Jakarta — Prabowo Terima Modi di Istana, Bahas Kemitraan Strategis

Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan b

Jul 08, 2026 - 15:38
0 0
Jakarta — Prabowo Terima Modi di Istana, Bahas Kemitraan Strategis
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026). Pertemuan bilateral yang berlangsung tertutup ini menandai babak baru penguatan hubungan Indonesia-India di tengah dinamika geopolitik kawasan Indo-Pasifik. Berdasarkan siaran pers resmi Bakom (Badan Komunikasi Pemerintah), kedua pemimpin membahas sejumlah agenda strategis yang mencakup kerja sama perdagangan, investasi, pertahanan, dan konektivitas maritim. Tidak ada keterangan terperinci mengenai durasi pasti pembicaraan atau dokumen yang ditandatangani, namun pertemuan ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi sejumlah proyek bilateral jangka panjang.

Peta Jalan Kemitraan yang Menguat

Hubungan Indonesia-India telah berkembang pesat sejak ditandatanganinya Comprehensive Strategic Partnership pada tahun 2018. Dalam dua tahun terakhir, nilai perdagangan bilateral mencatatkan tren positif yang konsisten, menjadikan India sebagai mitra dagang utama Indonesia di Asia Selatan. Pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD 32,1 miliar, naik dari USD 29,4 miliar pada 2024 dan USD 25,7 miliar pada 2023. Komoditas utama ekspor Indonesia meliputi batu bara, minyak kelapa sawit mentah (CPO), dan produk kimia, sementara impor dari India didominasi oleh produk farmasi, mesin, dan kendaraan bermotor.
TahunEkspor RI ke India (USD M)Impor RI dari India (USD M)Total Perdagangan (USD M)
202314.80010.90025.700
202417.10012.30029.400
202519.20012.90032.100
Sumber: Diolah dari data Trademap dan Kemendag (2023–2025)

Di Balik Pintu Tertutup: Nuklir, Maritim, dan Pertahanan

Sinyalemen yang mengemuka dari pertemuan ini adalah pembahasan kerja sama di sektor-sektor nonkonvensional. Sumber diplomatik yang dekat dengan agenda bilateral menyebutkan bahwa energi nuklir untuk sipil dan pengembangan kapal selam konvensional menjadi salah satu butir diskusi. India melalui Nuclear Power Corporation of India Limited (NPCIL) telah menjajaki peluang ekspor reaktor nuklir kecil modular (SMR) ke negara-negara berkembang, dan Indonesia dengan rencana pembangunan pembangkit nuklir pertamanya pada 2030-an dinilai sebagai pasar potensial. Di sisi pertahanan, TNI AL dan Indian Navy telah rutin menggelar latihan bersama Samudra Shakti, dan pertemuan ini mempertegas komitmen untuk memperluas cakupan latihan hingga interoperabilitas sistem persenjataan. Namun, analis memperingatkan bahwa poros Jakarta-New Delhi juga harus diperhitungkan dalam persaingan pengaruh AS-Tiongkok di kawasan. “Pertemuan ini adalah sinyal bahwa Indonesia ingin menyeimbangkan ketergantungannya dari poros Beijing. India menawarkan alternatif investasi dan teknologi tanpa beban trajektori geopolitik yang sama dengan RRT,” ujar Dr. Luhut Siahaan, peneliti hubungan internasional dari CSIS Jakarta. Sementara itu, sektor farmasi—yang selama ini menjadi andalan ekspor India ke Indonesia—juga disorot terkait kemungkinan pelonggaran aturan kandungan lokal (TKDN) untuk produk obat-obatan generik India, yang dapat menekan harga obat di dalam negeri tetapi memicu resistensi dari industri farmasi nasional.

Proyek Infrastruktur dan Investasi yang Tertahan

India merupakan salah satu investor besar di Indonesia. Data BKPM mencatat realisasi investasi India pada 2025 mencapai USD 4,8 miliar, naik dari USD 3,9 miliar pada 2024. Investasi ini terkonsentrasi di sektor infrastruktur, teknologi informasi, dan tekstil. Proyek strategis yang telah berjalan antara lain pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung oleh Adani Group dan investasi Reliance Industries di kawasan industri petrokimia di Jawa Timur. Namun, sejumlah proyek terkendala pembebasan lahan dan ketidakpastian regulasi, termasuk wacana pengembangan koridor ekonomi Sabang yang telah dibahas sejak 2018 tanpa progres signifikan. Pertemuan Prabowo-Modi diyakini akan mendorong percepatan proyek-proyek tersebut melalui pembentukan gugus tugas bilateral khusus investasi. Di sisi lain, kerja sama konektivitas digital juga menjadi sorotan. India telah menawarkan platform India Stack —infrastruktur digital publik untuk identitas, pembayaran, dan berbagi data—yang dapat mempercepat transformasi digital Indonesia, terutama di sektor UMKM dan keuangan inklusif. Kolaborasi ini akan memperkuat ekosistem GovTech Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo yang menekankan efisiensi tata kelola.

Implikasi Politik dan Respons Domestik

Pertemuan ini juga tidak dapat dilepaskan dari konteks politik domestik. Bagi Prabowo, kunjungan Modi mempertegas orientasi politik luar negerinya yang bebas-aktif dan pragmatis, sekaligus meredam kritik bahwa pemerintahannya terlalu akomodatif terhadap Tiongkok. Di sisi lain, bagi Modi yang tengah mengonsolidasikan visinya sebagai pemimpin Global South, Indonesia merupakan mitra tak tergantikan di ASEAN. Namun, sejumlah LSM mengkritisi potensi masuknya tenaga kerja asing asal India dalam jumlah besar jika perjanjian kemudahan mobilitas profesi dibahas, sebuah isu sensitif yang dapat memantik sentimen anti-asing. Dengan tidak adanya konferensi pers bersama seusai pertemuan, publik hanya dapat menunggu rilis resmi tindak lanjut yang dijanjikan oleh Kementerian Luar Negeri dalam pekan ini. Apakah kunjungan ini akan berujung pada kesepakatan konkret senilai miliaran dolar atau sekadar simbolisme diplomatik, menjadi pertanyaan yang akan teruji dalam enam bulan ke depan, saat komitmen investasi mulai dikonversi menjadi groundbreaking proyek.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User