IHSG Ditutup Menguat ke Level 7.046,63 Didorong Sektor Keuangan
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (3/8/2022). Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), indek
JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penguatan pada perdagangan Rabu (3/8/2022). Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks acuan utama pasar modal Tanah Air ini ditutup di level 7.046,63 atau naik 58,47 poin, setara dengan kenaikan sebesar 0,84 persen dari posisi penutupan hari sebelumnya. Penguatan ini menjadi sinyal positif bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat sejak pembukaan. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 7.078,49 dan level terendah di 7.010,87. Total volume perdagangan mencapai 17,8 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp13,2 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,2 juta transaksi, yang menunjukkan partisipasi aktif dari pelaku pasar baik domestik maupun asing.
Sentimen Positif dari Global dan Domestik
Sejumlah faktor menjadi katalis penguatan IHSG pada sesi terakhir ini. Dari sisi global, bursa saham utama Amerika Serikat ditutup mixed namun mayoritas positif, dengan Dow Jones menguat tipis dan S&P 500 mencatatkan kenaikan terbatas. Pasar Asia pun ikut menghijau, di mana indeks Nikkei 225 naik 0,5 persen, Hang Seng bertambah 0,7 persen, dan Strait Times menguat 0,3 persen. Pelaku pasar merespons ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed yang lebih terukur serta mulai meredanya kekhawatiran resesi global.
Dari dalam negeri, data inflasi Juli 2022 yang dirilis oleh BPS berada dalam kisaran yang terkendali, yaitu 4,94 persen secara tahunan (year-on-year). Meskipun masih di atas target 3 plus minus 1 persen, inflasi yang stabil memberikan kepastian bagi investor bahwa daya beli masyarakat tidak terlampau tergerus. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga terpantau stabil di kisaran Rp14.850 per dolar AS, sehingga mengurangi tekanan pada aset-aset berdenominasi rupiah.
Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kombinasi sentimen global yang membaik dan stabilitas makroekonomi domestik. Investor asing mulai kembali masuk ke pasar obligasi dan saham, terutama di sektor perbankan yang memiliki fundamental kuat, ujar Hendra Wijaya, analis pasar modal dari TRFX Research.
Pernyataan tersebut diamini oleh data aliran dana asing. Berdasarkan catatan BEI, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp480 miliar di seluruh pasar. Ini menjadi salah satu indikator bahwa kepercayaan investor asing terhadap pasar saham Indonesia masih tinggi di tengah ketidakpastian global.
Sektor Keuangan Menjadi Motor Penggerak
Hampir seluruh sektor saham mencatatkan penguatan, namun sektor keuangan menjadi bintang utama dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG. Indeks sektor keuangan (IDXFINANCE) melompat hingga 1,3 persen. Saham-saham perbankan raksasa seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 2,1 persen ke level Rp4.850, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 1,7 persen ke Rp7.450, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga bertambah 1,5 persen. Kinerja positif ini didorong oleh ekspektasi pertumbuhan kredit yang tetap sehat serta margin bunga bersih yang stabil.
Selain sektor keuangan, sektor konsumsi (IDXNONCYC) turut menopang dengan kenaikan 0,6 persen. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik tipis 0,3 persen, sedangkan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik 0,8 persen. Sektor teknologi (IDXTECHNO) juga mencatatkan penguatan moderat sebesar 0,4 persen di tengah aksi bargain hunting setelah penurunan dalam beberapa sesi sebelumnya. Hanya sektor pertambangan (IDXENERGY) yang sedikit melemah 0,1 persen akibat koreksi harga batu bara global.
Proyeksi dan Strategi ke Depan
Dengan penutupan di atas 7.000, banyak analis memperkirakan IHSG akan terus melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, dengan target resisten di level 7.100 hingga 7.120. Meski demikian, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai, terutama menjelang rilis risalah rapat The Federal Reserve dan data ekonomi Amerika Serikat yang dapat mempengaruhi selera risiko global.
Para investor disarankan untuk tetap selektif dan memperkuat portofolio pada saham-saham dengan fundamental kuat, terutama di sektor perbankan dan konsumsi. Saya merekomendasikan strategi buy on weakness untuk saham-saham big caps seperti BBCA dan BBRI, serta akumulasi bertahap untuk saham-saham konsumsi, tambah Hendra. Sementara itu, level support IHSG saat ini berada di kisaran 6.920 hingga 6.950, yang diharapkan dapat menahan tekanan jual bila terjadi.
[TAGS]: IHSG, Bursa Efek Indonesia, Saham, Pasar Modal, Indeks Harga Saham Gabungan [SOCIAL_TWEET]: IHSG ditutup menguat 58,47 poin (0,84%) ke 7.046,63 pada Rabu (3/8). Sektor keuangan memimpin penguatan dengan BBRI & BBCA jadi motor. Arus dana asing net buy Rp480 M. Akankah lanjut? #IHSG #Saham #BEI #PasarModal [SOCIAL_FB]: IHSG kembali ditutup di zona hijau! Kenaikan 58,47 poin ke level 7.046,63 didorong oleh sektor keuangan dan arus dana asing. Simak analisis lengkap dan rekomendasi sahamnya di sini. 👉 [SOCIAL_TG]: 📈 IHSG menguat 0,84% ke 7.046,63. Sektor keuangan memimpin, asing net buy Rp480 M. Analis prediksi lanjut ke 7.100. Baca selengkapnya! [SOCIAL_THREADS]: Rabu kemarin IHSG tutup hijau loh, naik 0,84% ke 7.046,63. Saham bank jagoan kayak BBRI & BBCA jadi bintangnya. Ada yang udah cuan? 🚀
Comments (0)