Jakarta — Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jumat Ini

Langit Jakarta pagi itu muram. Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, barisan prajurit berseragam lengkap berdiri kaku di bawah gerimis. Jumat, 10 Juli 2026, In

Jul 10, 2026 - 21:08
0 0
Jakarta — Rachmat Gobel Dimakamkan di TMP Kalibata Jumat Ini

Langit Jakarta pagi itu muram. Di Taman Makam Pahlawan Kalibata, barisan prajurit berseragam lengkap berdiri kaku di bawah gerimis. Jumat, 10 Juli 2026, Indonesia melepas salah satu putra terbaiknya. Jenazah Rachmat Gobel, mantan menteri dan wakil rakyat yang dikenal sebagai industrialis gigih, tiba di pemakaman setelah prosesi resmi di rumah duka. Upacara militer berlangsung khidmat, diiringi lagu “Gugur Bunga” yang membuat sejumlah pelayat tak kuasa menahan tangis—di antaranya keluarga, kolega politik, dan ratusan karyawan perusahaan yang ia rintis.

Rangkaian Prosesi dari Rumah Duka ke TMP Kalibata

Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, tepat pukul 08.30 WIB. Karangan bunga dari Istana Negara, DPR RI, dan sejumlah kedutaan besar memadati halaman. Iring-iringan menuju Kalibata dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat yang mewakili Presiden. Di sepanjang Jalan Kalibata, warga berbaris memberikan penghormatan terakhir—sebuah pemandangan yang merefleksikan jejak panjang almarhum di dunia industri dan politik.

Istri almarhum, Retno Gobel, dan keempat anaknya berjalan di belakang kereta jenazah yang ditutupi bendera Merah Putih. Di dalam mobil yang menyusul, tampak Wakil Presiden, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, serta mantan Presiden Joko Widodo. Kehadiran lintas generasi pejabat itu menegaskan posisi Rachmat Gobel sebagai jembatan antara pemerintahan dan sektor swasta nasional.

Sosok di Balik Kerajaan Industri Panasonic-Gobel

Nama Rachmat Gobel melekat erat dengan PT Gobel International, perusahaan yang bermula dari bengkel radio kecil milik sang ayah, almarhum Thayeb Mohammad Gobel, lalu bertransformasi menjadi mitra utama Panasonic Corporation di Indonesia. Di bawah kendalinya sejak awal 1990-an, perusahaan memproduksi komponen elektronik, baterai, hingga alat kesehatan. Pada 2025, Forbes Indonesia mencatat kapitalisasi grup usahanya menembus USD 2,1 miliar.

Gobel juga merambah ke pertambangan dan energi terbarukan. Puncak diversifikasi terjadi ketika ia mengakuisisi 30% saham proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sumatra Utara—langkah yang memperkuat citranya sebagai pengusaha yang peduli terhadap transisi energi berkelanjutan. "Dia selalu bilang bahwa teknologi harus membuat hidup lebih baik, bukan cuma tebal di laporan laba-rugi," kenang seorang mantan direktur di perusahaannya.

Kiprah Politik dari Senayan hingga Kabinet

Rachmat Gobel masuk gelanggang politik pada 2009 sebagai anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem. Karirnya melesat ketika ia diangkat menjadi Menteri Perdagangan di Kabinet Kerja (2014-2015), meskipun masa jabatannya singkat. Sebagai menteri, ia menginisiasi kebijakan pengamanan pasar tradisional dan memperketat impor barang konsumsi yang dinilai menggerus produk lokal.

Setelah itu ia kembali ke parlemen dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (2019-2024). Di posisi itu, ia mendorong Undang-Undang tentang Pengembangan Ekosistem Industri Nasional yang disahkan pada 2022. Rekan-rekannya di Komisi VI menilainya sebagai sosok yang gigih memperjuangkan hilirisasi, bahkan ketika harus berseberangan dengan kepentingan dagang negara mitra.

“Dia adalah arsitek dari berbagai kebijakan industri yang jarang tampil di depan kamera. Negosiasinya selalu dingin, penuh data, dan tanpa kompromi untuk yang prinsip. Indonesia kehilangan negarawan yang langka.” — Mantan Menteri Koordinator Perekonomian saat memberikan sambutan pelepasan.

Upacara Penghormatan Terakhir di Kalibata

Tepat pukul 10.30 WIB, inspektur upacara memimpin penghormatan terakhir di lapangan utama TMP Kalibata. Bunyi senapan yang menghentak 13 kali menandai penghormatan militer. Presiden secara anumerta menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama kepada almarhum, diterima oleh putra sulungnya. Bendera Merah Putih yang menyelimuti peti dilipat dengan gerakan lambat oleh delapan prajurit, lalu diserahkan kepada keluarga—simbol negara menyerahkan kembali putra terbaiknya ke pangkuan ibu pertiwi.

Para pelayat kemudian bergantian menaburkan bunga di liang lahat yang terletak di blok pejabat tinggi. Tampak pula sejumlah tokoh asing, termasuk perwakilan senior dari Panasonic Corporation Jepang dan Kedutaan Besar Jepang, mengingat hubungan bisnis dan personal yang telah terbina lebih dari setengah abad.

Warisan untuk Generasi Muda

Rachmat Gobel dikenal sebagai mentor bagi banyak pengusaha muda di Indonesia timur. Melalui Yayasan Gobel Dharma Nusantara, ia membiayai lebih dari 4.000 beasiswa sejak 2015. Prioritas utamanya adalah pendidikan vokasi untuk industri manufaktur dan energi terbarukan. Di Gorontalo, tanah leluhurnya, ia mendirikan Balai Latihan Kerja yang kini memasok tenaga terampil untuk kawasan industri sekitar Teluk Tomini.

“Beliau ingin teknisi muda Indonesia punya otak insinyur dan tangan tukang,” ujar salah satu alumni program beasiswa yang kini bekerja di pabrik komponen baterai kendaraan listrik di Karawang. Kalimat itu menggambarkan filosofi hidup Gobel: jembatan antara ambisi global dan kecakapan lokal.

Ingatan di Mata Kolega dan Petinggi Negara

Duta Besar Jepang untuk Indonesia dalam pernyataannya menyebut Gobel sebagai “living monument of Indonesia-Japan economic partnership.” Sementara itu, salah satu pendiri Partai NasDem mengenang almarhum sebagai figur yang tak pernah kehilangan akar wirausahanya meski sudah bertahun-tahun di parlemen.

“Kalau rapat, beliau sering bawa sampel produk UMKM. Terus bilang, ‘Ini bisa kita bawa ke pasar ASEAN kalau kita serius soal standarisasi.’ Saya kira itulah obsesinya: menghubungkan Indonesia ke dunia lewat produk nyata, bukan cuma kata-kata,” tutur seorang anggota DPR dari dapil yang sama.

Jenazah Rachmat Gobel kini bersemayam di antara pahlawan nasional lainnya. Ia pergi di usia 63 tahun, meninggalkan satu pertanyaan besar yang pernah ia lempar ke publik: “Apa yang sudah kita buat sendiri hari ini?”

Prosesi selesai pukul 11.45 WIB. Tapi bagi banyak yang hadir, pagi itu bukan hanya tentang kehilangan—melainkan tentang mewarisi semangat membangun dari pinggiran, dengan pabrik, bukan pidato.

[TAGS]: Rachmat Gobel, TMP Kalibata, pemakaman kenegaraan, Panasonic Gobel, Menteri Perdagangan [SOCIAL_TWEET]: Indonesia kehilangan industrialis sejati. Rachmat Gobel dimakamkan di TMP Kalibata dengan penghormatan militer penuh, Jumat (10/7/2026). Bintang Mahaputera Utama diberikan anumerta. Warisannya: ribuan beasiswa vokasi dan jembatan industri Indonesia-Jepang. #RachmatGobel #TMPKalibata #EkonomiIndonesia [SOCIAL_FB]: Rachmat Gobel, menteri dan wakil rakyat yang membangun kerajaan elektronik Panasonic-Gobel, telah dimakamkan di TMP Kalibata. Apa warisan terbesarnya untuk Indonesia? Baca laporan lengkapnya di sini. [SOCIAL_TG]: 🕯️ Rachmat Gobel (1962-2026) resmi dimakamkan di TMP Kalibata, Jumat (10/7). Penghormatan militer penuh, Bintang Mahaputera Utama dari Presiden. Dari pabrik radio hingga proyek panas bumi—selamat jalan, negarawan industri. [SOCIAL_THREADS]: Pagi tadi TMP Kalibata basah. Indonesia lepas Rachmat Gobel—pengusaha yang masuk politik tanpa kehilangan insting pabrik. Peti benderanya diturunkan pelan-pelan, dan saya ingat kata-katanya: “Apa yang sudah kita buat sendiri hari ini?” Selamat jalan, Pak Gobel.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User