinyal, anak-anak diajak memahami bahwa di balik setiap keberangkatan kereta terdapat kolaborasi banyak petugas. Mereka bukan hanya menjadi masinis yang mengendalikan laju lokomotif, melainkan juga merasakan tanggung jawab sebagai pengatur perjalanan kereta api (PPKA), petugas peraga, dan pemandu di peron.
Kegiatan tidak berhenti pada simulasi. Panitia menyisipkan sesi cerita tentang sejarah kereta api di Indonesia, pengenalan simbol-simbol keselamatan, dan nilai penting disiplin waktu. Elemen edukatif dikemas dalam permainan agar mudah dicerna. Misalnya, anak-anak belajar mengartikan semboyan kereta melalui lomba isyarat tangan, sambil berkompetisi secara sehat. Suasana penuh antusiasme terpantau saat mereka berebut menjawab kuis tentang perbedaan jenis kereta penumpang dan barang.
Belajar tentang Keselamatan dan Disiplin
Rail Academy tidak hanya menyasar aspek rekreatif, tetapi juga menanamkan karakter fundamental. Setiap sesi diawali dengan arahan mengenai pentingnya keselamatan di area rel. Anak-anak diperkenalkan pada rambu-rambu lalu lintas kereta, prosedur melintas di perlintasan resmi, serta bahaya bermain di sekitar jalur rel. Petugas KAI mendampingi langsung sambil mencontohkan perilaku aman, seperti tidak melempar batu ke kereta dan selalu memprioritaskan sinyal peringatan.
Nilai disiplin ditekankan melalui simulasi jadwal keberangkatan. Peserta ditugaskan menghitung mundur waktu sebelum kereta datang, mencocokkan jam dinding dengan arloji stasiun, dan memastikan seluruh penumpang “mainan” sudah berada di tempat. Pengalaman ini membangun kesadaran bahwa keterlambatan sekecil apa pun berdampak pada seluruh sistem. Di akhir sesi, setiap anak menerima kartu penghargaan sebagai “Petugas Stasiun Muda” yang memotivasi mereka untuk terus menghargai transportasi umum.
Membangun Kaderisasi Sadar Kereta
Program ini merupakan bagian dari strategi KAI Daop 3 Cirebon dalam membentuk ekosistem sadar kereta sejak dini. Manager Humas Daop 3 menyatakan bahwa Rail Academy diharapkan menjadi titik awal terbentuknya komunitas anak pencinta kereta yang kelak menjadi penumpang setia sekaligus duta keselamatan. “Kami ingin menanamkan memori indah bahwa kereta api bukan sekadar moda transportasi, melainkan bagian dari budaya bangsa yang harus dijaga bersama,” ungkapnya.
Gelombang pertama Rail Academy menargetkan siswa sekolah dasar di wilayah Cirebon, Indramayu, dan Brebes. Ke depan, KAI berencana memperluas jangkauan ke tingkat taman kanak-kanak dengan modul yang lebih sederhana. Antusiasme orang tua pun terlihat dari cepatnya kuota terpenuhi. Banyak keluarga yang menjadikan program ini sebagai wahana edukasi alternatif di akhir pekan, menggantikan kunjungan ke pusat perbelanjaan.
Di balik keseruan, terdapat dampak jangka panjang yang diharapkan mampu mengurangi angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Dengan memahami perspektif petugas, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli dan menghormati hak utama kereta. Mereka juga belajar bahwa setiap bunyi klakson atau deru mesin membawa misi mengantarkan penumpang dan logistik demi kemajuan ekonomi daerah. Rail Academy tidak sekadar memberi pengalaman, tetapi menabung kesadaran kolektif untuk masa depan perkeretaapian yang lebih aman dan dicintai.
Baca juga:
Comments (0)