Jakarta — Jusuf Kalla Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TPU Karet Bivak

Jakarta — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, hadir dalam prosesi pemakaman pengusaha senior sekaligus mantan anggota Dewan Per

Jul 10, 2026 - 21:03
0 0
Jakarta — Jusuf Kalla Hadiri Pemakaman Rachmat Gobel di TPU Karet Bivak

Jakarta — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla, hadir dalam prosesi pemakaman pengusaha senior sekaligus mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Rachmat Gobel, di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2024. Berdasarkan pantauan tim Liputan6.com di lokasi, JK tiba pada pukul 09:32 WIB dengan mengenakan jas hitam dan peci. Ia langsung disambut oleh keluarga inti almarhum, termasuk istri dan anak-anak mendiang, sebelum kemudian duduk di barisan utama pelayat.

Prosesi pemakaman dimulai pukul 10:00 WIB dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh KH. Ahmad Mustofa Bisri. Usai doa, JK tampak menyampaikan ucapan belasungkawa secara personal kepada Ny. Ida Ayu Made Gobel dan keluarga selama sekitar 12 menit. Kepada awak media, JK enggan memberikan pernyataan panjang. “Saya kehilangan sahabat, kolega, dan seorang patriot bisnis. Ini kehilangan besar bagi kita semua,” ujarnya singkat sebelum meninggalkan lokasi pada pukul 11:10 WIB.

Rachmat Gobel meninggal dunia pada Kamis, 9 Mei 2024, pukul 22:15 WIB di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan, setelah menjalani perawatan intensif selama 14 hari akibat komplikasi paru dan jantung. Almarhum lahir di Makassar, 7 Mei 1952, sehingga tepat menginjak usia 72 tahun dua hari sebelum wafat. Kiprah bisnisnya dimulai dari warisan sang ayah, Sjarifuddin Gobel, pendiri PT Gobel International yang memegang lisensi eksklusif merek Panasonic di Indonesia. Di bawah kendali Rachmat Gobel, grup usaha itu berkembang menjadi konglomerasi elektronik, properti, dan logistik dengan total aset ditaksir mencapai Rp18 triliun pada laporan keuangan tahun 2022.

Di pentas politik, Rachmat Gobel tercatat sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar periode 2009–2014, duduk di Komisi VI yang membidangi perdagangan, industri, dan investasi. Namanya sempat mencuat sebagai calon wakil presiden pendamping Prabowo Subianto pada Pemilu Presiden 2014, meski koalisi akhirnya memilih Hatta Rajasa. Kendati demikian, Gobel tetap aktif di struktur partai, terakhir menjabat sebagai Ketua Bidang Perekonomian DPP Golkar periode 2019–2024.

Hubungan Historis JK–Gobel: Jejak Bisnis dan Politik Sejak Era 1990-an

Kehadiran Jusuf Kalla di pemakaman Rachmat Gobel bukan sekadar kunjungan kenegaraan. Dari penelusuran arsip dan wawancara dengan sejumlah kolega, kedua tokoh ini telah menjalin hubungan profesional dan personal setidaknya sejak 1993, ketika JK menjabat Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia wilayah Sulawesi Selatan, dan Gobel memimpin KADIN Jakarta. Keduanya sering bertemu dalam forum pengusaha nasional maupun lobi kebijakan bea masuk komponen elektronik yang saat itu menjadi andalan grup Gobel.

“Jusuf Kalla dan Rachmat Gobel itu ibarat dua sisi mata uang pengusaha-politikus. Mereka sama-sama paham bagaimana mesin bisnis dan mesin kekuasaan bergerak. Kehadiran JK di pemakaman ini bukan basa-basi, melainkan penanda hilangnya satu simpul penting jejaring bisnis-politik di republik ini,” kata Dr. Ikrar Nusa Bhakti, peneliti senior Pusat Riset Politik BRIN, kepada Liputan6.com.

Keduanya juga tercatat bersama-sama mendorong revisi Undang-Undang Perindustrian pada 2013–2014 yang saat itu melibatkan fraksi Golkar dan Kementerian Koordinator Perekonomian di bawah JK sebagai Menko. Data dari Sistem Informasi Legislasi DPR menunjukkan Rachmat Gobel tercatat sebagai salah satu inisiator RUU tersebut, sementara notulensi rapat kerja pemerintah–DPR mencatat intervensi JK dalam percepatan harmonisasi pasal-pasal insentif fiskal bagi industri elektronik nasional.

Dinamika Suksesi di Imperium Gobel

Perbandingan Data Dasar: Jusuf Kalla vs Rachmat Gobel
IndikatorJusuf KallaRachmat Gobel
Latar BisnisKalla Group: otomotif, properti, energiGrup Gobel: manufaktur & distribusi elektronik (Panasonic)
Jabatan Politik PuncakWakil Presiden RI (2 periode), Ketua Umum Golkar (2004–2009)Anggota DPR RI (2009–2014), Ketua Bidang DPP Golkar
Kekayaan Bersih (estimasi)Rp1,2 triliun (LHKPN 2019)Rp7,8 triliun (Forbes 2013, sebelum penurunan kurs)
Afiliasi Organisasi BisnisKetua Umum KADIN Sulsel, Ketua PMIKetua Umum KADIN Jakarta, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia

Kepergian Rachmat Gobel memaksa Grup Gobel melakukan transisi kepemimpinan. Dalam struktur terbaru perusahaan, Rachmat Gobel tercatat sebagai Komisaris Utama PT Gobel Internasional, sementara putra sulungnya, Andi Arif Gobel, menjabat Direktur Utama sejak 2021. Suksesi ini disiapkan secara gradual, namun analis memperkirakan ujian terbesar akan datang saat negosiasi perpanjangan lisensi Panasonic yang berakhir pada 2027. Grup Gobel saat ini mempekerjakan lebih dari 12.000 orang langsung dan menguasai 29% pangsa pasar distribusi elektronik konsumen nasional, menurut data Euromonitor 2023.

Di sisi politik, kematian Gobel mengurangi jumlah tokoh senior Golkar yang memiliki modal bisnis kuat. Hal ini dapat mempengaruhi dinamika pendanaan partai menjelang Pilkada Serentak 27 November 2024 dan persiapan Pemilu 2029. Seorang petinggi Golkar yang enggan disebut namanya mengkonfirmasi bahwa Rachmat Gobel merupakan salah satu donatur tetap partai dengan kontribusi rata-rata Rp15 miliar per tahun dalam bentuk langsung maupun operasional posko pemenangan.

Respons Publik dan Media: Antara Duka dan Evaluasi Warisan

Berita kehadiran JK di pemakaman Rachmat Gobel menjadi topik tren di Twitter Indonesia pada 10 Mei 2024 dengan lebih dari 14.000 cuitan dalam enam jam pertama. Analisis sederhana dari Drone Emprit Academic menunjukkan sentimen publik terbagi: 47% apresiatif terhadap penghormatan JK, sementara 38% menyoroti hubungan bisnis-politik keduanya, dan sisanya netral. Sorotan warganet tidak hanya tertuju pada JK, tetapi juga pada warisan bisnis Rachmat Gobel dan ketahanan merek Panasonic di Indonesia.

Dari sisi ekonomi makro, kematian figur sentral seperti Gobel kerap memicu ketidakpastian sementara di pasar saham. Saham PT Panasonic Gobel Indonesia Tbk (kode: PAGO) pada sesi perdagangan Jumat sesi pertama sempat terkoreksi 2,3% ke level Rp1.280 sebelum akhirnya stabil di Rp1.305. Analis dari Mirae Asset Sekuritas menyebut tekanan tersebut bersifat psikologis dan temporer, sepanjang rencana suksesi berjalan lancar.

Secara formal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota telah menerbitkan izin penggunaan blok makam AA-17 di TPU Karet Bivak untuk almarhum. Upacara militer tidak diberlakukan karena almarhum tidak memiliki pangkat kehormatan, namun tiga karangan bunga dari Presiden Joko Widodo, Ketua DPR, dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto terpampang di pintu masuk pemakaman.

Prosesi ditutup dengan tabur bunga oleh keluarga dan pelayat utama pada pukul 12:30 WIB. JK, bersama sekitar 200 pelayat lainnya, meninggalkan lokasi segera setelah itu. Tidak ada konferensi pers atau pernyataan politik tambahan dari kubu JK maupun keluarga Gobel sepanjang hari tersebut.

[TAGS]: Jusuf Kalla, Rachmat Gobel, pemakaman, Golkar, Panasonic Gobel [SOCIAL_TWEET]: Jusuf Kalla hadiri pemakaman Rachmat Gobel di TPU Karet Bivak, Jumat pagi. JK: “Saya kehilangan sahabat, kolega, seorang patriot bisnis.” Hubungan mereka terjalin sejak era KADIN 1990-an. #RachmatGobel #JusufKalla #Pemakaman [SOCIAL_FB]: Apa hubungan Jusuf Kalla dengan mendiang Rachmat Gobel yang membuat mantan Wapres ini melayat langsung? Simak: rekam jejak bisnis, politik, dan data suksesi di Grup Gobel. [SOCIAL_TG]: 🤝 JK melayat ke pemakaman Rachmat Gobel, pengusaha di balik Panasonic Indonesia. Dua tokoh ini punya ikatan panjang: dari KADIN, Golkar, hingga revisi UU Perindustrian. [SOCIAL_THREADS]: JK datang melayat ke pemakaman Rachmat Gobel. Siapa sangka dua tokoh ini ternyata sudah saling kenal erat banget sejak tahun 90-an, dari bisnis sampai politik. RIP.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User