HUT Ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Kian Profesional hingga Adaptif
Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri, Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT)
Jakarta – Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri, Bambang Soesatyo yang akrab disapa Bamsoet, menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus menjadi titik tolak penguatan institusi Bhayangkara. Ia mendorong agar momentum delapan dekade ini dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri menuju sosok yang semakin profesional, modern, adaptif, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.
Bamsoet menyoroti bahwa perjalanan panjang Polri selama 80 tahun memperlihatkan perubahan lanskap ancaman keamanan yang sangat dinamis. Jika dulu tugas kepolisian lebih banyak berhadapan dengan ancaman konvensional, kini tantangan telah meluas ke ranah digital. Kejahatan siber, penipuan digital lintas negara, perdagangan orang, terorisme, pencucian uang, hingga kejahatan berbasis kecerdasan buatan menjadi wajah baru gangguan keamanan yang menuntut pendekatan dan kapasitas kepolisian yang berbeda.
"Usia 80 tahun merupakan fase kematangan institusi Polri. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri Presisi sehingga semakin profesional, modern, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat. Kepercayaan publik merupakan modal utama penegakan hukum dan menjaga stabilitas nasional,"
demikian kutipan Bamsoet dalam laporan yang diterima media kami, Rabu (1/7/2026).
Ia menekankan bahwa transformasi Polri tidak boleh berhenti pada pembenahan internal semata. Pembaruan sistem rekrutmen, pengawasan, dan penegakan disiplin memang penting, namun harus disertai dengan penyajian pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Di era digital ini, masyarakat menuntut kehadiran polisi yang tidak hanya tegas dalam menindak, tetapi juga responsif dalam melindungi dan melayani.
Bamsoet yang merupakan Warga Kehormatan Utama Korps Brimob Polri pun mengapresiasi berbagai langkah Polri dalam mengadopsi teknologi guna meningkatkan kualitas penegakan hukum. Namun ia mengingatkan agar seluruh inovasi tersebut diiringi dengan pendekatan humanis yang menyentuh langsung rasa aman warga. Karena menurutnya, modernitas tanpa sentuhan kemanusiaan hanya akan menciptakan jarak antara polisi dan masyarakat.
Dengan tema HUT ke-80 Bhayangkara yang menekankan profesionalisme dan adaptasi, Bamsoet berharap seluruh jajaran Polri dari tingkat Mabes hingga Polsek mampu mengimplementasikan semangat Presisi secara konsisten. Transformasi tersebut, pungkasnya, bukan hanya tuntutan zaman, melainkan keharusan sejarah agar Polri tetap menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang selalu dipercaya oleh publik yang semakin kritis.
Comments (0)