India Siap Bantu Revitalisasi Candi Prambanan, Fokus pada Candi Perwara yang Terbengkalai
Jakarta — Rencana besar untuk menghidupkan kembali kemegahan Candi Prambanan segera memasuki babak baru. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerintah India menyatakan ketertarikan
Jakarta — Rencana besar untuk menghidupkan kembali kemegahan Candi Prambanan segera memasuki babak baru. Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa pemerintah India menyatakan ketertarikan mendalam untuk terlibat langsung dalam upaya revitalisasi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia ini. Inisiatif tersebut, menurut Fadli, bukanlah wacana baru; Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi telah menyampaikan langsung niat tersebut lebih dari satu setengah tahun silam.
“Oh ya, jadi memang ini sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Modi sejak satu setengah tahun yang lalu. Nah sekarang, besok ya, beliau akan melihat langsung ke Candi Prambanan,” ujar Fadli kepada awak media dari Lurusin.com di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Pernyataan tersebut menandai potensi kolaborasi strategis kedua negara yang memiliki ikatan sejarah dan budaya sangat panjang. Fadli menegaskan, fokus utama dari proyek pemugaran ini akan diarahkan pada candi-candi kecil yang selama ini kerap luput dari perhatian publik, yakni candi perwara. Ratusan struktur pendamping yang mengitari candi induk Siwa, Brahma, dan Wisnu di kompleks Prambanan itu, sebagian besar masih berada dalam kondisi reruntuhan dan belum tersentuh revitalisasi sistematis.
“Ada bagian dari Candi Prambanan yang memang namanya perwara, itu candi-candi kecilnya yang belum kita revitalisasi,” lanjut Fadli.
Dalam arsitektur candi Hindu, candi perwara secara historis berfungsi sebagai kuil pengiring atau candi penjaga. Kompleks Prambanan sendiri diperkirakan memiliki sekitar 224 candi perwara yang tersusun dalam empat baris konsentris. Namun, hingga saat ini, hanya sebagian kecil yang berhasil direkonstruksi. Runtuhnya candi-candi tersebut akibat gempa besar dan termakan usia menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan konservasi mutakhir, sebuah keahlian yang turut dimiliki oleh para arkeolog dan ahli restorasi dari India.
Kunjungan Perdana Menteri Modi ke lokasi bersejarah itu akan menjadi sinyal kuat dimulainya identifikasi teknis. Fadli belum merinci apakah kerja sama ini akan berbentuk bantuan dana hibah, keahlian teknis, atau pendampingan penuh dari Archaeological Survey of India (ASI). Namun, ia mengisyaratkan bahwa langkah awal adalah mendata dan memetakan ulang seluruh candi perwara sebagai dasar perencanaan restorasi yang komprehensif.
Antusiasme India terhadap warisan budaya di Asia Tenggara bukanlah hal yang mengejutkan. Prambanan yang dibangun pada abad ke-9 Masehi merupakan simbol abadi dari pengaruh peradaban Hindu di Nusantara. Relasi diplomatik di bidang kebudayaan antara Jakarta dan New Delhi terus menguat, terutama setelah berbagai nota kesepahaman kebudayaan diperbarui dalam beberapa tahun terakhir. Revitalisasi candi perwara ini disebut akan menjadi proyek kebanggaan yang tidak hanya melestarikan artefak masa lalu, tetapi juga menjadi monumen hidup bagi hubungan bilateral masa depan.
Para pemerhati cagar budaya menyambut baik wacana ini. Selama ini, sorotan publik kerap tertuju pada keindahan relief Ramayana di candi utama, sementara ribuan batu penyusun perwara masih berserakan menanti sentuhan restorasi. Jika proyek ini berjalan, Prambanan berpotensi kembali ke konfigurasi spasial aslinya, memberikan gambaran utuh tentang kompleksitas arsitektur dan tata ruang keagamaan era Mataram Kuno. Dengan keterlibatan India, mimpi menyatukan kembali “puzzle” raksasa candi-candi kecil itu tampak kian menemui titik terang.
Comments (0)