Jakarta — Aktor Arbani Yasiz Jalani Pelatihan Ekstrem demi Film Horor Korea

Aktor Indonesia Arbani Yasiz menghadapi tantangan fisik dan mental paling berat sepanjang kariernya demi membintangi film horor Korea Selatan berjudul 402

Jul 08, 2026 - 10:14
0 0
Jakarta — Aktor Arbani Yasiz Jalani Pelatihan Ekstrem demi Film Horor Korea

Aktor Indonesia Arbani Yasiz menghadapi tantangan fisik dan mental paling berat sepanjang kariernya demi membintangi film horor Korea Selatan berjudul 402 Rumah Sakit Angker Korea. Proses produksi yang berlangsung selama tiga bulan di sebuah rumah sakit terbengkalai di pinggiran Seoul memaksa aktor berusia 31 tahun ini menjalani serangkaian pelatihan khusus yang tidak lazim di industri film Tanah Air.

Berdasarkan dokumen produksi yang diperoleh dari rumah produksi CJ ENM, Arbani diwajibkan mengikuti program method acting intensif selama empat pekan sebelum pengambilan gambar utama dimulai. Program ini mencakup isolasi mandiri di lokasi syuting asli selama 72 jam tanpa kontak dengan dunia luar, sesi meditasi kegelapan total, hingga latihan pernapasan diafragma yang dirancang khusus untuk adegan teriakan berkepanjangan tanpa merusak pita suara.

Beban Psikologis dan Fisik yang Terukur

Catatan medis produksi menunjukkan Arbani mengalami penurunan berat badan sebesar 6,8 kilogram selama masa syuting, dengan denyut jantung istirahat yang meningkat dari rata-rata 62 bpm menjadi 78 bpm pada minggu-minggu puncak pengambilan gambar. Dr. Kim Seo-yeon, psikolog klinis yang ditugaskan rumah produksi untuk memantau kondisi mental para pemain, mencatat dalam laporannya bahwa aktor utama mengalami gejala stres akut yang terkendali sebagai respons terhadap paparan lingkungan syuting yang sengaja dipertahankan dalam kondisi minim pencahayaan dan suhu rendah.

Film ini sendiri diadaptasi dari legenda urban Korea Selatan tentang Rumah Sakit Gonjiam, sebuah fasilitas kesehatan jiwa yang ditutup secara misterius pada dekade 1990-an. Arbani berperan sebagai mahasiswa pertukaran pelajar Indonesia yang terjebak dalam eksplorasi urbex bersama sekelompok mahasiswa Korea. Untuk mendalami peran ini, ia menghabiskan 120 jam mempelajari rekaman-rekaman investigasi paranormal asli dari arsip stasiun televisi Korea.

Perbandingan Metode Persiapan Peran

Pendekatan produksi film horor psikologis Korea Selatan memiliki perbedaan signifikan dengan standar yang umum diterapkan di industri film Indonesia. Data berikut dirangkum dari wawancara dengan tim produksi dan dokumen kontrak yang tersedia:

AspekFilm Horor Indonesia (Rata-rata)402 Rumah Sakit Angker Korea
Durasi pra-produksi aktor1–2 minggu4 minggu
Isolasi lokasiTidak ada72 jam non-stop
Pendampingan psikologJarang/tidak wajibWajib, sesi harian
Latihan fisik spesifikUmum (stunt, koreografi)Pernapasan diafragma, teriak terkontrol
Riset materi2–3 hari120 jam studi arsip

Sutradara Park Joon-hyung, yang sebelumnya menggarap seri dokumenter kriminal untuk Netflix Korea, menyatakan dalam konferensi pers di CGV Yeongdeungpo bahwa pemilihan Arbani didasarkan pada kemampuannya memproyeksikan ketakutan yang mentah dan tidak dibuat-buat selama proses audisi yang melibatkan tiga tahap eliminasi dan satu sesi improvisasi selama delapan jam.

Film ini dijadwalkan tayang secara serentak di bioskop Indonesia dan Korea Selatan pada 14 Agustus 2026, menandai pertama kalinya aktor Indonesia menjadi pemeran utama dalam produksi horor Korea berskala studio besar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User