Jakarta – Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) secara
Cetak Biru AOIP sebagai Pijakan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, yang diadopsi pada KTT ke-34 ASEAN tahun 2019, menekankan sentralitas ASEAN dalam kerja
Cetak Biru AOIP sebagai Pijakan
ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, yang diadopsi pada KTT ke-34 ASEAN tahun 2019, menekankan sentralitas ASEAN dalam kerja sama kawasan yang mengedepankan dialog, keterbukaan, dan tata kelola berbasis aturan. Dokumen tersebut menghindari pendekatan militeristik dan berfokus pada kerja sama ekonomi maritim, konektivitas, serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). ERIA, sebagai think tank yang didirikan pada 2008 dan berkantor pusat di Jakarta, memiliki mandat untuk menyediakan analisis kebijakan mendalam bagi negara-negara anggota ASEAN dan mitra Asia Timur.
Mekanisme dan Tujuan Seri Kuliah
Seri kuliah ini akan menghadirkan akademisi, pembuat kebijakan, dan pakar strategis untuk membedah isu-isu krusial di Indo-Pasifik melalui lensa AOIP. Setiap sesi akan mendokumentasikan prosiding dan menerbitkan policy brief sebagai deliverables konkret. Tujuan utamanya meliputi:
- Pengarusutamaan Prinsip AOIP: Memperdalam pemahaman publik dan elite pembuat kebijakan tentang pentingnya kerja sama fungsional di bidang non-tradisional, seperti ekonomi digital dan ketahanan rantai pasok.
- Membangun Epistemic Community: Menyatukan suara para intelektual regional untuk menciptakan narasi alternatif terhadap rivalitas geopolitik yang seringkali mendominasi diskursus Indo-Pasifik.
- Evaluasi Proyek Strategis: Meninjau ulang implementasi proyek konektivitas dan integrasi ekonomi yang sejalan dengan prioritas AOIP.
Respons terhadap Fragmentasi Geopolitik
Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan fragmentasi ekonomi global. Instrumen seperti AUKUS dan berbagai kerangka ekonomi Indo-Pasifik yang dikeluarkan oleh kekuatan besar memaksa ASEAN untuk proaktif mendefinisikan ulang posisinya. ERIA menilai bahwa sentralitas ASEAN hanya bisa dipertahankan melalui inisiatif konkret berbasis pengetahuan, bukan hanya deklarasi politik. Lecture series ini diproyeksikan menjadi wadah untuk menguji ketahanan prinsip inklusivitas ASEAN terhadap tekanan polarisasi kubu.
“Kita perlu menciptakan ruang netral di mana ide-ide tentang masa depan kawasan bisa diuji tanpa tekanan geopolitik. Seri ini adalah laboratorium intelektual untuk memvalidasi bahwa formula kerja sama yang ditawarkan ASEAN masih relevan dan fungsional,” ujar perwakilan tim riset ERIA dalam sesi pembukaan.
Struktur dan Fokus Tematik
Pada fase awal, seri kuliah akan menyasar tiga pilar utama dalam AOIP: konektivitas maritim, ekonomi berkelanjutan, dan pengembangan sumber daya manusia. Topik spesifik yang akan dibahas mencakup mitigasi sengketa di Laut China Selatan melalui pendekatan ekonomi biru, standarisasi interoperabilitas infrastruktur digital lintas batas, serta harmonisasi kebijakan transisi energi di antara negara anggota ERIA. Setiap sesi dikemas dalam format hybrid untuk menjangkau audiens yang lebih luas di kalangan generasi muda dan masyarakat sipil.
Peran Strategis ERIA sebagai Knowledge Hub
Dengan meluncurkan seri ini, ERIA menegaskan fungsinya sebagai pusat keunggulan pengetahuan. Sejak berdiri, lembaga yang dipimpin oleh Prof. Tetsuya Watanabe ini telah menghasilkan lebih dari 300 publikasi riset yang mencakup isu liberalisasi perdagangan, energi, hingga pertumbuhan inklusif. Kegiatan ini semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai tuan rumah diplomasi pengetahuan, di mana Jakarta tidak hanya menjadi basis sekretariat ASEAN tetapi juga lokomotif kajian strategis untuk mewujudkan AOIP yang aplikatif dan terukur.
[TAGS]: ERIA, AOIP, ASEAN, Indo-Pasifik, Kepemimpinan Intelektual
[SOCIAL_TWEET]: ERIA luncurkan ERIA-ASEAN AOIP Lecture Series, laboratorium intelektual untuk perkuat narasi ASEAN di Indo-Pasifik. Fokus pada diplomasi pengetahuan dan kebijakan berbasis bukti. #ASEANMatters #AOIP #ERIA
[SOCIAL_FB]: Di tengah rivalitas geopolitik, ERIA menghadirkan ruang dialog netral untuk menguji ketahanan prinsip inklusivitas ASEAN. Bagaimana strateginya menghadapi polarisasi kubu di Indo-Pasifik? Simak selengkapnya.
[SOCIAL_TG]: 📚 ERIA resmi luncurkan seri kuliah strategis untuk memperdalam implementasi AOIP. Kolaborasi intelektual demi sentralitas ASEAN yang lebih solid di tengah dinamika geopolitik global. 🇮🇩🌏
[SOCIAL_THREADS]: ERIA baru aja luncurin lecture series yang ngebahas gimana caranya suara ASEAN tetap lantang di Indo-Pasifik tanpa harus ikutan rivalitas negara adidaya. Menarik banget buat yang ngikutin isu diplomasi dan geopolitik santai tapi berbobot.
Comments (0)