Iran Peringatkan AS: Jangan Harap Deal jika Ancaman Terus Berlanjut!

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa pintu perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat akan tetap tertutup rapat jika Washington terus menggertak. Pernyataan ini l

Jul 07, 2026 - 22:51
0 0
Iran Peringatkan AS: Jangan Harap Deal jika Ancaman Terus Berlanjut!

Teheran – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa pintu perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat akan tetap tertutup rapat jika Washington terus menggertak. Pernyataan ini langsung mencuat sebagai respons dingin terhadap Presiden AS Donald Trump yang menyatakan siap “menyelesaikan tugas” bila kesepakatan akhir gagal terwujud.

Ancaman Trump Bikin Peluang Deal Mengecil

Dalam unggahan di media sosial X yang dipantau Lurusin.com melalui laporan Anadolu Agency pada Selasa (7/7/2026), Araghchi menekankan bahwa pasal 13 nota kesepahaman (MoU) yang baru saja diteken melarang keras adanya ancaman selama proses negosiasi. Menurutnya, sikap AS kontradiktif—di atas kertas menandatangani aturan damai, tapi di bawah meja menyimpan ultimatum.

"Negosiasi mengenai kesepakatan akhir tidak akan dimulai jika ancaman terus berlanjut," tulis Araghchi sembari menyematkan rujukan pada MoU tersebut.

Pesan itu terbit beberapa jam setelah Trump dalam sesi jumpa pers mengatakan, "Kami akan menyelesaikan tugas jika mereka tidak segera mengambil keputusan." Ungkapan ini di Tehran dimaknai sebagai ancaman terselubung, baik berupa aksi militer terbatas maupun sanksi ekonomi yang membuat nadi bisnis Iran semakin terjepit.

Pasal 13 MoU yang Disepakati Juni Lalu Jadi Titik Krusial

Media kami memperoleh salinan MoU yang diteken di Jenewa pada Juni 2026. Dokumen itu merupakan kerangka awal perundingan tahap lanjut yang mencakup larangan bagi kedua belah pihak untuk melakukan pengancaman, tekanan militer, dan retorika eskalatif. Pasal 13 yang dirujuk Araghchi secara eksplisit menyebut bahwa setiap bentuk ancaman—langsung atau tidak—akan menangguhkan putaran negosiasi berikutnya.

“Mereka tidak bisa di satu sisi menandatangani MoU yang melarang ancaman, lalu di sisi lain mengirim pesawat induk ke Teluk Persia sambil mengultimatum kami. Ini paradoks yang merusak seluruh fondasi diplomasi,” ujar seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri Iran yang enggan disebutkan namanya, dalam briefing terbatas kepada Lurusin.com.

Meja Perundingan Balkan Karena Dua Sisi Saling Tahan Napas

Hubungan Iran–AS sempat memanas usai Teheran memperkaya uranium hingga level yang diklaim untuk reaktor medis. Washington tetap menduga ada niat penyimpangan menuju persenjataan nuklir. Penandatanganan MoU pada Juni lalu sempat membuka harapan, namun kini suasana kembali beku karena aroma ancaman yang belum juga hilang.

Pengamat gabungan dari Timur Tengah menyebut peringatan Araghchi sebagai taktik menjaga kehormatan di dalam negeri sekaligus menekan tim perunding AS agar duduk tanpa membawa peta tempur. Tapi jika retorika seperti “menyelesaikan tugas” kembali berulang, pertemuan yang diagendakan Agustus mendatang bukan tidak mungkin buyar bahkan sebelum dimulai.

Sampai berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi atas peringatan terbaru dari Tehran yang bernada serius itu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
khrisna-pertiwi

Reporter Investigasi. Reporter menelusuri klaim publik secara mendalam.

Comments (0)

User